Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Qlue: Big Data Beri Dampak Positif pada Layanan Publik & Korporasi

dalam tiga tahun terakhir, Qlue telah menerima lebih dari 1,5 juta laporan masyarakat di 15 kota.

Pemerintah daerah kian dituntut untuk terus meningkatkan layanan publik. Maka, lahirlah konsep smart city yang memanfaatkan teknologi digital. Salah satu perusahaan yang sangat concern di sektor ini adalah Qlue.

Untuk menggelar solusi smart city, startup lokal tersebut memaksimalkan pengolahan dan analisis data. Pemanfaatan big data ini diklaim bisa meningkatkan layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, mengurangi biaya operasional, meningkatkan produktivitas, serta meningkatkan akuntabilitas dan kinerja perusahaan.

Hal itu diungkapkan oleh Rama Aditya, Founder dan CEO Qlue, di acara Indonesia Lokadata Conference (ILOC) 2019 yang digelar di Jakarta (28/8/2019). Ia mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, Qlue telah menerima lebih dari 1,5 juta laporan masyarakat di 15 kota. Aplikasi ini juga mendeteksi lebih dari 5,5 juta objek mulai dari kendaraan hingga orang melalui computer vision QlueVision, dan mengintegrasikan lebih dari 1.500 jenis data dalam QlueDashboard.

“Data-data ini telah memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan korporasi multi industri mulai dari mengurangi titik banjir dari 8.000 menjadi 450 titik pada 2017 lalu dengan memanfaatkan data laporan warga melalui aplikasi Qlue hingga mengurangi biaya operasional perusahaan hingga 50% melalui peningkatan produktivitas dan akuntabilitas setiap karyawan,” kata Rama.

Rama Raditya, CEO dan Founder Qlue
Rama Raditya, CEO dan Founder Qlue

Khusus untuk DKI Jakarta yang menjadi pilot project, Rama mengatakan pihaknya telah membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah hingga 87%. Pada semester pertama 2019, Qlue menerima 58.762 laporan dengan 91% laporan ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI Jakarta. Tiga masalah utama yang saat ini masih dihadapi oleh masyarakat Jakarta adalah sampah liar, iklan liar, dan parkir liar dengan kontribusi sebesar 54%.

Related Posts
1 daripada 22

Keseluruhan data tersebut dapat dimanfaatkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk pengelolaan kota cerdas berkelanjutan dengan melakukan visualisasi data dan informasi yang penting bagi masyarakat, mulai dari data sebaran penyakit dan pencegahannya, hingga pemetaan wilayah kriminalitas di DKI Jakarta.

Dijelaskan lebih lanjut, data dan analisis yang dihasilkan dalam implementasi smart city juga dapat diaplikasikan ke berbagai sektor. Sebagai contoh, Qlue membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam proses pemulihan paska bencana dalam banjir Bima pada 2016 silam. Para relawan banjir menggunakan Qlue untuk melakukan pemetaan kerusakan fasilitas umum dan kebutuhan pengungsi dengan cara pelaporan melalui aplikasi Qlue.

Metode ini mampu mempercepat proses pemulihan kota Bima hingga 90% dalam tiga minggu, dari yang biasanya rata-rata berlangsung hingga dua bulan. Sejak saat itu, Qlue terus mendukung BNPB dalam setiap kegiatan pemulihan paska bencana.

Selain Big Data, Rama menjelaskan, Qlue juga memanfaatkan inovasi di bidang AI (artificial intelligence) dan IoT (Internet of Things) untuk memnbantu transofrmasi di berbagai instansi, baik swasta maupun pemerintah.

“Solusi teknologi kami seperti QlueVision, produk AI yang diimplementasikan di sistem CCTV untuk mengenali objek secara otomatis, QlueWork, aplikasi mobile untuk mengatur dan mengkoordinasikan pekerja di lapangan, dan Qlue Dashboard, platform integrasi data yang memberikan laporan secara real-time, bisa membantu para pemimpin dalam mengumpulkan data dan mengidentifikasi masalah di lapangan secara cepat, efektif, dan akurat,” ujar Rama.

Sebagai perusahaan yang menawarkan ekosistem smart city di Indonesia, yang juga memiliki berbagai solusi pintar dengan implementasi yang luas, Qlue berharap dapat mempercepat perubahan positif di seluruh dunia, dimulai dari Indonesia. Solusi smart city dari Qlue dapat membantu instansi pemerintahan dan bisnis untuk berani berubah dan berkembang mengikuti zaman dan tren teknologi, dan membantu merealisasikan Indonesia sebagai smart collaborative nation.