Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Upaya GrabKios dan Porter Majukan Warung Tradisional dengan Logistik Digital

Menurut data Badan Pusat Statistik di tahun 2017, usaha mikro termasuk warung tradisional telah menyumbang 46% terhadap PDB ekonomi Indonesia. Potensi ini dilirik oleh Kudo, yang sejak 7 November 2019 bertransformasi menjadi GrabKios.  Rebranding ini ditargetkan untuk meningkatkan layanan perusahaan dengan jaringan mitra terbesar di Indonesia ini menjadi sebuah Warung Digital Serba Bisa.

Sebagai warung digital serba bisa, GrabKios melayani pembayaran pulsa dan tagihan, menabung emas, hingga pengiriman paket. Tak hanya itu, Grabkios juga mengumumkan kolaborasi strategis dengan Porter sebagai partner logistik.

Porter sendiri adalah perusahaan logistik digital yang turut berpartisipasi dalam memajukan warung tradisional. Dengan menggandeng Porter, warung-warung GrabKios kini dapat menerima paket untuk pengiriman kemana saja se-Indonesia dan mendapatkan komisi hingga 25% untuk setiap transaksi.

Nacitta Kanyandara, Head of Commercial and Business Expansion GrabKios mengatakan Porter sebagai partner tidak hanya membantu memajukan warung tradisional di Indonesia, namun juga memajukan perekonomian Indonesia dimulai dari UMKM. “Ke depannya kami berharap warung tidak hanya mengirimkan, tetapi juga dapat menerima barang. Sehingga pemilik warung dapat mendapatkan penghasilan tambahan dari Porter,” ujarnya.

Baca juga: ASUSPRO D540MC, PC Desktop Tangguh untuk UKM

agen porter
Agen Porter

Porter disebut memiliki beberapa keunggulan, antara lain: booking berbagai layanan pengiriman paket yang mudah lewat aplikasi, waktu pengambilan barang yang fleksibel dan gratis, asuransi pengiriman barang.

Sebagai informasi, pada pertengahan 2019 ini, Porter meluncurkan program Agen Porter. Program ini adalah bentuk kemitraan dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM), di mana lisensi keagenan sama sekali tidak dipungut biaya. Para Agen Porter bisa menerima dan mengirimkan paket melalui aplikasi, sehingga proses pengiriman barang menjadi terdigitalisasi dan lebih mudah.

“Kami percaya dengan membantu warung tradisional tidak saja meningkatkan perekonomian Indonesia tetapi juga dapat mensejahterakan pemilik usaha mikro dengan meningkatkan usaha mereka dan tumbuh bersama,” ujar Richard Cahyanto, CEO dan Co-Founder Porter.