Jakarta, Gizmologi – Spekulasi soal Xbox generasi terbaru kembali mencuat setelah AMD memberi sinyal penting dalam laporan keuangan terbarunya. Meski tidak menyebut nama produk secara eksplisit, pernyataan dari CEO AMD Lisa Su soal pengembangan chip semi-custom untuk konsol langsung memancing perhatian industri dan gamer.
Bagi penggemar Xbox yang berharap Microsoft segera memperkenalkan konsol baru dalam waktu dekat, kabar ini cenderung jadi penahan ekspektasi. Pernyataan AMD mengindikasikan bahwa pengembangan masih berjalan, dan jadwal rilisnya belum berada di fase akhir. Artinya, generasi Xbox berikutnya tampaknya masih cukup jauh dari panggung peluncuran.
Di sisi lain, sinyal ini juga menunjukkan bahwa Microsoft tidak tergesa-gesa. Setelah Xbox Series X dan S dirilis pada 2020, siklus hidup konsol tersebut masih relatif muda. Dengan kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil dan fokus industri yang mulai bergeser ke layanan, Microsoft punya ruang untuk bermain lebih sabar.
Baca Juga: Sony Ajukan Paten Kontroler Adaptif Tanpa Tombol Fisik
Isyarat AMD dan Timeline yang Mengarah ke 2027

Dalam earnings call terbarunya, Lisa Su menyebut bahwa AMD masih mengerjakan SoC semi-custom yang akan digunakan untuk sebuah konsol. Meski tidak menyebut Xbox secara langsung, konteks kemitraan AMD dan Microsoft membuat arah spekulasi cukup jelas. Dengan jadwal pengembangan AMD saat ini, rilis pada 2027 dinilai masih realistis.
Jika asumsi tersebut tepat, maka peluang melihat Xbox baru sebelum 2027 nyaris tertutup. Bahkan, keputusan akhir tetap berada di tangan Microsoft, yang berarti jadwal tersebut masih bisa mundur tergantung strategi internal dan kondisi pasar. Bagi gamer, ini menjadi sinyal bahwa Xbox Series X dan S masih akan menjadi tulang punggung ekosistem Xbox dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, pendekatan ini juga punya sisi negatif. Siklus yang terlalu panjang berisiko membuat hardware tertinggal, terutama ketika kompetitor mulai memperkenalkan inovasi baru. Microsoft harus memastikan bahwa pembaruan software, performa game, dan dukungan layanan cukup kuat untuk menahan kejenuhan pasar.
Fokus Premium dan Tantangan Form Factor Baru
Microsoft dan AMD sendiri telah mengonfirmasi adanya kemitraan strategis jangka panjang untuk mengembangkan silicon bagi seluruh ekosistem Xbox. Menariknya, Microsoft sebelumnya menyebut bahwa Xbox generasi berikutnya akan mengarah ke pengalaman yang lebih premium, sekaligus mendukung berbagai form factor.
Pendekatan multi form factor ini membuka banyak kemungkinan, mulai dari konsol rumahan kelas atas hingga perangkat yang lebih ringkas atau fleksibel. Namun, strategi ini juga menantang. Semakin banyak varian perangkat, semakin kompleks pula optimalisasi game dan pengalaman pengguna yang harus dijaga tetap konsisten.
Selain itu, fokus pada segmen premium berpotensi mempersempit pasar. Harga konsol yang lebih tinggi bisa menjadi penghalang, terutama di wilayah yang sensitif terhadap harga. Microsoft perlu menyeimbangkan ambisi teknologinya dengan realitas pasar global, agar Xbox tetap relevan dan kompetitif.
Secara keseluruhan, sinyal dari AMD memberi gambaran bahwa Microsoft sedang merancang sesuatu yang matang, bukan sekadar pembaruan generasi biasa. Namun, menunggu hingga 2027 atau lebih juga berarti taruhan besar. Jika eksekusinya tidak tepat, penantian panjang ini bisa berubah dari strategi visioner menjadi risiko yang sulit ditebus.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



