Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Laporan Aplikasi Ramadan AppsFlyer 2020, Aktivitas Pengunduhan Turun Merata

0 529

Menjelang bulan Ramadan, penggunaan aplikasi pada smartphone di kalangan masyarakat tentu saja bakal berbeda dibandingkan momen lainnya. Mengikuti kebiasaan sehari-hari yang berbeda, satu kategori bakal naik dan turun dibandingkan kategori lainnya. AppsFlyer mencoba paparkan laporan penggunaan aplikasi pada Ramadan 2020 dan potensi tahun ini.

Sebagai perusahaan mobile attribution dan analitik marketing terkemuka di dunia, AppsFlyer baru saja merilis laporan Ramadan ketiganya, menganalisis kinerja pemasaran aplikasi di berbagai kategori seperti Finance, Shopping, Entertainment, Food & Drink serta Social & Travel. Dalam periode mulai 23 Maret – 23 Mei 2020 di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura dan Pakistan.

Dari laporan tersebut, diketahui bila aktivitas pengunduhan aplikasi di bulan Ramadan 2020 lalu lebih sedikit, khususnya di kategori Shopping, Travel dan Food & Drink. Hal tersebut sejalan pula dengan turunnya angka belanja iklan para marketer.

Baca juga: AppsFlyer: 2021, Google dan Facebook Dominasi Iklan Digital di Asia Tenggara

Penurunan Dialami Secara Merata di Berbagai Kategori

President dan Managing Director AppsFlyer APAC Ronen Mense
President dan Managing Director AppsFlyer APAC Ronen Mense.

Melalui sebuah konferensi virtual yang diadakan Rabu (7/4), Ronen Mense selaku President & Managing Director AppsFlyer APAC menyebutkan bila upaya vaksinasi tahun ini bisa dorong pemulihan industri mobile marketing. Dalam enam bulan terakhir di 2020, pendapatan iklan sedikit demi sedikit telah mulai meningkat.

Karena kegiatan kumpul bersama menjadi terbatas, kegiatan yang lebih sedikit dilakukan pada Ramadan 2020 adalah mencari hadiah bagi keluarga dan teman, juga termasuk berbagi resep serta video. Lantas bagaimana dengan aktivitas aplikasi mobile?

Pada kategori finance, tingkat uninstall lebih tinggi dalam empat pekan jelang Ramadan, karena dinilai masyarakat tak lagi perlukan aplikasi tersebut (atau mereka yang pengajuan kredit/pinjaman tidak diterima). Mencapai 60% dari total uninstall dalam periode sembilan pekan.

Aplikasi shopping pun ikut turun jelang Ramadan, namun di Indonesia, naik perlahan hingga puncaknya pada kedua dan ketiga (mulai -40% hingga -15%). Dan pada pekan pertama setelah Ramadan, nilainya sudah mencapai 1%, sehingga marketer aplikasi bisa alokasikan lebih banyak anggaran belanja iklam di dua pekan terakhir Ramadan.

Aplikasi dalam kategori travel capai tingkat uninstal di kisaran 60 – 70%, sebelum dan ketika Ramadan. Tetapi dengan lebih banyak masyarakat yang beradaptasi dalam situasi new normal, tren kemungkinan akan pulih dan berbalik pada paruh kedua 2021, karena pelonggaran kebijakan pembatasan sosial.

Langkah yang Disarankan Untuk Marketer di Ramadan 2021

Customer Success Manager Indonesia AppsFlyer APAC Luthfi Anshari.
Customer Success Manager Indonesia AppsFlyer APAC Luthfi Anshari.

Luthfi Anshari, Customer Success Manager Indonesia, AppsFlyer APAC menambahkan bila sesi aplikasi umumnya meningkat pada bulan Ramadan. Sementara waktu utnuk pembelian pertama lebih cepat terjadi di periode akhir Ramadan, hingga setelah Idul Fitri.

“Marketer harus memanfaatkan user engagement yang meningkat ini untuk mengaktifkan ulang kampanye remarketing,” tambah Luthfi. Lebih lanjut, ia mengatakan bila marketer harus berinvetasi dalam solusi perlindungan untuk mobile fraud. Terutama untuk aplikasi finance dan entertainment.

Tambahan dari laporan yang telah dirilis AppsFlyer, adalah aplikasi food & drink serta social yang mencatat kampanye revenue paling efektif selama dua pekan terakhir Ramadan. Digitalisasi dan pembayaran mobile pun meningkat, menyebabkan aplikasi kategori finance alami pertumbuhan yang luar biasa.

Dan aplikasi entertainment juga alami penurunan di seluruh wilayah, tepatnya jumlah penginstalan selama Ramadan. Meski begitu, user masih berbelanja dan kampanye revenue periode ini capai pendapatan tertinggi dan relatif hemat biaya. Untuk laporan selengkapnya, bisa diunduh pada tautan berikut ini.

Tinggalkan komen