Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Kompetisi Ini Buka Peluang Startup Indonesia Ekspansi ke Korea Selatan

0 638

Korea Selatan tidak hanya dikenal dengan budaya pop culture Hallyu melalui K-pop dan K-drama yang mendunia, tetapi juga dengan kemajuan teknologinya. Dukungan dari pemerintah memiliki peran yang besar. Bahkan, belum lama ini pemerintah Korsel mengajak startup global, termasuk Indonesia untuk memperluas bisnisnya di Korea Selatan melalui program K-Startup Grand Challenge (KSGC).

Didukung oleh Kementerian UKM dan Startup Korea Selatan dan National IT Industry Promotion Agency (NIPA), program K-Startup ini kembali digelar dengan membuka pendaftaran hingga 25 Juni 2020. Program tersebut memberikan kesempatan bagi entrepreneur juga startup di Indonesia untuk ikut serta.

Bagi para startup lokal yang ingin ekspansi ke Asia khususnya Korea Selatan, tentu ini kesempatan yang sangat menarik untuk diikuti. Program K-Startup Grand Challenge menyediakan lima hadiah utama untuk lima pemenang tim teratas. Ini merupakan program pertama di Asia yang memberikan hadiah utama untuk 5 tim teratas. Tak hanya itu, pemenang terbaik akan mendapatkan hadiah tambahan senilai USD120.000 (sekitar Rp1,75 miliar) dan mentoring lebih lanjut untuk mengembangkan bisnisnya di Korea Selatan.

Program K-Startup Grand Challenge

K-Startup 2019
K-Startup Grand Challenge 2019

K-Startup Grand Challenge adalah program akselerator startup yang diselenggarakan dan dibiayai oleh pemerintah Korea Selatan. Program ini dihadirkan sejak 2016 sebagai inisiatif untuk mendukung berbagai startup global yang ingin berekspansi ke pasar Korea Selatan.

Startup terpilih akan mendapatkan sejumlah manfaat selama menjalani program tiga bulan, mulai dari peluang memperluas networking, mentoring dari ahli, dukungan pendanaan hingga pengembangan bisnis. Startup yang ingin mendaftar di KSGC harus berusia kurang dari 7 tahun dan memiliki visi yang jelas untuk berekspansi ke Asia melalui pasar Korea Selatan.

Bidang yang digeluti mulai dari Artificial Intelligence, Big-Data, Cloud computing, Networking, IoT, Robotics, Auto Tech, VR/AR/MR, Smart city, Kesehatan, Semiconductor, Lingkungan, 3D printing, Block chain, Fintech, Information Security, e-commerce, O2O, Logistik, Media dan lainnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2019, K-Startup Grand Challenge telah menerima 1.677 tim yang mendaftar dari 95 negara Eropa, Asia, dan Amerika. Di tahun ini, K-Startup Grand Challenge membuka kesempatan bagi 60 startup berbakat dan inovatif untuk menjadi bagian dari program peningkatan kualitas.

Nantinya, 60 tim terpilih akan berpartisipasi dalam program akselerasi mulai 1 September hingga 30 November 2020. Mereka akan menerima dana senilai USD10.840 untuk tim yang terdiri dari satu orang, dan USD15.490 untuk tim yang terdiri dari dua orang. Dana tersebut merupakan biaya hidup selama 3,5 bulan termasuk 2 minggu saat tim menjalani karantina.

Selanjutnya 30 tim terpilih harus mengikuti demo produk mulai 19 – 21 November 2020 dan mendapatkan mentoring lebih lanjut untuk pengembangkan bisnis pada Januari – April 2021. Mereka akan menghadiri “demo day” dan berhak menerima dana selama 3,5 bulan. Tim yang terdiri dari satu orang akan menerima USD10.840 dan USD15590 untuk setiap tim yang terdiri dari dua orang.

Setelah itu, akan dipilih lima startup teratas akan menerima hadiah dengan ketentuan hadiah pertama USD120.000, kedua USD60.000, ketiga USD30.000, keempat USD20.000, dan kelima USD10.000. Selain itu, startup yang ikut serta berpeluang mendapatkan akses ke venture capital lainnya atau investor guna mendapat pendanaan.

Tim yang ikut serta mendapat kesempatan tinggal dan bekerja di Startup Campus Korea di Pangyo, yang terletak di selatan Seoul. Mereka akan mendapatkan akses ke prototipe kelas dunia, fasilitas pengujian, hingga dukungan dari ahli di Pangyo Techno Valley, yang merupakan rumah bagi banyak lembaga penelitian teknologi tinggi dan perusahaan global besar. Tim startup juga akan mendapatkan ruang kerja yang lengkap besama pekerja magang di Korea, yang dapat membantu mengatasi kendala bahasa maupun budaya setempat.