Jakarta, Gizmologi – Platform advanced analytics berbasis cloud, FICO, resmi tersedia bagi penggunanya di Indonesia. Teknologi yang dihadirkan FICO disiapkan untuk membantu lanskap bisnis, terutama perbankan di Indonesia.
Dattu Kompella selaku Managing Director FICO Asia Pacific, menjelaskan bahwa Platform FICO adalah solusi decision management. Melalui penyediaan advanced analytics (analisis tingkat lanjut) dan kemampuan artificial intelligence (AI), FICO memungkinkan transformasi perusahaan perbankan dalam meningkatkan pertumbuhan bisnisnya.
“(Solusi) kami memungkinkan perusahaan dan organisasi mengambil keputusan yang tepat, misalnya di sektor perbankan. Solusi kami meliputi data, analytics, wawasan (insight), dan keputusan (decision),” kata Dattu dalam presentasinya, Selasa (29/8/2023).
Langkah FICO menghadirkan solusi ini di Indonesia tak lepas dari dinamika lanskap bisnis di tanah air dan potensi kebutuhan akan analitik yang canggih. Terlebih satu dekade terakhir, FICO telah melayani pasar dengan solusi on-premise dan hosted, terutama bagi sektor perbankan dan lembaga jasa keuangan (LJK).
Sebagai informasi, berdasarkan studi terbaru Forrester Consulting yang diprakarsai oleh FICO, terungkap bahwa 84 persen responden di Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan strategi analisis tingkat lanjut (advanced analytics) dalam 12 bulan ke depan. Fakta ini tentu sejalan tren peran data yang dinilai semakin penting bagi bisnis.
“Dengan Platform FICO®, bisnis lokal dapat memperoleh wawasan yang tak ternilai, mengoptimalkan operasional, mencapai hasil bisnis yang berdampak, memperkuat hubungan dengan pelanggan, mendorong laju transformasi digital untuk tetap kompetitif, dan meningkatkan pertumbuhan—mencerminkan kesuksesan yang diraih oleh para pelanggan kami di berbagai wilayah dan di seluruh dunia,” jelas Dattu Kompella.
Dalam presentasinya, Dattu juga menjelaskan bahwa lebih dari 60 persen organisasi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Indonesia mengutarakan keinginan mereka untuk mengimplementasikan platform enterprise untuk datanya. Studi ini juga menyoroti sejumlah kendala teknologi yang dihadapi oleh LJK di Indonesia, di antaranya integrasi solusi dan teknologi legacy termasuk menemukan model AI/ML/advanced analytics yang sesuai.
Baca Juga: Pembiayaan Fintech Makin Besar, Investree Salurkan Rp21,92 Triliun ke UMKM
Platform Analitik Perbankan FICO

“Platform FICO saat ini melihat momentum yang signifikan dalam sektor jasa keuangan. Banyak bank terkemuka dan paling inovatif di dunia memilih platform ini sebagai esensi dari upaya transformasi digital mereka. Di Asia Pasifik, perusahaan-perusahaan seperti ANZ, AGL, Trust Bank, dan masih banyak lagi, telah mencapai hasil bisnis yang luar biasa,” paparnya.
Sementara Aashish Sharma, selaku Risk Lifecycle and Decision Management Lead, FICO Asia Pacific mengibaratkan Platform FICO sebagai “otak” dari bank, yang akan membantu bank menjawab pertanyaan-pertanyaan penting dan strategis bagi bisnis, misalnya “apa yang harus dilakukan selanjutnya bagi nasabah?”
Selanjutnya, menurut Aashish Sharma, platform ini mengusung berbagai kapabilitas yang meliputi empat pilar, yaitu data, insight, action, dan outcome, untuk berbagai use case dalam customer lifecycle.
“Misalnya, bank mampu mengidentifikasi dengan tepat nasabah yang memiliki risiko rendah dan memberikan benefit yang tepat bagi nasabah tersebut,” jelasnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




