Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Akuisisi Saham Mbiz, Investree Bidik Pembiayaan UKM dalam Ekosistem E-Procurement

0 533

Bisnis Lippo Group di sektor terkait teknologi digital semakin surut. Pada Nobember tahun lalu, konglomerasi yang didirikan oleh Mochtar Riady ini menutup e-commerce Mataharimall. Disusul dengan tutupnya Bolt 4G LTE pada akhir tahun 2018. Kemudian rencana penjualan saham OVO yang mengemuka di November 2019, hingga rencana pembelian First Media oleh MNC Group pada awal Desember tahun ini.

Kabar terbaru, menjelang tutup tahun 2019 ini, Investree melakukan akuisisi saham Mbiz, e-commerce milik Lippo Group yang fokus di B2B (Business to Business). Namun sayangnya tidak diungkapkan berapa nilai saham yang diakuisisi, termasuk sebagian atau keseluruhan. Tentu bukan sekadar akusisi, namun mereka langsung melakukan kolaborasi dengan memanfaatkan kemampuannya masing-masing. Di mana Mbiz adalah pemain di business-to-business (B2B) e-procurement, sedangkan Investree merupakan perusahaan fintech-marketplace lending. Sektor yang pertama dibidik adalah UKM (Usaha Kecil Menengah).

Adrian Gunadi, Co-Founder & CEO Investree mengatakan UKM yang berkembang dapat menikmati proses pengajuan pinjaman yang seamless dengan memanfaatkan integrasi teknologi antara Mbiz dan Investree. “Kami sekaligus mengumumkan bahwa Investree resmi melakukan akuisi atas saham PT Big Ecommerce Bersama (Mbiz). Kami berharap akan tercipta lebih banyak batu lompatan bagi kedua perusahaan sekaligus inovasi-inovasi dalam mengembangkan UKM, memantapkan ekosistem digital, dan mewujudkan inklusi keuangan,” ujar Adrian.

Keduanya berkolaborasi secara eksklusif untuk memberikan akses pinjaman yang lebih mudah dan cepat bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dalam hal ini vendor yang tergabung dalam ekosistem e-procurement Mbiz. Mereka melakukan optimalisasi pemanfaatan besarnya peluang dari kegiatan pengadaan B2B. Di mana untuk mengantisipasi ketersediaan modal produksi akibat termin pembayaran yang tidak bersahabat dengan cash flow, layanan finansial dari Investree siap dimanfaatkan oleh penyedia barang dan jasa untuk mengakselerasi kontinuitas produksi.

Menurut Adrian, dukungan pendanaan bagi UKM sangat kritikal jika melihat kesenjangan antara besarnya potensi kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi nasional dengan terbatasnya akses peminjaman permodalan atau pembiayaan untuk produksi. Diestimasikan, hampir 80% pelaku UKM belum memiliki akses terhadap pembiayaan bank karena belum bisa memenuhi persyaratan “creditworthiness” yang menjadi standar kelayakan pemberian kredit. Salah satu penyebabnya adalah banyak UKM yang tidak memiliki agunan yang disyaratkan.

Baca juga:Mbizmarket Integrasikan Marketplace B2B dengan Solusi e-Procurement

Sementara Rizal Paramarta, CEO Mbiz, mengatakan kerja sama ini memiliki makna yang luas dan strategis. Selain memperkuat komitmen bisnis Mbiz yang merupakan trendsetter dan enabler B2B marketplace di Indonesia, juga mengintegrasikan fasilitas transaksional, direktori, dan solusi total pengadaan barang dan jasa elektronik. Serta upaya menjadi ekosistem pengadaan di Indonesia termasuk kalangan UKM.

Dijelaskan lebih lanjut, selain dapat dimanfaatkan oleh perusahaan penyedia barang dan jasa untuk pengadaan B2B, layanan finansial Investree di Mbiz.co.id dan Mbizmarket.co.id juga dapat dimanfaatkan sebagai solusi efektif bagi perusahaan atau lembaga pembeli barang dan jasa yang mengalami kesenjangan waktu untuk melakukan pembayaran ke vendor. Di mana kebutuhan akan barang atau jasa yang ditransaksikan dalam kondisi yang mendesak.

Baik Mbiz maupun Investree menyadari bahwa UKM merupakan kunci dari transformasi digital sekaligus pertumbuhan ekonomi digital bagi Indonesia. Sekarang, baru 8% dari 3,92 juta dari total 59,2 juta pelaku UKM yang telah go online.  Dilansir dari Katadata, melalu aksi korporasi ini Investree menargetkan bisa menyalurkan pinjaman Rp 270 miliar ke UKM  pada Kuartal I 2020.