Jakarta, Gizmologi – Upaya industri gim untuk menghadirkan perangkat yang lebih inklusif terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Microsoft sempat mencuri perhatian lewat Xbox Adaptive Controller yang menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pemain dengan kebutuhan khusus. Kini, Sony terlihat ingin mengeksplorasi pendekatan berbeda melalui sebuah paten baru terkait desain kontroler adaptif.
Paten tersebut pertama kali disorot oleh Insider Gaming dan menggambarkan konsep kontroler PlayStation yang nyaris tanpa tombol fisik. Alih alih mengandalkan tombol dan stik analog konvensional, Sony membayangkan perangkat dengan permukaan sentuh dan sensor optik yang sepenuhnya dapat dikonfigurasi oleh pengguna.


Meski masih sebatas dokumen paten, ide ini memberi gambaran arah riset Sony di ranah aksesibilitas. Namun seperti banyak paten lain di industri teknologi, belum tentu konsep tersebut benar benar akan diwujudkan dalam produk komersial.
Baca Juga: Rumor: Sony Akan Merilis Playstation 6 dalam Konsep Handheld
Konsep Kontroler Adaptif Berbasis Sentuhan

Dalam paten tersebut, Sony menjelaskan kontroler yang mengandalkan permukaan sentuh dan sensor optik untuk mendeteksi interaksi pengguna. Sistem ini tidak hanya membaca sentuhan, tetapi juga pergerakan tangan, jari, atau ibu jari yang mendekati permukaan kontroler. Dengan pendekatan ini, pemain dapat membuat tata letak tombol virtual sesuai kebutuhan masing masing.
Sony juga menyebut kemungkinan penggunaan profil pengguna yang dapat dikenali secara otomatis. Profil ini akan menyimpan konfigurasi tombol, D Pad, hingga stik analog virtual. Menariknya, ukuran dan posisi kelompok tombol bisa diubah agar sesuai dengan ukuran tangan, bentuk jari, atau tingkat kemampuan motorik pemain.
Selain itu, permukaan sentuh memungkinkan kontrol berbasis gestur seperti usapan, cubitan, atau geseran. Secara teori, pendekatan ini membuka ruang personalisasi yang jauh lebih luas dibanding kontroler konvensional, terutama bagi pemain dengan kebutuhan aksesibilitas khusus.
Potensi dan Tantangan
Di sisi positif, konsep ini menunjukkan keseriusan Sony dalam memikirkan aksesibilitas yang lebih fleksibel. Kontroler tanpa batasan fisik berpotensi membantu pemain yang kesulitan menggunakan tombol tradisional, sekaligus menawarkan kebebasan desain input yang belum pernah ada sebelumnya.
Namun tantangannya juga tidak kecil. Banyak gamer masih mengandalkan umpan balik taktil dari tombol fisik untuk presisi dan kenyamanan bermain, terutama di genre kompetitif. Kontrol berbasis sentuhan sering dianggap kurang akurat dan mudah memicu input tidak sengaja.
Selain itu, belum jelas bagaimana daya tahan, latensi, dan ergonomi kontroler semacam ini jika digunakan dalam sesi bermain panjang. Untuk saat ini, paten tersebut lebih tepat dilihat sebagai eksperimen ide. Apakah Sony akan benar benar membawanya ke konsol PlayStation di masa depan, masih menjadi tanda tanya besar.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



