Platform Aset Kripto ‘Luno’ Raih Pendanaan Rp9,9 triliun dari Google dan Softbank

Jakarta, Gizmologi – Platform perdagangan kripto Luno, yang dimiliki Digital Currency Group (DCG), menerima pendanaan baru sekitar US$ 700 juta atau sekira Rp9,9 triliun. Suntikan dana segar itu berasal dari investor yang meliputi Softbank, Capital G milik Google, dan CIC

Dengan pendanaan baru ini Luno memiliki valuasi pada angka Rp142,4 triliun setara kurang lebih US$ 10 miliar. Kucuran dana baru tersebut akan sangat mendukung bagi Luno dalam mewujudkan ambisinya berekspansi lebih luas, sejak diakusisi DCG pada September 2020.

“Kami melihat bahwa pendanaan terbaru ini akan membawa kami lebih dekat ke target menjangkau 1 miliar pengguna pada tahun 2030,” kata Co-founder dan CEO Luno, Marcus Swanepoel, dalam pernyataan resmi, dikutip Selasa (16/11/2021).

Luno dan TradeBlock bergabung dengan CoinDesk sebagai anak perusahaan DCG, di mana induk perusahaan berpartisipasi dalam pendanaan tahap awal dari ketiga, sebelum akhirnya melakukan akuisisi penuh. Langkah ini menjadi bukti dari kekuatan dan kesuksesan portofolio ventura dari DCG. Pada tahun 2021, diperkirakan bahwa pendapatan perusahaan akan melebihi Rp14,2 triliun (sekitar U$ 1 miliar).

Digital Currency Group saat ini telah menaungi lebih dari 200 perusahaan blockchain yang tersebar di 30 kota di dunia, termasuk Luno. Luno adalah platform jual-beli aset digital yang berfokus melayani pengguna di negara-negara berkembang, terutama di Afrika, Asia, dan Eropa.

Ekspansi Pengguna Luno

Luno

Pengguna Luno yang awalnya hanya 2 juta, pada 2019 meningkat menjadi 9 juta dan perusahaan ini akan berencana berekspansi ke pasar AS pada tahun depan. Luno menjadi satu-satunya platform perdagangan kripto di Indonesia yang berhasil masuk ke ranking Top 50 dan mendapatkan skor Grade AA.

Di Indonesia, Luno telah meluncurkan program edukasi bernama Luno Academy agar setiap orang bisa mempelajari tentang aset kripto dengan mudah, melalui website dan aplikasi. Hal ini sejalan dengan tingkat familiaritas orang Indonesia terhadap kripto (30 persen) yang sudah melebihi aset investasi yang lain, seperti obligasi negara (20 persen) dan pinjaman peer-to-peer (18 persen), berdasarkan survei Luno dan YouGov Agustus lalu.

Memasuki semester kedua 2021, volume transaksi kripto di Luno Indonesia sudah menunjukkan pertumbuhan sebesar 22 kali sepanjang setahun terakhir. Secara global, Luno juga telah memiliki lebih dari 9 juta pelanggan, dan menjadi Top 6 platform perdagangan kripto terbaik di dunia versi CryptoCompare.

Tinggalkan komen