Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Mafindo Serukan Gerakan Lawan Hoaks Virus Corona

0 835

Wabah virus corona kini kian menghawatirkan. pasalnya, dengan telah masuknya wabah ini ke Indonesia, hampir sebagian masyarakat panik dan resah, apalagi ditambah dengan berita-berita yang belum tentu benar keasliaannya. Mafindo yang bergerak sebagai Masyarakat Anti Fitnah Indonesia menilai bahwa banyaknya informasi yang tersebar di dunia maya terkait penyebaran virus corona menyimpan potensi bahaya tersendiri.

Menurut Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, di era digitalisasi ini penyebaran berita bohong atau hoax tentunya akan semakin mudah ditemukan, bahkan berjalan lebih cepat daripada Virus Covid-19 itu sendiri.

“Sebenarnya yang bikin masyarakat panik ya karena informasi-informasi bohong itu. Banyak orang yang sudah kemakan sama berita hoax. jadi intinya informasi hoax juga tidak kalah berbahaya dari penyebaran Virus itu sendiri,” ujar Septiaji saat acara Diskusi Publik Mitigasi Hoax Corona di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (09/03/20).
Baca juga: Tips Mencegah Penyebaran Virus Corona Melalui Smartphone

Mafindo hoax coronaSeptiaji menyayangkan adanya kabar berita hoax yang dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab, dengan keadaan yang seperti ini harusnya mereka saling mensupport terhadap sesama, bukan malah membuat informasi-informasi hoax yang akhirnya membuat masyarakat semakin resah dan panik. Data secara global hingga saat ini ada 500 topik hoaks yang beredar di dunia terkait virus corona.

Selain Indonesia, informasi hoaks tersebut juga terjadi di Singapura, Turki, India dan Iran. “Ada 500 topik di berbagai negara. Singapura kemarin ketemu ada 16 topik hoaks, negara lain juga punya catatan masing-masing. India juga cukup banyak, Turki juga ada, lalu Iran yang juga lumayan, sementara Indonesia sudah tercatat kurang lebih 100,” tambahnya.

banyaknya hoax ini juga menghawatirkan, bahwa nantinya masyarakat akan menurunkan rasa percaya terhadap otoritas kesehatan, sehingga masyarakat melakukan aksi penyembuhan dengan caranya sendiri. Seperti ketika awal masuknya virus ini masuk ke Indonesia, masyarakat berbondong-bondong memborong bahan makanan yang ada di supermarket, menimbun masker karena takut kehabisan.

Semuel Abrijani, yang merupakan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika juga menambahkan bahwasannya kita sudah melakukan berbagai tindakan guna menangkal atau mengurangi penyebaran berita hoax yang kian marak saat ini. Pihaknya juga sudah melakukan tindakan tegas, seperti pemblokiran, penghapusan konten, hingga dengan tuntutan hukum.

Fyi, berdasarkan update terbaru dari WHO yang merupakan organisasi kesehatan dunia, jumlah total secara global yang sudah terinfeksi berjumlah 126.380 orang. Dengan tingkat penyebaran yang semakin besar, maka WHO menyatakan bahwa penyebaran virus corona saat ini menjadi pandemi.

Terkait peran teknologi menghadapi Virus Corona, dengarkan podcast kami berikut ini: