Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Menjadi Pahlawan Lingkungan Melalui Aplikasi Smartphone

0 759

Di masa pandemi seperti sekarang, masyarakat yang memilih berdiam di rumah secara tidak langsung berkontribusi untuk memulihkan lingkungan, dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor. Namun demi keberlangsungan hidup generasi selanjutnya, diperlukan usaha yang lebih dari itu. Ini yang dilakukan Alliance to End Plastic Waste  melalui aplikasi Litterati.

Selain polusi udara, penumpukan sampah juga telah menjadi isu yang dialami secara global, tidak hanya di Indonesia. Diperlukan manajemen kelola sampah yang baik, bersamaan dengan sikap masing-masing individu untuk tidak membuang sampah sembarangan. Berkaitan dengan ini, Alliance to End Plastic Waste mengumumkan kampanye baru untuk perluas upaya mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan.

Alliance to End Plastic Waste merupakan organisasi nirlaba internasional yang bermitra dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil dan masyarakat di seluruh dunia. Lewat kampanye “ALL_TOGETHER GLOBAL CLEANUP”, ini adalah inisiatif global terkait pembuangan sampah dalam rangka memperingati World Clean-up Day 2020, yang jatuh pada hari Sabtu (19/9).

Gerakan Bersih Sampah Manfaatkan Aplikasi Litterati

Alliance to End Plastic Waste

Jadilah pahlawan lingkungan, bergabunglah dengan komunitas yang membersihkan planet. Inilah misi dari Alliance to End Plastic Waste melalui aplikasi Litterati.

Gerakan tersebut bakal diadakan selama dua minggu, dimana ribuan sukarelawan dari Alliance to End Plastic Waste, karyawan dari perusahaan anggota maupun non-anggota yang berpartisipasi serta mitra akan mencari, mengidentifikasi, mengumpulkan dan membuang sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar. Diharapkan dapat berikan edukasi kepada lebih dari 1 juta orang tentang pentingnya membersihkan sampah.

Untuk menyatukan para peserta dalam gerakan ALL_TOGETHER GLOBAL CLEANUP, akan digunakan aplikasi Litterati. Aplikasi ini telah memenangkan program incubator yang diadakan oleh Alliance to End Plastic Waste dan Plug and Play di Amerika Serikat. Fungsi aplikasi ini adalah untuk memungkinkan kegiatan pengambilan sampah terpantau dengan data yang konkret, demi perubahan jangka panjang.

Pemantauan mulai dari perubahan perilaku, hingga membuat perusahaan mengubah kemasan mereka agar ramah lingkungan serta banyak lainnya. Pengguna dapat memanfaatkan kamera dari smartphone, dan Litterati bakal mengenalnya lewat teknologi AI serta tag lokasi. Peserta akan unggah foto sampah yang dikumpulkan, untuk informasi dan pelacakan partisipasi selama dua minggu kampanye berjalan.

Berpartisipasi dengan Mengunduh Aplikasi Litterati

Aplikasi Litterati

Untuk berpartisipasi, masyarakat dapat mengunduh aplikasi Litterati dari App Store maupun Google Play Store. Di dalam aplikasi, masukkan kode “CLEAN” untuk ikut program ALL_TOGETHER GLOBAL CLEANUP 2020. Diberikan waktu dua minggu agar masyarakat lebih nyaman untuk melakukannya sembari membatasi kontak fisik, serta berpegang pada panduan keselamatan Covid-19 di lingkungan sekitarnya.

Pembersihan adalah salah satu dari empat pilar strategis Alliance to End Plastic Waste, bersama-sama dengan infrastruktur, inovasi serta pendidikan dan peran serta aktif. Yang memandu organisasi saat bekerja untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, memilih dan berinvestasi dalam program yang mewujudkan solusi untuk mencegah kebocoran sampah plastik ke lingkungan, sembari berkontribusi pada ekonomi sirkular.

Menurut Jacob Duer, Presiden dan CEO Alliance to End Plastic Waste, partisipasi dalam World Cleanup Day di Indonesia selama dua tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan, berkat banyaknya organisasi dan masyarakat yang turut ambil bagian dari gerakan peduli lingkungan.

Dalam sebuah rilis yang diterima Gizmologi (11/9), Jacob menambahkan bila lewat kampanye ini pihaknya bertekad untuk lebih mengurangi sampah dalam misi menghentikan sampah plastik. “Dengan dukungan Litterati dan TED-Ed, organisasi dan warga di seluruh dunia dapat Bersatu dan menjadi bagian dari gerakan global untuk memberi dampak kolektif.”