Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Apple dan Google Kerja Sama Bangun Teknologi Pelacak Covid-19

0 3.433

Kabar yang cukup mengejutkan datang dari duo raksasa perusahaan teknologi multinasional, Apple dan Google. Keduanya dikenal saling bersaing satu sama lain untuk merilis produk dan memberikan layanan teknologi terbaik bagi konsumen. Namun kali ini, keduanya memutuskan untuk bekerja sama dalam sebuah misi yang cukup penting.

Dalam situasi pandemi Covid-19, Apple dan Google akan bekerja sama untuk mencari solusi demi mengatasi penyebaran virus korona tersebut. Rencananya, keduanya akan merilis sebuah API baru yang bisa membantu melakukan pelacakan kontak (contact tracing) seluruh pengguna ponsel, bekerja sama dengan pemerinah serta otoritas kesehatan.

Seperti yang kita ketahui bersama, virus Covid-19 dapat tersebar dari satu orang ke lainnya lewat pertemuan atau kontak fisik. Maka dari itu, beberapa minggu terakhir kita disarankan untuk menerapkan physical distancing untuk meminimalisir hal tersebut. Namun, contact tracing dinilai sebagai metode yang efektif untuk mendata persebaran virus tersebut, memberikan informasi area mana yang kemungkinan punya dampak terbesar.

Untuk membantu pihak otoritas serta NGO di seluruh dunia yang ingin mengembangkan teknologi contact tracing, Apple dan Google akan berpartisipasi membantu lewat pemberian API serta teknologi tingkat sistem operasi untuk memungkinkan contact tracing melalui masing-masing ponsel yang tersebar di seluruh dunia.

Cara Kerja Contact Tracing dari Apple dan Google

cara kerja contact tracing google apple covid-19

Artikel terkait
1 daripada 89

Singkatnya begini, ketika API sudah dirilis dan kompatibel baik untuk ponsel Android iOS, pihak otoritas kesehatan nantinya akan merilis sebuah aplikasi khusus yang bisa di-install oleh pengguna ponsel. Aplikasi tersebut akan bisa mencatat pergerakan individu masing-masing pemilik ponsel. Ketika salah satu pengguna positif Covid-19 berada dekat dengan pengguna lainnya, aplikasi akan mencatat dan memberi notifikasi bahwa ada kemungkinan yang berada dalam area tersebut terekspos terhadap virus.

API tersebut akan dirilis mulai bulan Mei. Dan kedua pihak akan mencoba merilis metode yang lebih mudah, memanfaatkan sensor Bluetooth LE (low energy) yang ada di hampir semua ponsel modern saat ini. Menggunakan teknologi seperti ini tentu membuat pengguna ragu akan privasi data mereka.

Baik Apple dan Google menegaskan bahwa privasi, transparansi dan persetujuan dari pengguna merupakan yang utama. Aplikasi tidak serta merta terpasang dan aktif secara otomatis, melainkan semuanya memerlukan persetujuan pengguna. Kedepannya akan dirilis detil informasi mengenai cara kerjanya lebih dalam agar dapat dianalisa oleh publik.

Meski tujuannya baik, metode ini juga tidak lepas dari keraguan akan efektivitasnya saat memang benar-benar diimplementasikan nanti. Selain privasi data, konsumsi daya baterai pada ponsel dan keakuratan pelacakan lokasi lewat Bluetooth juga dipertanyakan.

Namun ini baru tahap awal dari kerjasama antara Google dan Apple, dengan banyak detil cara kerjanya menyusul dalam masa mendatang. Inisiatif seperti ini juga tentunya akan membuka peluang baru bagi perusahaan multinasional lain untuk turut serta membantu melawan pandemi Covid-19.