Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Samsung Hibahkan 200 Galaxy A01 Core Kepada Siswa Kepulauan Bangka Belitung

0 1.630

Pandemi telah mengubah wajah dunia pendidikan secara signifikan. Memaksa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud) memberlakukan pembelajaran jarak jauh. Namun bukan perkara mudah untuk transformasi, karena masih ditemui berbagai kendala. Di antaranya adalah akses internet, dan belum semua siswa memiliki perangkat digital.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang dibagikan oleh SMERU Research Institute, setidaknya 4% siswa tidak memiliki perangkat digital untuk belajar. Sementara 38.9% tidak memiliki jaringan internet yang memadai.

Memahami kendala tersebut, Samsung Electronics Indonesia (SEIN) memberikan donasi berupa 200 unit Samsung Galaxy A01 Core lengkap dengan kartu SIM. Donasi smartphone tersebut diberikan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Drs. Naziarto, S.H., M.H. Smartphone seharga Rp1,2 jutaan tersebut akan disalurkan kepada 200 orang siswa yatim piatu dari SMA, SMK, Madrasah Aliyah, dan SLB di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Baca juga: Rekomendasi Samsung Galaxy A Harga Sejutaan untuk Belajar Online

Donasi Samsung Galaxy 01 Core untuk Siswa

Menurut Samsung, dipilihnya Galaxy A01 Core karena smartphone ini hadir dengan sistem operasi Android Go yang bisa menghemat data. Serta dilengkapi dengan kamera belakang 8MP dan kamera depan 5MP untuk membantu siswa merasa nyaman dalam belajar dan mengerjakan tugas sekolah.

Selain tentu harga yang paling murah di lini smartphone Samsung, yakni hanya Rp1,249 jutaan untuk harga resmi varian RAM 2GB. Di e-commerce, bahkan ada yang menjual Samsung Galaxy A01 Core hanya Rp1.085.000. Sehingga jika mengacu pada harga resmi, maka biaya yang dibutuhkan untuk donasi tersebut adalah Rp249.800.000. Tentu angka yang “kecil” bagi perusahaan multi nasional sekaliber Samsung.

Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, mengatakan pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup. Karenanya, kebutuhan fasilitas penunjang pendidikan, terutama di masa pembelajaran daring, merupakan hal penting untuk dipenuhi.

“Sayangnya, fasilitas penunjang tersebut sulit untuk dimiliki oleh siswa dengan kondisi ekonomi orang tua yang pas-pasan, atau bahkan siswa yang sudah tidak lagi memiliki orang tua. Dengan melakukan inisiatif penyediaan 200-unit Samsung Galaxy A01 Core ini, kami berharap dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para siswa yang kurang beruntung agar tetap bisa meraih cita-cita dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Ennita dalam siaran pers yang diterima Gizmologi (31/10).

Berkontribusi Pada Masyarakat Bangka Sejak 2017

Dukungan Samsung terhadap dunia pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bukanlah merupakan kali pertama. Sejak 2017, Samsung melalui kemitraan bersama Habitat for Humanity telah menjalankan 2 bentuk program sebagai kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, yaitu community development dan edukasi atau pendidikan. Kedua program ini memiliki nilai keseluruhan USD 750.000.

Program community development berfokus pada perbaikan 108-unit rumah tinggal tak layak huni disertai pelatihan konstruksi dasar, agar pemilik rumah bisa berkontribusi dalam memperbaiki rumahnya sekaligus menambah keahlian. Selain perbaikan rumah, Samsung juga membangun 5-unit fasilitas umum air bersih dan sanitasi, serta 1.554-meter saluran pembuangan ditambah sambungan air bersih untuk 200 rumah.

Berbagai macam pelatihan lainnya juga diberikan kepada masyarakat, mulai dari pelatihan tentang sanitasi dan kebersihan, edukasi keuangan, hingga pelatihan untuk meningkatkan mata pencaharian seperti budidaya jamur, ternak lele, dan ternak bebek petelur. Program-program pelatihan ini telah menjangkau hampir 500 orang di Desa Penagan, Bangka Belitung.

Sedangkan untuk program edukasi atau pendidikan, Samsung menjalankan program Samsung Smart Learning Class (SSLC) dengan memberikan fasilitas termasuk semua produk dan peralatan pendukung kepada SMA Santo Yosef – Pangkal Pinang. Tak hanya itu, Samsung juga melakukan renovasi sekolah Madrasah Da’arul Ulum di Desa Penagan yang terdiri dari renovasi ruang kelas, pengadaan toilet dan renovasi ruang guru.

“Program yang berjalan di Bangka Belitung sejak 2017 melalui kemitraan Samsung dan Habitat for Humanity, kini telah selesai secara keseluruhan. Kami berharap dengan berakhirnya program ini, seluruh manfaat dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Bangka Belitung, serta dapat berdampak besar dalam memperoleh penghidupan dan pendidikan yang layak, sekaligus dapat mempersiapkan para siswa untuk berkompetisi ke depannya”, tutup Susanto, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia.