Jakarta, Gizmologi – NOVA Esports berhasil menutup turnamen sebagai juara di KIS Season 4. Tim asal Malaysia tersebut berhasil berikan performa dengan dominasi yang sangat maksimal. Ini memang sudah menjadi bukti bahwa NOVA Esport layak menjadi pemenang pada turnamen tersebut.
Di partai puncak, NOVA Esports tampil dominan dengan menyapu bersih Nongshim RedForce dari Korea Selatan lewat skor 4–0. Hasil ini bukan hanya menunjukkan kekuatan NOVA Esports secara taktis, tetapi juga menegaskan jarak level permainan yang mulai terbentuk di antara tim-tim papan atas Honor of Kings. Pemain NOVA, Muci, dinobatkan sebagai FMVP berkat performanya yang konsisten sepanjang final.
Meski begitu, skor telak yang dibuat oleh NOVA Esports juga memunculkan catatan tersendiri. Grand Final yang relatif satu arah bisa menjadi sinyal bahwa keseimbangan kompetisi masih perlu diperbaiki, terutama jika Honor of Kings ingin mempertahankan daya tarik turnamen di level internasional.
Baca Juga: Road to EWC Resmi Diluncurkan, Upaya Menyatukan Esports Global dalam Satu Musim Kompetisi
Dominasi NOVA dan Pertumbuhan Kompetisi Global

Kemenangan NOVA Esports memperlihatkan bagaimana ekosistem Honor of Kings berkembang pesat di Asia Tenggara. Malaysia dan Filipina kini muncul sebagai kekuatan baru, tidak hanya di kategori utama, tetapi juga di skena perempuan melalui Honor of Kings Women’s Series 3, yang dimenangkan HYVE dari Filipina.
Partisipasi tim dari berbagai negara dan wilayah menunjukkan skala global Honor of Kings yang terus meluas. Sepanjang musim 2025, ekosistem esports game ini menjangkau lebih dari 124 negara dengan puluhan ribu tim terdaftar. Angka tersebut menggarisbawahi popularitas Honor of Kings sebagai MOBA mobile dengan basis kompetitif yang masif.
Namun, pertumbuhan cepat ini juga menuntut konsistensi kualitas. Tantangan terbesar ke depan adalah memastikan jalur kompetisi dari level grassroots hingga profesional tetap relevan dan kompetitif, bukan sekadar ramai secara kuantitas.
Esports, Budaya, dan Ambisi Jangka Panjang
KIS Season 4 tidak hanya menonjolkan pertandingan, tetapi juga pendekatan hiburan dan budaya. Opening ceremony bertema wayang, penampilan musisi, hingga atmosfer festival di venue memperlihatkan upaya Honor of Kings memadukan esports dengan identitas lokal Indonesia.
Di sisi strategis, Honor of Kings mengumumkan peta jalan esports 2026 yang lebih ambisius, termasuk integrasi liga regional, perluasan Women’s Series, hingga kehadiran di Asian Games 2026 sebagai cabang resmi perebutan medali. Investasi sekitar US$5,9 juta untuk ekosistem kreator di Indonesia juga menegaskan posisi pasar lokal sebagai salah satu fokus utama.
Meski menjanjikan, ambisi besar ini tetap perlu diimbangi dengan pembinaan talenta yang merata dan kompetisi yang seimbang. Tanpa itu, dominasi segelintir tim berpotensi membuat ekosistem terasa timpang. KIS Season 4 menjadi pembuka yang kuat, tetapi tantangan sesungguhnya ada pada keberlanjutan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



