Jakarta, Gizmologi – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengusulkan penambahan pagu anggaran dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk Kemenkominfo senilai Rp5,25 triliun. Menurut Budi dana tambahan tersebut untuk menyukseskan akselerasi transformasi digital nasional.
“Keperluan tambahan anggaran akan dialokasikan untuk mendukung diseminasi dan komunikasi publik Pemilu Damai 2024, literasi digital, dan penanganan konten negatif. Kemudian dukungan terhadap Ibu Kota Negara (IKN) baru,” kata Budi dalam keterangan yang diterima, Kamis (14/9/2023).
Hal tersebut disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Selasa (12/9), Budi mengatakan program transformasi digital menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam lima tahun terakhir. Beberapa program yang rutin dijalankan oleh Kementerian Kominfo adalah pembangunan untuk pemerataan infrastruktur digital, mendukung pemerintahan digital, serta menciptakan masyarakat digital.
Di samping itu, beragam komunikasi publik untuk menyukseskan acara-acara bertaraf internasional juga dihadirkan baik untuk masyarakat di ruang digital maupun secara langsung sebagai langkah menyukseskan program prioritas yang selaras dengan visi transformasi digital. Berkaca dari hal tersebut, Budi berpendapat penambahan anggaran diperlukan agar program-program tersebut bisa berjalan dengan lebih efektif.
Salah satu fungsi pengajuan tambahan anggaran itu dialokasikan sebagai dukungan komunikasi publik acara-acara bertaraf internasional seperti Diseminasi World Water Forum 2024, Pekan Olahraga Nasional dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024. Selain itu, Kementerian Kominfo juga akan mengalokasikan anggaran untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Baca Juga: Alokasi Anggaran Kominfo 2024 Dapat Rp14,84 Triliun, Buat Apa Aja?
Tambahan Dana untuk Anggaran Kominfo tahun 2024

“Penyediaan TIK antara lain untuk penyediaan kapasitas satelit dan akses internet. Selanjutnya keperluan operational and maintenance infrastruktur TIK, tata kelola pengendalian penyelenggaraan sistem elektronik dan OM PSRE Induk,” imbuh Budi.
Usulan penambahan anggaran menurut Budi penting agar Kemenkominfo juga bisa meningkatkan layanan publik yang dimiliki Kementerian tersebut. Beberapa di antaranya seperti pengembangan Laboratorium BBPPT, optimalisasi penyediaan spektrum frekuensi radio untuk layanan publik, Pengembangan Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Pos dan Penyiaran.
Selanjutnya, dana itu juga digunakan untuk Perencanaan Strategis Universal Service Obligation (USO), pengadaan Digital Talent Scholarship (DTS), dan menguatkan Sistem Layanan Informasi Publik Integrasi Komisi Informasi Pusat. “Secara total, alokasi anggaran Kementerian Kominfo tahun 2024 mendatang, rinciannya terdiri dari rupiah murni sebesar Rp2,83 3 Triliun, PNBP Rp6,16 Triliun, PHLN sebesar Rp2,28 Miliar dan BLU sebesar Rp3,58 Triliun,” jelas.
Dia menegaskan Kominfo berkomitmen untuk menjaga pengelolaan anggarannya bisa optimal dan akuntabel. “Kita harus belanja yang lebih baik, lebih berkualitas, tepat sasaran dan bisa terukur dampaknya,” pungkasnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




