Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Tingkatkan Keamanan, Mitra Gojek Kini Bisa Langsung Lapor Order Fiktif

2 169

Sudah memasuki bulan ke-8 kita berada di masa pandemi. Mungkin Gizmo friends juga sudah terbiasa dengan rutinitas-rutinitas baru, memanfaatkan layanan pesan antar maupun aplikasi seperti Gojek untuk mengirim barang, menjual maupun memesan makanan dan lainnya. Agar tetap aman supaya bisa terus berada di dalam rumah.

Dengan intensitas yang meningkat, tentu perlu diperhatikan faktor kenyamanan maupun keamanannya. Tak hanya untuk pengguna saja, namun juga mitra Gojek dalam bekerja. Untuk itu,mereka meperkuat teknologi Gojek SHIELD, kali ini hadir dengan fitur baru yang sangat membantu mitra driver-nya dalam mengatasi penipuan.

Mungkin tak hanya 1-2 kali saja, Gizmo friends yang aktif di media sosial melihat postingan seorang driver yang rugi setelah menerima order fiktif dari pengguna tak bertanggung jawab. Untuk atasi permasalah tersebut, dihadirkan inovasi terbaru berupa fitur Lapor Ofik (order fiktif), serta teknologi untuk mendeteksi perangkat ilegal secara otomatis.

Baca juga: Promo Hari Jadi GoFood Rayakan Ulang Tahun ke-10 Gojek

Teknologi Gojek SHIELD Ditingkatkan Demi Keamanan Bersama

Diskusi Webinar Inovasi Terbaru Gojek SHIELD
(searah jarum jam) Head of Driver Operations – Trust & Safety Gojek – Kelvin Timotius, Moderator – Ircham, Senior Vice President Corporate Affairs Gojek – Rubi Purnomo, dan Pakar IT dan Ahli Keamanan Digital dari Swiss German University – Charles Lim saat diskusi inovasi terbaru Gojek SHIELD melalui Zoom Webinar pada Selasa (13/10).

Dengan fitur dan teknologi baru ini, diharapkan kenyamanan mitra selalu terjaga saat bekerja. Yang nantinya turut tingkatkan kualitas layanan bagi pengguna ekosistem Gojek secara keseluruhan. Lewat sebuah sesi diskusi webinar yang diadakan Selasa kemarin (13/10), Kelvin Timotius, Head of Driver Operations – Trust & Satefy Gojek turut jelaskan tujuan dihadirkannya dua fitur ini.

“Teknologi machine learning dan kecerdasan buatan telah kami manfaatkan untuk mendeteksi serta menindak berbagai tindakan curang yang merugikan mitra driver, termasuk di antaranya order fiktif dan pengguna perangkat ilegal,” jelas Kelvin. Sebelumnya, teknologi sejenis juga sudah digunakan untuk tingkatkan keamanan mitra, seperti verifikasi wajah dan penyamaran nomor telepon.

Tampilan fitur lapor order fiktif Gojek

Lewat fitur Lapor Ofik, mitra driver dapat laporkan order fiktif langsung dari aplikasi driver, tanpa harus menelpon call center. Dengan AI dan machine learning, dalam waktu kurang dari 2 menit setelah laporan dibuat dari aplikasi, sistem secara otomatis membatalkan order yang terindikasi fiktif. Sehingga mitra dapat langsung kembali menerima order berikutnya.

Sementara untuk teknologi pendeteksian perangkat ilegal, aplikasi Gojek dapat mendeteksi dan menindak secara otomatis mitra yang menggunakan perangkat ilegal. Yang dimaksud adalah mereke yang gunakan aplikasi seperti Fake GPS dan mod app, atau aplikasi yang telah dimodifikasi.

Gojek & Polda Metro Jaya Tangkap Pembuat Aplikasi Ilegal

Terkait dengan aplikasi modifikasi tersebut, AKBP Dhany Aryanda, Kepala Sub Direktorat Cyber Crime – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mendukung dan memberikan kabar hasil kolaborasi mereka dengan Gojek. Kedua pihak telah berhasil menangkap sindikat kriminal pembuat aplikasi ilegal yang beroperasi di Jabodetabek.

“Proses penyelidikan atas kasus ini telah selesai, dan saat ini para tersangka tengah menjalani proses peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kami mengapresiasi langkah cepat Gojek dalam melaporkan perkara ini sehingga dapat meminimalisir dampak kerugian yang menimpa masyarakat dan industri transportasi online secara umum.”

Untuk konsumennya, Gojek juga telah hadirkan fitur seperti tombol darurat (emergency button) serta fitur untuk membagikan perjalanan (share trip). Sementara untuk mitra, literasi dan edukasi terus dilakukan, serta imbauan dan peringatan agar mitra tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keamanan mereka.