alexa

Merajutindonesia.id Cara PANDI Lestarikan Aksara Nusantara

Jakarta, Gizmologi – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) meluncurkan laman situs web merajutindonesia.id sebagai Big Data bagi literasi sastra yang ada di Indonesia. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pembelajaran, sekaligus upaya melestarikan aksara Nusantara.

Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo mengatakan pada era digital sekarang ini pembelajaran aksara tidak hanya dilakukan melalui buku-buku atau media konvensional, namun sudah bertransformasi ke ranah digital.

“Salah satu program Merajut Indonesia adalah Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN) yaitu memperkenalkan aksara nusantara di perangkat digital. Supaya masyarakat dapat mengetahui keragaman aksara dan langsung mencobanya di perangkat digital,” kata Yudho, dalam pernyataan persnya.

Dalam pengelolaan dan pengembangan program MIMDAN, PANDI tidak bekerja sendirian, bersama sejumlah pihak, baik komunitas, media, dan pegiat aksara untuk bersama-sama mengembangkan program ini. Upaya ini dilakukan dengan memperkenalkan pembuatan website menggunakan aksara Nusantara, hingga digitalisasi aksara di beberapa daerah.

Termasuk pengumpulan referensi aksara Nusantara, baik pembuatan fonta (font), standardisasi aksara (SNI/ISO), hingga pendaftaran aksara ke UNICODE. Sehingga implementasi aksara dalam berbagai perangkat yang didaftarkan ke ICANN (The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) bisa diadaptasi mengikuti perkembangan zaman.

“Bulan ini MIMDAN meluncurkan website versi terbaru dengan konsep yang lebih visioner, terstruktur, memiliki basis data yang mudah dikembangkan, dan tentu saja dapat berjejaring dengan aplikasi lain. Ke depannya, web MIMDAN akan dikembangkan menjadi pusat data bahasa dan aksara Nusantara,” ujar Fajar Yugaswara selaku staf PANDI.

Baca Juga: Ungguli Vietnam, 534 Ribu Web di ASEAN Pakai Domain Indonesia (.id)

Digitalisasi Aksara Nusantara

PANDI Merajut IndonesiaMenurut Fajar, ada banyak fitur yang ditambahkan dalam situs web versi terbaru. Sebut saja fitur “Unicode Aksara Nusantara”, yang memungkinkan pengunjung dapat melihat sejarah aksara nusantara dari masing-masing aksara. Demikian pula informasi digitalitasi aksara tersebut, misalnya status Unicode, fon Unicode yang tersedia, pendaftaran ke BSN, dan sebagainya.

“Keberadaan website merajutindonesia.id ini merupaka respons terhadap globalisasi dan modernisasi dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi ciri suatu masyarakat Indonesia. MIMDAN akan terus berupaya agar generasi berikutnya tetap bisa mengetahui aksara Nusantara melalui platform digital,” tambah Fajar.

Sampai saat ini sudah ada beberapa aksara yang tercatat di Unicode, yaitu Bali, Sunda, Jawa, Lontaraq (Bugis), Batak dan Rejang (Surat Ulu).  Rencananya website merajutindonesia.id akan diluncurkan pada 2 September 2021.

Tinggalkan komen