Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Smartwatch WISH Buatan Indonesia Bisa Deteksi Dini Covid-19

2 3.650

Perangkat seperti smartwatch kini lebih diminati oleh masyarakat. Selain berfungsi utama sebagai penunjuk waktu, fitur kesehatannya dicari agar bisa ingatkan untuk tetap aktif berolahraga atau bergerak sepanjang hari. Penting terutama di situasi saat lebih sering di rumah, supaya terus beraktivitas alias nggak banyak rebahan.

Pada masa di mana angka positif Covid-19 tetap terus naik di Tanah Air, UMG IdeaLab mencoba menghadirkan smartwatch WISH. Perangkat wearable berupa jam tangan pintar ini dibuat dari Widya Imersif Teknologi (Widya Imersif), diklaim mampu memantau kesehatan pribadi pengguna, serta mendeteksi adanya virus Covid-19.

Smartwatch WISH terintegrasi dengan startup ProSehat dan Widya Analytics, sebagai bagian ekosistem startup UMG IdeaLab. UMG IdeaLab sendiri merupakan perusahaan venture builder besutan inovator teknologi, Kiwi Aliwarga. Ini adalah upayanya untuk kembangkan peran teknologi 4.0 dalam berbagai lini kehidupan, termasuk dalam bidang kesehatan.

Baca juga: ZTE Watch Lite, Smartwatch dengan Sensor SpO2 Harga Rp400 Ribuan

Smartwatch WISH Kombinasikan Sensor Serta Kemampuan AI

Smartwatch WISH

Dihadirkan sebagai salah satu solusi di masa pandemi, smartwatch WISH (Widya Smart and Health Watch) mengusung teknologi kecerdasan buatan (AI) dan internet of things (IoT), mudahkan penggunanya untuk memonitor kesehatan diri. Secara tampilan luarnya, perangkat ini terlihat mirip dengan salah satu wearable Fitbit. Miliki sudut bodi tumpul dengan strap berbahan rubber atau karet.

Bodinya sendiri terbuat dari material kerangka Zine Alloy (vacuum plating), dan tentunya, dibekali banyak fitur terkait kesehatan. Mulai dari mengukur suhu tubuh, detak jantung, kadar oksigen darah, tekanan darah, kadar kolesterol sampai gula darah. Juga fitur tambahan lain seperti pemantauan jam tidur, pengukur tingkat stress, plus statistik aktivitas dan kalori yang terbakar.

Untuk menampilkan statistik laporan kesehatan, smartwatch WISH tersambung ke smartphone menggunakan konektivitas Bluetooth dengan aplikasi healthtech, ProSehat. Nantinya data-data yang terkumpul akan dianalisa dan diterjemahkan otomatis, tersimpan di fitur rekaman medis pribadi di dalam aplikasi ProSehat.

KSP Moeldoko Tanggapi Positif Adanya Smartwatch WISH

Dalam sebuah rilis yang diterima Gizmologi (6/12), Managing Partner UMG IdeaLab, Kiwi Aliwarga mengatakan bila smartwatch WISH cocok digunakan untuk semua kalangan. “Jika ada pengguna lain dengan suhu tubuh abnormal di radius 30 meter, fitur geofencing pada WISH menandai dengan titik merah. Sehingga pengguna dapat lebih waspada.”

Bersama dengan Widya Imersif, startup berbasis Yogyakarta yang meluncurkan smartwatch WISH, keduanya telah beraudiensi dengan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) untuk membahas penanganan pandemi Covid-19, lewat produk berbasis AI dan IoT termasuk WISH. Lewat sebuah presentasi virtual, Kepala Staf KSP Jenderal (Purn.) Dr. H. Moeldoko menyampaikan impresi positifnya.

“Dari sisi penggunaan oleh komunitas, tim Paspampres masih bisa, cocok untuk menggunakan alat ini, menurut pandangan saya,” terang Moeldoko. Meski begitu, COO Widya Imersif, Yudistira Saptoaji tetap menyarankan pabila semua pihak terus mengingatkan kesehatan dirinya masing-masing, dengan berdisiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.