Jakarta, Gizmologi – Peritel Erafone, PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) membukukan laba bersih perusahaan sebesar Rp1,01 triliun pada tahun 2021. Atinya pendapatan perusahaan tumbuh secara tahunan (year-on-year/YoY) sebesar 65,4% dari perolehan 2020, Rp612 miliar.
Pertumbuhan ini diikuti kenaikan penjualan sebesar 27,41% dari sebelumnya Rp34,11 triliun. Melesatnya laba bersih ERAA tidak lepas dari meningkatnya pendapatan perusahaan sepanjang 2021.
“Peningkatan pendapatan ini menunjukkan permintaan pasar atas produk handset masih terus diminati. Ini juga terlihat pada pertumbuhan volume penjualan handset dari 10,2 juta handset yang terjual di tahun 2020 meningkat menjadi 11,4 juta handset di 2021,” Wakil Direktur Utama Erajaya Hasan Aula, dalam keterangan tertulis, Senin (18/4/2022).
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi perusahaan, penjualan smartphone dan tablet masih menghasilkan kontribusi terbesar, yakni Rp 34,35 triliun atau 78,66% dari total pendapatan. Kenaikan penjualan juga terlihat pada segmen komputer dan peralatan elektronik lainnya yang meningkat dari Rp1,55 triliun menjadi Rp1,93 triliun.
Sementara segmen aksesori dan lain-lain naik dari Rp2,52 triliun menjadi Rp3,68 triliun. Hanya segmen produk operator yang mengalami penurunan, dari Rp4,0 triliun pada 2020 menjadi Rp3,49 triliun.
Tak hanya itu, penerapan registrasi IMEI di tahun 2020 berhasil mengubah lanskap industri handset di Indonesia, terutama dari sisi kestabilan harga dan gross margin, ketersediaan stock di market dan juga kompetisi yang lebih sehat antara pelaku pasar.
Ekspansi Penjualan Ponsel Erajaya

Di awal tahun ini, anak usaha Erajaya Group, yaitu Eraspace, mengumumkan joint ventures/JV bersama Grand Lucky Group untuk meluncurkan platform e-grocery. Kesepakatan itu merupakan bagian dari rangkaian JV sebelumnya yang mendirikan jaringan ritel swalayan Grand Lucky.
Sebagai langkah ekspansi, ERAA melalui anak usahanya, PT Erafone Artha Retailindo (Erafone) membentuk JV bernama PT Era Blue Elektronic bersama The Gioi Di Dong Joint Stock Company (The Gioi Di Dong), anak usaha dari Mobile World Investment Corporation di Vietnam.
“Erajaya kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan shareholder value dengan berekspansi ke lini bisnis baru. Penambahan lini bisnis baru ini akan didukung oleh asset, infrastruktur dan know-how untuk mendorong dan mencapai skala bisnis yang diharapkan guna menciptakan kinerja yang optimal,” tambah Hasan.
Di samping itu perusahaan juga melakukan penambahan 289 gerai sepanjang tahun 2021. Sehingga per 31 Desember 2021, Erajaya telah memiliki gerai ritel sebanyak 1.218 toko dengan 88 titik distribusi, serta kerja sama dengan lebih dari 66.000 reseller di wilayah Indonesia, Malaysia dan Singapura.
“Komitmen inilah yang menjadi fondasi Erajaya untuk dapat memberikan kepuasan pelanggan dengan menyediakan beragam produk dan layanan yang sesuai dengan tren dan gaya hidup modern,” tutup dia.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




