Riset Kredivo & Katadata: Pengguna Paylater Meningkat Sepanjang 2020

Bila bisa didapatkan secara mudah, kenapa harus ke luar rumah? Kalimat ini bisa dianggap sebagai ‘tema’ masyarakat dalam satu tahun belakangan. Selain kemudahan akses dan ketersediaan beragam jenis kebutuhan di situs e-commerce, adanya situasi pandemi juga membuat mereka enggan untuk membeli barang secara langsung di luar rumah.

Menjadi salah satu negara dengan perkembangan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia berkontribusi besar lewat e-commerce sebagai industri utamanya. Sepanjang tahun 2020, peningkatannya sangat tinggi, hasil akibat dari penyesuaian perilaku konsumen. Untuk lebih detilnya, pelaku bisnis maupun e-commerce perlu mengetahui tren bisnis yang ada saat ini demi tingkatkan peluang.

Sebagai salah satu metode pembayaran digital yang banyak digunakan masyarakat Tanah Air, Kredivo kini kembali luncurkan hasil riset tahunan edisi kedua bersama Katadata Insight Center. Membawa judul “Perilaku Konsumen E-Commerce Indonesia 2021”, di dalamnya terdapat analisa perilaku pembayaran konsumen dan penggunaan paylater di tengah pandemi.

Baca juga: Metode Pembayaran Paylater Kredivo Kini Hadir di Alfamart

Banyak yang Baru Gunakan Paylater Saat Pandemi

Koferensi pers Katadata - Kredivo
Konferensi pers Katadata & Kredivo yang dilaksanakan 9 Juli.

Dari hasil yang diambil menggunakan data primer 10 juta sampel transaksi, terlihat tren yang positif dan berubah. Data diambil dari enam e-commerce terbesar, dalam durasi sepanjang tahun 2020 dan diperkuat oleh survei daring, diharap dapat berikan gambaran terkait industri e-commerce. Dipastikan rata-rata nilai transaksi e-commerce naik pada hampir semua kategori produk dibandingkan tahun 2019.

Pengguna yang memakai metode pembayaran paylater juga meningkat selama pandemi, di mana 55% di antaranya merupakan pengguna baru. Alasannya sendiri beragam, selain untuk membeli kebutuhan mendesak, berbelanja dengan cicilan pendek, dan 41% lainnya gunakan fitur ini sekadar untuk mengatur pengeluaran bulanan atau cash flow.

Dalam sebuah seri pers virtual yang berlangsung pada 9 Juni lalu, Indina Andamari, VP Marketing & Communications Kredivo ungkapkan bila adanya pandemi menjadi suplemen masyarakat untuk beralih ke transaksi digital, menggunakan paylater sebagai metode pembayaran, selain juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap e-commerce.

Katadata - Kredivo

“Sebagai pelaku pembiayaan berbasis digital terdepan, tentunya kami optimis bahwa berbagai temuan ini dapat mendorong visi perusahaan untuk melayani 10 juta pelanggan pada 2025, melalui solusi pembiayaan yang cepat, terjangkau dan mudah diakses,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, juga turut hadir Mulya Amri selaku Expert Panel Katadata Insight Center (KIC).

Mulya menyampaikan, besarnya data dari Kredivo yang bisa mereka teliti membuatnya dapat melihat secara dekat perubahan maupun dampak yang terjadi di industri e-commerce dari 2019 – 2020. “Melalui pendekatan bottom up yang berdasarkan data primer, riset ini hadir sebagai pelengkap dari laporan yang selama ini hanya menggunakan pendekatan makro, tanpa menganalisis perilaku konsumen e-commerce secara lebih komprehensif.”

Produk Fashion Turut Minat, Gen X Lebih Rajin Belanja Daring

Katadata - Kredivo

Dari riset yang sudah dilaksanakan oleh Kredivo dan Katadata Insight Center, ditemukan beberapa fakta menarik. Selain peningkatan rerata nilai transaksi secara konsisten di hampir semua kategori produk, konsumen generasi X (kelompok umur 36 – 45 tahun) alami jumlah transaksi belanja daring hingga 19% pada 2020.

Dari volume transaksi produk, diketahui bila konsumen cenderung membeli produk yang memiliki tujuan untuk tingkatkan produktivitas, serta mengurangi belanja produk non-pokok. Ditunjukkan dari transaksi produk fashion yang turun dari 30% di 2019 ke 22% di 2020). Sementara kategori produk peralatan rumah tangga, makanan, isi ulang pulsa dan voucher naik.

Hampir 90% konsumen telah menyadari bila paylater bisa menjadi opsi pembayaran, dan 50% di antara penggunanya berencana untuk gunakan metode ini lebih sering dari sebelumnya, karena merasa sangat puas. Sementara untuk menarik agar berbelanja, promosi dan festival belanja masih dinilai efektif.

Tinggalkan komen