Stiker “Add Yours” Instagram pun Bisa Jadi Modus Pencurian Data

Jakarta, Gizmologi – Ramai di media sosial tren sticker “Add Yours” di Instagram. Namun baru-baru ini stiker interaktif di Instagram Stories yang bisa membuat penggunanya mengikuti tren pada topik konten tertentu itu justru disalahgunakan.

Meski awalnya jadi ajang seru-seruan, kekhawatiran muncul ketika fitur itu dipakai untuk menanyakan hal-hal yang menjurus data pribadi. Pertanyaan semacam variasi nama panggilan, kota tempat tinggal, bahkan bertanya nama anggota keluarga dan tanggal lahir kerap menjadi challange yang bersliweran di postingan Instastory pengguna.

Seperti yang diunggkapkan oleh @ditamoechtar_ di melalui akun Twitternya. Dia menyampaikan jika ada temannya yang menjadi korban penipuan karena diminta transfer ke rekening tertentu. Di mana temannya percaya lantaran sang penipu menyebut nama panggilan kecilnya.

Postingan Dita itu sudah diretweet lebih dari 29.7ribu kali, dikomentari 7.367 kali dan disukai oleh 70.700 orang. Dita juga menyampaikan jika tren atau challenge seperti ini tak perlu diikuti.

Unggahan tersebut pun direspons beragam oleh netizen. Namun, sebagian di antaranya mengaku sempat menerima komunikasi mencurigakan usai mengunggah dan ikut fitur Add Yours di Instagram.

Jangan Umbar Data Pribadi

Instagram Stiker Link

Ketua Divisi Akses Atas Informasi SAFEnet, Unggul Sagena, mengimbau agar pengguna berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi, terutama di media sosial, termasuk saat membagikan stiker Add Yours di Instagram Stories. Sebab, menurutnya, tidak ada aplikasi yang menjamin kerahasiaan data pengguna.

“Sebenarnya yang berbahaya memang dari konten yang di-create pengguna. Untuk itu, selalu pastikan konten tidak bersifat pribadi dapat dikonsumsi publik (dilihat, dilibatkan, dan sebagainya),” kata unggul dalam keterangannya.

Unggul mengatakan informasi pribadi yang diumbar bisa dimanfaatkan untuk modus penipuan social engineering atau rekayasa sosial. Mengingat ini adalah teknik manipulasi psikologi agar individu atau grup mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi tertentu (seperti data pribadi) secara sukarela.

“SAFEnet maupun sebagai pegiat literasi digital biasanya menghimbau agar konten yang kita buat atau upload harus disadari konsekuensinya, dampaknya nggak hanya sekarang karena bisa disimpan, diakui, direproduksi dan manipulasi oleh orang lain untuk berbagai tujuan, yang pasti tidak menguntungkan kita, bahkan merugikan secara materiil maupun imateriil,” ucapnya.

Tinggalkan komen