OpenAI telah meningkatkan kemampuan ChatGPT Voice mereka. Kali ini, pembaruan tersebut bukan hanya menghadirkan model AI lebih pintar atau suara lebih natural.
Akan tetapi, serangkaian fitur baru yang diumumkan membuat ChatGPT Voice mampu menjalankan berbagai tugas hanya lewat percakapan suara.
Baca Juga: Cara Bikin Foto ala Era 80-an yang Viral di Instagram Pakai ChatGPT
Hanya dengan perintah suara pengguna, model AI ini bisa membuat dokumen, menulis email, hingga berinteraksi dengan aplikasi terhubung ke akun pengguna.
Langkah tersebut menandai perubahan penting dalam strategi OpenAI. Jika sebelumnya fitur suara ChatGPT ini lebih banyak digunakan untuk berbicara dengan AI, kini OpenAI ingin pengguna dapat menyelesaikan pekerjaan hanya dengan berbicara kepada AI.
OpenAI Bawa Agentic AI ke ChatGPT Voice
Lewat update terbarunya, perusahaan menghadirkan tiga peningkatan utama untuk fitur voice AI OpenAI ini. Pertama, ChatGPT Voice kini sudah mendukung model GPT-6, termasuk GPT-6 Astra yang dirancang untuk menangani tugas lebih kompleks seperti riset, coding, dan masih banyak lagi.
Fitur baru ChatGPT yang kedua adalah dukungan plugin. Dengan ini, pengguna bisa mengakses layanan dan aplikasi telah terhubung ke akun masing-masing tanpa harus meninggalkan mode percakapan suara.

Ketiga, ChatGPT Voice kini tersedia di ChatGPT Work untuk web dan perangkat mobile. Ini semakin memperluas penggunaan suara AI ke beragam skenario.
Sekilas pembaruan tersebut mungkin terlihat seperti tambahan fitur biasa. Namun jika digabungkan, arah yang dituju OpenAI sebenarnya jauh lebih besar: mengubah mode suara ChatGPT menjadi antarmuka utama untuk bekerja dengan AI.
Bisa Buat Dokumen dan Nulis Email Lewat Suara

Salah satu perubahan paling menarik adalah hadirnya kemampuan agentic AI berbasis suara di aplikasi ChatGPT untuk perangkat mobile. Pengguna bisa langsung minta ChatGPT membuat dokumen, menulis email, merangkum percakapan Slack, hingga menjalankan berbagai tugas produktivitas lain hanya dengan instruksi suara.
OpenAI juga memungkinkan pekerjaan yang dimulai lewat percakapan suara di smartphone dilanjutkan melalui desktop tanpa perlu mengulang konteks dari awal.
Pendekatan ini berbeda dari chatbot tradisional yang hanya memberikan jawaban. OpenAI ingin AI tidak hanya memahami perintah, tetapi juga membantu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan pengguna.
ChatGPT Voice Kini Mendukung Plugin

Dukungan plugin menjadi salah satu pembaruan yang paling signifikan. Sebelumnya, banyak tugas lanjutan masih mengharuskan pengguna berpindah ke antarmuka chat biasa. Kini plugin dapat digunakan langsung saat berbicara dengan ChatGPT Voice.
Artinya, pengguna dapat meminta AI berinteraksi dengan layanan yang telah terhubung, seperti email, kalender, maupun aplikasi kolaborasi kerja.
Kemampuan ini membuat ChatGPT Voice tidak lagi berfungsi sebagai alat percakapan semata, melainkan sebagai pusat kendali berbagai layanan digital yang digunakan sehari-hari.
Gimana Gizmo friends, sudah ada yang cobain fitur baru ChatGPT Voice ini?
OpenAI Rilis ChatGPT Images 2.5

Di sisi lain, OpenAI baru saja memperbarui ChatGPT Images 2.5, di mana kemampuan model AI untuk membuat dan mengedit gambar diklaim semakin meningkat ketimbang generasi sebelumnya. Tak hanya itu, ChatGPT Images 2.5 menyoroti satu masalah yang kerap muncul ketika mengedit gambar dengan AI.
Adapun masalah tersebut adalah menjaga bagian sebenarnya tidak ingin diubah. Raksasa kecerdasan buatan ini mengklaim, kemampuan ChatGPT Images 2.5 dalam mempertahankan subjek dari foto referensi meningkat.
Mengutip keterangan resmi OpenAI, Jumat (11/9/2026), Images 2.5 mampu menghasilkan pencahayaan lebih natural dan tekstur detail. Perusahaan juga mengklaim, latensi pembuatan gambar diklaim turun hingga 50 persen dibaningkan Images 2.0.
Pembaruan Images 2.5 hadir ketika penggunaan fitur gambar OpenAI terus meluas. Menurut perusahaan, lebih dari 3 miliar gambar dibuat setiap minggu melalui ChatGPT Images dan model GPT-Image di API. Angka tersebut mencakup penggunaan di ChatGPT maupun layanan dibangun developer menggunakan API OpenAI.
Edit Gambar ChatGPT Images 2.5 Makin Presisi

Salah satu peningkatan utama Images 2.5 ada pada precision editing. OpenAI mengatakan, model baru ini lebih mampu mengubah elemen yang diminta pengguna tanpa ikut mengubah detail lain di sekitarnya.
Dalam praktiknya, pengguna bisa meminta perubahan pada satu objek, latar belakang, atau elemen teks sambil mempertahankan subjek dan komposisi gambar sudah sesuai. Kemampuan seperti ini juga ditujukan untuk workflow produksi yang membutuhkan konsistensi visual, termasuk materi produk dan aset dengan identitas merek tertentu.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

