Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

NVIDIA Akuisisi Arm dari SoftBank, Gelontorkan Dana Rp598 Triliun

0 1.291

Ketika sebuah perusahaan teknologi multinasional perakit chip grafis atau GPU terkemuka mencoba mengakuisisi salah satu perakit chipset yang hampir digunakan di seluruh smartphone maupun perangkat elektronik lainnya di dunia. Hal tersebut baru saja terjadi secara resmi pada hari Minggu (13/9), dimana NVIDIA telah mengakuisisi Arm senilai USD 40 miliar.

Setelah menjadi spekulasi beberapa minggu belakangan, NVIDIA mengumumkan akuisisi tersebut lewat sebuah postingan di situs resminya, membeli Arm Holdings dari SoftBank Group Corp. (SBG) dan SoftBank Vision Fund (atau tergabung dalam “SoftBank”). Transaksi tersebut akan segera diselesaikan dalam waktu dekat, dan diharapkan dapat mendatangkan keuntungan yang mutual untuk kedua pihak.

Dengan keunggulan platform komputasi kecerdasan buatan yang dimiliki NVIDIA, serta pertumbuhan ekosistem Arm yang sangat cepat, keduanya dinilai dapat menghasilkan sebuah perusahaan komputasi yang unggul di era artificial intelligence (AI), mengakselerasi perkembangan inovasi sembari menambah pasar yang semakin luas serta berkembang dengan sangat cepat.

Baca juga: 10 Tren Teknologi 2020 Versi Alibaba: AI, IoT dan 5G Berkembang Pesat

NVIDIA dan Arm Siap Kembangkan Teknologi AI Bersama

Jensen Huang
Founder & CEO NVIDIA, Jensen Huang.

Founder dan CEO NVIDIA, Jensen Huang mengatakan jika AI adalah kekuatan teknologi paling tinggi saat ini, telah meluncurkan gelombang komputasi baru. “Di tahun-tahun mendatang, triliunan komputer yang menjalankan AI akan menciptakan IoT baru, yang ribuan kali lebih besar daripada Internet-of-People saat ini. Kombinasi kami akan ciptakan perusahaan yang diposisikan secara luar biasa untuk era AI.”

Jensen juga mengapresiasi tim di Arm yang telah membangun perusahaan luar biasa, telah berkontribusi pada hampir semua pasar teknologi di dunia. Menyatukan komputasi AI milik NVIDIA dengan ekosistem luas CPU Arm, keduanya dapat memajukan komputasi dari cloud, smartphone, PC, mobil tanpa pengemudi dan robotika, memperluas komputasi AI di dunia.

Selain NVIDIA, SoftBank juga tentunya meraup keuntungan yang besar, berhasil mendapatkan profit setidaknya kurang lebih 8 miliar dolar. Profit tersebut didapatkan hanya dalam kurun waktu empat tahun saja, setelah mengakuisisi ARM di tahun 2016 senilai 32 miliar dolar. SoftBank pun masih akan menjadi pemegang saham, meski dikabarkan tak lebih dari 10%.

Membutuhkan Waktu Lebih dari Satu Tahun

Arm NVIDIA

Proses akuisisi tentunya akan berjalan secara bertahap. Pihak SotBank bakal menerima 2 miliar dolar untuk penandatanganan kontrak. Setelah itu, NVIDIA akan berikan dana cash senilai 10 miliar dolar, dan sisa 21,5 miliar dolar dalam bentuk saham saat penutupan akuisisi. Juga termasuk kompensasi ekuitas senilai 1,5 miliar dolar untuk karyawan Arm saat ini, yang jumlahnya lebih dari 6.000 orang.

Karena strukturnya yang kompleks, proses ini diperkirakan akan selesai dalam waktu kurang lebih 1,5 tahun, termasuk dengan penyelesaian regulasi dan persetujuan lainnya. Wajar saja, lisensi maupun teknologi dari Arm banyak digunakan oleh brand lain, sebut saja Apple, Samsung, Huawei dan Qualcomm yang gunakan Arm untuk CPU di chipset-nya.

Arm akan tetap berpusat di Cambridge, UK. Namun NVIDIA bakal mengekspansi lokasi pusat tersebut dengan membantu fasilitas riset AI kelas dunia. Dengan fasilitas baru tersebut, NVIDIA dan Arm akan mendukung perkembangan berbagai macam lini, termasuk kesehatan (healthcare), sains, robotika, kendaraan tanpa kemudi dan lainnya.