Jakarta, Gizmologi – Setelah lebih dulu merilis beta Android 17 untuk perangkat Pixel awal bulan ini, Google kini diikuti oleh Motorola yang juga membuka program pengujian sistem operasi terbaru tersebut. Langkah ini cukup menarik perhatian, mengingat reputasi Motorola dalam beberapa tahun terakhir justru dikenal kurang cepat dalam menghadirkan pembaruan Android utama ke perangkatnya.
Melansir dari YTechB, program beta ini membuka peluang bagi pengguna untuk mencoba fitur Android generasi baru lebih awal. Namun seperti beta pada umumnya, versi ini masih berpotensi memiliki bug, fitur yang belum stabil, atau bahkan masalah kompatibilitas yang bisa mengganggu penggunaan harian. Karena itu, perangkat utama tetap tidak disarankan untuk menjalankan software tahap awal seperti ini.
Di sisi lain, keputusan Motorola untuk ikut lebih cepat dalam siklus pengujian Android17 memang bisa menjadi sinyal perubahan strategi perusahaan. Pertanyaannya, apakah kecepatan ini akan berlanjut hingga rilis versi stabil, atau hanya sebatas fase uji coba saja.
Baca Juga: Smartphone Lipat motorola razr 60 Hadir Resmi 25 Februari, Harga Rp11 Juta!
Perangkat yang Kebagian dan Akses Program

Saat ini program beta Android 17 Motorola masih terbatas pada beberapa model tertentu. Pengguna Motorola Edge (2025) di Amerika Serikat menjadi salah satu yang pertama bisa mendaftar. Selain itu, seri Moto G57 dan G57 Power juga ikut masuk daftar, dengan ketersediaan berbeda tergantung wilayah seperti Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan India.
Pendekatan bertahap ini sebenarnya cukup umum untuk pengujian Android 17 berskala besar. Produsen biasanya memilih perangkat tertentu dengan basis pengguna yang terkontrol agar proses evaluasi lebih mudah. Namun dari perspektif konsumen, cakupan yang terbatas juga bisa menimbulkan pertanyaan soal prioritas dukungan perangkat lain di portofolio Motorola.
Potensi Perbaikan Reputasi Update Motorola
Jika melihat dari sisi positif, program beta ini bisa menjadi langkah awal Motorola memperbaiki citra terkait update software. Dalam industri smartphone saat ini, kecepatan dan konsistensi pembaruan sistem operasi menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian, terutama di segmen menengah hingga flagship.
Meski begitu, skeptisisme tetap wajar. Sejarah menunjukkan bahwa mengikuti program beta tidak selalu berbanding lurus dengan rilis stabil yang cepat ke semua perangkat. Pengguna tentu berharap Motorola tidak hanya agresif di tahap awal, tetapi juga konsisten sampai distribusi final Android 17 nantinya benar-benar tersedia luas dan tepat waktu.
Pada akhirnya, program beta ini lebih terasa sebagai sinyal niat baik. Eksekusi jangka panjangnya yang akan menentukan apakah Motorola benar-benar berubah atau tidak.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



