Jakarta, Gizmologi – Awal tahun 2024 ini diwarnai dengan aksi layoff sejumlah starup. Salah satu yang terbaru, perusahaan teknologi finansial Xendit PHK (pemutusan hubungan kerja) karyawannya. Berdasarkan bocoran di akun Instagram @ecommurz (22/1), startup fintech yang menyediakan solusi pembayaran untuk bisnis di Indonesia ini melakukan PHK pada setidaknya 200 karyawan.
Akun Ecommurz tersebut menunjukan story Instagram yang menunjukan tangkapan layar Direct Message ke akun tersebut, ia membocorkan Xendit PHK 200 orang dari 871 ke 671. Tentunya ini menjadi kabar buruk setelah kabar Google dan Lazada layoff di industri teknologi.
Xendit pun memberikan konfirmasi terkait hal tersebut kepada Gizmologi. Mikiko Steven, Managing Director Xendit Indonesia mengatakan bahwa PHK ini dilakukan untuk menyeimbangkan organisasi dan memaksimalkan ketahanan jangka panjang perusahaan.
“Xendit telah melakukan penyeimbangan organisasi untuk memaksimalkan ketahanan jangka panjang perusahaan dan mendukung fokusnya pada peningkatan profitabilitas,” ujar Mikiko.
Baca Juga: Xendit Catat Tren Pengguna Paylater Tumbuh 10 kali Lipat di 2022
Xendit PHK Karyawan, Ucap Terima Kasih Kepada Pekerja Terdampak

Terkait aksi Xendit PHK karyawan, Mikiko mengucapkan terima kasih kepada semua anggota timnya atas kontribusi yang terdampak terhadap kesuksesan dan pertumbuhan Xendit sepanjang perjalanan perusahaan. Ia juga mengaku bahwa memilih mengurangi pekerja di perusahaan adalah proses yang sulit.
“Proses ini sulit dilakukan, namun kami merasa perlu untuk menyelaraskan sumber daya dengan strategi bisnis, mengoptimalkan efisiensi tim kami, dan memastikan bahwa kami berada pada posisi terbaik untuk mengejar peluang pertumbuhan baru,” jelasnya.
Ia juga meyakinkan bahwa keputusan ini tak akan berdampak pada komitmen perusahaan. Xendit memiliki komitmen untuk memberdayakan klien dan membangun solusi fintech yang inovatif.
“Kami tetap menjadi gerbang pembayaran terkemuka di Indonesia dan Filipina, dan kami berharap dapat membangun infrastruktur pembayaran di seluruh Asia Tenggara,” terangnya.
Dari informasi tambahan Ecommurz, kabar Xendit PHK ini diinformasikan langsung oleh sang CEO pada saat townhall atau meeting besar perusahaan. Tanpa panjang lebar, sang CEO menjelaskan langsung akan terjadi pemutusan hubungan kerja. Adapun Moses Lo, tercatat sebagai Co-Founder & CEO of Xendit.
Kiprah Xendit di Industri Fintech
Perjalanan panjang Xendit dari sebuah startup hingga menjadi unicorn tentunya tidak mudah. Berawal dari mencari investasi atau pendanaan hingga besar dan tersandung kurangnya profitibilitas mungkin bisa dikatakan sebagai jatuh bangun Xendit. Untungnya perusahaan memilih untuk tetap lanjut dan semoga perjalanan Xendit tetap berlanjut di masa yang akan datang.
Xendit kini beroperasi di Indonesia, Filipina, dan Asia Tenggara, mulai dari UMKM, startup, e-commerce hingga perusahaan besar. Xendit memungkinkan bisnis untuk menerima pembayaran, menjalankan marketplace dan banyak lagi, melalui platform integrasi yang mudah dan didukung oleh layanan pelanggan selama 24 jam. Di tengah lanskap pembayaran yang terfragmentasi di Asia Tenggara, Xendit memungkinkan bisnis untuk menerima pembayaran dari debit langsung, rekening virtual, kartu kredit dan debit, eWallet, QRIS, gerai ritel, dan cicilan online.
Pada informasi di laman blognya, disebutkan sepanjang tahun 2023 Xendit telah memproses lebih dari 300 juta transaksi. Total dari nilai transaksi sendiri mencapai USD 25 miliar. Xendit sendiri tercatat sebagai startup finansial pertama yang berstatuskan unicorn atau memiliki nilai valuasi di atas US$1 miliar atau Rp14,8 triliun pada 2021. Hal ini berkat pendanaan Seri C yang dipimpin oleh Tiger Global Management sebanyak US$150 juta. Kemudian, pada kuartal II/2022, kembali mendapatkan pendanaan seri D senilai US$300 juta atau senilai Rp4,3 triliun. Pendanaan ini dipimpin oleh Coatue dan Insight Partner, yang diikuti oleh Accel, Tiger Global, Kleiner Perkins, EV Growth, Amasia, Intudo dan Goat Capital.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




