alexa

Clubhouse Bantah 3,8 Miliar Nomor Telepon Penggunanya Bocor!

Jakarta, Gizmologi – Aplikasi sosial audio Clubhouse dikabarkan mengalami peretasan. Tak tanggung-tanggung sebanyak 3,8 miliar nomor penggunanya bahkan disebut telah diperjualbelikan di forum hacker.

Informasi ini pertama kali dilaporkan peneliti keamanan siber Marc Ruef. Dalam unggahan Twitter, ia menyebut sebanyak 3,8 miliar data pengguna Clubhouse yang berisi nomor telepon telah bocor dan diperjualbelikan.

“Basis data nomor telepon lengkap #Clubhouse. Ini bukan hanya anggota tetapi juga orang-orang dalam daftar kontak yang disinkronkan,” tulisnya di Twitter, Rabu (29/7).

Baca juga: Jutaan Data Nasabah Bocor, Kominfo Panggil Direksi Asuransi BRI Life

Dalam screenshot yang dibagikan Ruef, hacker tersebut juga memberikan sampel sebanyak 83,5 juta nomor telepon dari pengguna Clubhouse asal Jepang. Hacker mengklaim, data ini berisi dari semua kontak yang terhubung dengan pengguna Clubhouse satu sama lain.

Artinya, meskipun seseorang tidak menggunkan Clubhouse, kemungkinan besar nomor mereka dapat menjadi bagian dari database yang bocor tersebut. Karena saat pengguna bergabung dengan Clubhouse, aplikasi akan meminta izin untuk menelusuri kontak demi menemukan teman yang mungkin sudah menggunakan aplikasi.

Bantahan Clubhouse

Melansir Ubergizmo, terkait masalah ini, Clubhouse tidak tinggal diam. Perusahaan audio chat ini membantah semua tuduhan mengenai isu pelanggaran data, termasuk adanya upaya peretasan.

“Tidak ada pelanggaran terhadap Clubhouse. Ada serangkaian bot yang menghasilkan miliran nomor telepon acak. Jika salah satu dari angka acak ini ada di platform kami karena kebetulan matematis, API Clubhouse tidak mengembalikan informasi yang dapat diidentifikasi pengguna,” ungkap Clubhouse.

Ini bukan kali pertama, Clubhouse dilaporkan kebobolan. Sebelumnya, 1,3 juta data pribadi pengguna Clubhouse bocor dan tersebar di forum hacker.

Mereka mengatakan semua informasi tersebut tersedia secara publik dan bisa diakses siapa saja lewat aplikasi atau API. Jadi memang semua informasi ini bukan hasil dari peretasan, maka kemungkinan data-data tersebut diperoleh dengan cara ‘scraping’ atau menyedot semua informasi yang memang sudah publik.

“Privasi dan keamanan sangat penting bagi Clubhouse dan kami terus berinvestasi dalam praktik keamanan terdepan di industri,” tegasnya.

Tinggalkan komen