Tantangan Perluasan Jaringan Internet 5G di Indonesia

Jakarta, Gizmologi – Tiga operator seluler telah menggelar jaringan 5G di Indonesia. Kendati baru di beberapa kota saja, dengan ketersediaan spektrum frekuensi radio yang ada akan mendorong semakin banyak pengguna mengakses jaringan 5G di Indonesia.

Beberapa kota yang sudah ada layanan 5G adalah Jabodetabek, Solo, Medan, Balikpapan, Denpasar, Batam, Surabaya, Makassar, Balikpapan dan Bandung. Sejauh ini juga baru tiga operator yang mengantongi izin menggelar 5G secara komersial yakni Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

Lalu kapan keberadaan 5G akan masif di Indonesia? Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia menjelaskan, dengan ketersediaan spektrum frekuensi 2,3 Ghz yang menjadi modal para operator seluler menggelar jaringan 5G akan membawa lebih banyak traffic.

“Kami mengharapkan ada lebih banyak spektrum frekuensi radio yang tersedia, untuk membantu mendorong ekosistem dan pengalaman 5G,” kata Jerry Sopper, dalam webinar tentang 5G, Rabu (6/10).

Dirinya memprediksi dalam beberapa tahun ke depan sudah bisa melihat layanan yang jauh lebih luas dan banyak jangkauan. Mengingat jaringan 4G LTE yang mulai dibangun secara merata, sehingga mencukupi ketersediaan spektrum yang dibutuhkan untuk menggelar jaringan 5G secara komersial.

“Kalau dilihat dari penyebaran internet 4G, kira-kira 92 persen populasi jangkauan sudah support 4G. Tinggal sedikit mungkin ya,” ujar Magnus Ewerbring selaku Chief Technology Officer (CTO) Ericsson untuk wilayah Asia Pasifik

Tantangan 5G di Indonesia

Diskusi Webinar Ericsson 5G di Indonesia

Magnus tak menampik jika masih banyak area di Indonesia yang masih belum terjangkau internet 4G, terutama saat masyarakat bepergian ke tempat wisata tertentu. Tapi ia percaya operator seluler akan segera menghadirkannya.

Terlebih saat ini, semakin banyak perangkat yang mendukung jaringan 4G maupun 5G dan dijual dengan harga yang lebih murah. Sehingga, berbekal dukungan perangkat akan lebih banyak spektrum yang tersedia dan diikuti dengan peluncuran jaringan lebih cepat lagi.

“Sekarang dengan handset 5G semakin murah semakin banyak beli handset 5G. Operator juga akan semakin menerima demand supaya 5G dikembangkan lebih cepat lagi. Untuk menjangkau area-area yang usernya udah punya handset jadi,” kata dia.

Perlu diketahui, Spektrum frekuensi radio dibagi menjadi tiga lapis, yaitu lapisan bawah (low-band), tengah (mid-band) dan tinggi (high-band atau millimeter wave band). Spektrum frekuensi lapisan bawah berada di bawah 1GHz, memiliki daya tembus bangunan dan daya jangkaunya relatif luas.

Dalam praktiknya, spektrum frekuensi 3.5 GHz adalah yang paling ideal untuk menerapkan internet 5G. Namun, dengan ketersediaan spektrum frekuensi 2.3 GHz yang saat ini dipakai oleh sejumlah operator seluler untuk menggelar internet 5G secara komersial tetaplah cukup.

“Semua spektrum sangat penting, baik itu 2.3 GHz atau 3.5 GHz,” ujar Head of Network Solutions Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal. “Jadi semua spektrum itu semuanya penting. Yang terpenting adalah spektrum bisa tersedia secepat mungkin,” jelasnya.

Tinggalkan komen