Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Pertahankan Kinerja di Masa Pandemi, Xiaomi Cetak Laba Bersih Rp12,1 Triliun

0 2.532

Ekosistem bisnis yang beragam ternyata memberi keuntungan tersendiri bagi Xiaomi. Menghadapi ketidakpastian global akibat pandemi COVID-19 pada semester pertama, kinerja Xiaomi justru semakin kokoh.

Perusahaan teknologi asal China tersebut mencatatkan pendapatan dan keuntungan melampaui konsensus pasar, serta melanjutkan ekspansi. CEO dan Pendiri Xiaomi, Lei Jun, menyebarkan surat kepada para karyawan, mengumumkan bahwa strategi inti Xiaomi akan ditingkatkan menjadi “Smartphone X AIoT” pada dekade berikutnya.

Strategi Smartphone X AIoT ini untuk mendorong manfaat sinergis, dengan smartphone tetap menjadi landasan bisnis Grup sementara AIoT akan membangun hidup pintar di sekitar smartphone agar Xiaomi bisa memimpin masa depan dari industri hidup pintar. Strategi ini juga dianut oleh kompetitornya seperti Huawei, OPPO, dan realme.

Dalam laporan keuangan semester 1 tahun 2020, kinerja Xiaomi mencatatkan pendapatan dan keuntungan yang melampaui konsensus pasar. Laporan ini diperoleh dari pengumuman hasil konsolidasi yang tidak diaudit untuk periode tiga bulan dan enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2020.

Baca juga: Xiaomi Indonesia Resmi Hadirkan POCO X3 NFC, The Real Mid-Range Killer

Kinerja Xiaomi: Pengapalan Smartphone Mencapai 23,8 Juta Unit

Kinerja Xiaomi Redmi Note 9Pada semester 1, pengapalan smartphone Xiaomi telah mencapai 23,8 juta unit. Menurut laporan dari Canalys, pada kuartal kedua 2020 Xiaomi menempati peringkat empat global dalam hal pengapalan smartphone, dan pangsa pasarnya mencapai 10,1%.

Di pasar internasional, pengapalan smartphone premium dengan harga jual 300 euro (atau setara Rp5,2 juta**) atau lebih, naik 99,2% YoY pada Q2. Didorong oleh proporsi penjualan dari smartphone mid hingga high end, rata-rata harga jual smartphone Xiaomi naik 11,8% YoY dan 7,5% QoQ.

Smartphone flagship dengan teknologi 5G yakni Mi 10 dan Mi 10 Pro yang diluncurkan pada Februari 2020 mencatatkan pengapalan yang melampaui 1 juta unit hanya dalam waktu dua bulan. Pada Agustus 2020, Xiaomi meluncurkan Mi 10 Ultra yang langsung menempati peringkat pertama DXOMARK saat peluncuran dengan skor 130 untuk rata-rata perfoma kamera. Penjualan Mi 10 Ultra melampaui 400 juta renminbi (atau setara Rp854 milyar) dalam waktu 10 menit sejak diperkenalkan.

Xiaomi juga meresmikan pabrik pintar baru-baru ini dengan total investasi mencapai 600 juta renminbi (atau setara Rp1,2 triliun, mengawali era manufaktur cerdas. Mi 10 Ultra merupakan model high-end  yang diproduksi secara massal di Pabrik Pintar Xiaomi.

Strategi “Smartphone X AIoT” 

Jajaran produk smartphone dan AIOT Xiaomi

Pengapalan TV global dari Xiaomi mencapai 2,8 juta unit, mencatatkan pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya meski sedikit turun jika dibandingkan rata-rata pasar TV. Menurut All View Cloud, pada kuartal kedua 2020, pengapalan TV Xiaomi ke China menempati peringkat pertama untuk enam kuartal berturut-turut dan ada di jajaran lima besar dunia.

Untuk memenuhi beragam permintaan dari konsumen di seluruh dunia, TV pintar Xiaomi masuk ke pasar-pasar baru, termasuk Polandia, Perancis, dan Italia pada kuartal kedua. Pada Juli 2020, Xiaomi menggelar peluncuran produk ekosistem global yang pertama dengan memperkenalkan sejumlah produk baru, termasuk Mi Smart Band 5, dan Mi True Wireless Earphones 2 Basic.

Hingga 30 Juni 2020, jumlah perangkat IoT yang terhubung ke platform IoT Xiaomi (kecuali smartphone dan laptop) mencapai 271 juta unit, naik 38,3% YoY. Jumlah pengguna yang memiliki lima atau lebih perangkat pintar yang terhubung ke platform IoT milik Xiaomi (kecuali smartphone dan laptop) tumbuh hingga 5,1 juta orang, atau tumbuh 63,9% YoY.

Pada kuartal kedua 2020, pengguna aktif bulanan dari MIUI tumbuh 23,3% YoY menjadi 343,5 juta pengguna sementara pengguna aktif bulanan di China sebanyak 109,7 juta.

Sementara itu menurut Canalys, pada kuartal kedua tahun 2020, pangsa pasar Xiaomi untuk pengapalan smartphone menempati peringkat lima besar di 50 negara dan wilayah, 25 pasar di antaranya mencapai tiga besar.

Pada Q2 2020, pandemi COVID-19 menyisakan dampak pada operasi Xiaomi di tingkat global. Pada April dan Mei 2020, sejumlah pasar penting melakukan kebijakan lockdown dan sangat berdampak pada penjualan. Seiring relaksasi pembatasan bisnis oleh pemerintah, penjualan secara nyata mulai pulih.

Pada Juli 2020, rata-rata jumlah aktivasi smartphone di pasar internasional (kecuali India) telah mencapai 120% dibandingkan kondisi sebelum pandemi pada Januari.

Rangkuman Kinerja Xiaomi: Laporan Keuangan Semester 1 2020

  • Pendapatan total mencapai 103,24 miliar renminbi (atau setara Rp219,7 triliun), naik 7,9% year-on-year (YoY), melampaui konsensus pasar.
  • Laba kotor mencapai 15,26 miliar renminbi (atau setara Rp32,4 triliun), naik 22,3% YoY.
  • Laba selama periode ini tercatat 6,65 miliar renminbi (atau setara Rp14,2 triliun), naik 29,3% YoY, melampaui konsensus pasar.
  • Laba bersih yang disesuaikan dengan pengukuran non-IFRS mencapai 5,67 miliar renminbi (atau setara Rp12,1 triliun), turun 0,7% tetapi tetap lebih baik dari konsensus pasar.
  • Pendapatan dari segmen smartphone tercatat sebesar 61,952 miliar renminbi (atau setara Rp131,7 triliun).
  • Pendapatan dari segmen produk IoT dan gaya hidup tercatat sebesar 28,237 miliar renminbi (atau setara Rp60,125 triliun).
  • Pendapatan dari segmen layanan internet mencapai 11,808 miliar renminbi (atau setara Rp23,5 triliun).
  • Pendapatan dari pasar internasional mencapai 48,861 miliar renminbi (atau setara Rp104,3 triliun).

Cek harga produk Xiaomi secara online di:

SHOPEE Lazada Blibli JD.ID