Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

SMI: Ahli Keamanan Siber di Indonesia Masih Minim

Keamanan siber merupakan proses yang meliputi people, technology dan process. Untuk menerapkannya, diperlukan upaya dari semua pemangku kepentingan. Di sisi lain, keahlian keamanan siber di Indonesia masih sangat minim.

Hal itu ditegaskan oleh Lie Heng, Direktur Solusi PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) yang menganggap diperlukannnya banyak tenaga terampil dan bersertifikasi khusus di bidang keamanan siber. “Hal ini sangat diperlukan seiring dengan perkembangan teknologi seperti IoT, AI dan 5G. Sehingga SMI turut berkontribusi dalam mempersiapkan Indonesia Maju dengan SDM yang unggul,” ujar Lie Heng, saat jumpa pers di Jakarta (26/9/2019).

Dijelaskan lebih lanjut, keamanan siber merupakan proses yang meliputi people, technology dan process. Untuk menerapkannya, diperlukan upaya dari semua pemangku kepentingan. Kita tidak dapat 100 persen aman namun setidaknya kita dapat memperkecil risiko dari ancaman siber.

Dalam era digital di mana data sudah menjadi aset perusahaan yang semakin kompleks, keamanan siber merupakan hal penting dan harus diterapkan. Serangan siber seringkali dirancang menjadi lebih rumit dipecahkan dan terorganisir untuk menyerang korporasi besar. Semua jenis tindakan serangan siber dilakukan dengan sengaja untuk mengganggu kerahasiaan (confidentially), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) informasi.

Keamanan siber dirancang guna melindungi jaringan, komputer, program dan data dari serangan siber. Hal ini penting dilakukan agar perusahaan memahami serta mengurangi risiko dengan melindungi seluruh informasi dan data yang merupakan aset terbesar perusahaan. Keamanan siber yang gagal diterapkan akan mengakibatkan masalah fatal jika data berpindah ke pihak lain. Dan tingkat kesadaran dari seluruh pengguna teknologi informasi mengenai keamanan siber sangatlah penting.

Oleh karena itu, SMI melakukan kemitraan strategis dengan International Council of E-Commerce Consultants (EC-Council), sebuah perusahaan penyediaan solusi sertifikasi keamanan siber yang berkantor pusat di Amerika Serikat. E-Council sendiri saat ini telah beroperasi di 145 negara di seluruh dunia dengan 200.000 sertifikasi keamanan informasi profesional secara global.

SMI berperan sebagai distributor ekslusif untuk memperluas pengembangan pendidikan dan sertifikasi profesi di bidang Cyber Security untuk pasar Indonesia. EC-Council memiliki board member dari berbagai industri sebagai subject matter expert dalam pengembangan kurikulum e-business dan information security skills dan juga sertifikasi standar dari American Standard Insitute serta dukungan salah satunya dari Department of Defense USA dan CNSS – NSA USA.

“SMI akan menyasar ke semua segmen dan industri dalam mempersiapkan SDMnya dengan mengembangkan business training dan sertifikasi dalam bidang keamanan sekuriti,” kata Lie Heng menambahkan.

Kerja sama sebagai Exclusive Distributor EC-Council ini juga memberi manfaat lain bagi SMI. Selain memperkaya portofolio yang ditawarkan kepada pelanggan, juga membuka kesempatan bisnis seluas-luasnya. Sehingga SMI dapat meningkatkan pendapatan dan meraup keuntungan.  Ini yang penting. Hehehe.