Jakarta, Gizmologi – Huawei secara resmi memperkenalkan pembaruan besar pada Xinghe Intelligent Network Solution untuk Asia-Pasifik, dengan filosofi baru yang mereka sebut “Secure and Intelligent Connectivity“. Huawei memposisikan langkah ini sebagai respons langsung terhadap tantangan nyata yang muncul akibat skala besar adopsi AI agent di berbagai industri. Peresmian sistem baru tersebut dilakukan pada saat pelaksanaan Huawei Network Summit 2026 Asia-Pacific di Bali pada 13 Agustus 2026, dihadiri lebih dari 500 pemimpin industri, pakar teknis, dan mitra ekosistem dari seluruh kawasan.
“Gelombang AI global mengubah setiap industri. Hal ini mendorong jaringan menuju paradigma yang berpusat pada AI yang dibangun di atas empat pilar: komputasi lossless untuk memaksimalkan efisiensi token; penginderaan dan komunikasi terintegrasi untuk segera memberdayakan dunia fisik dengan AI; keamanan cakupan penuh untuk secara efektif mengatasi ancaman baru yang didorong oleh AI; dan otonomi jaringan tingkat tinggi untuk memastikan layanan selalu aktif,” ujar Leon Wang, President of Huawei Data Communication Product Line.
Pembaruan yang dilakukan oleh Huawei berkaitan dengan realitas saat ini. AI agent kini sudah aktif di berbagai negara Asia Pasifik seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand, mendukung kasus penggunaan seperti layanan kesehatan cerdas, kontrol risiko keuangan, dan tata kelola perkotaan. Namun adopsi AI berskala besar membawa dua tantangan baru yang serius, ketidakstabilan jaringan yang dampaknya terasa berlipat ganda ketika AI agent masuk ke proses bisnis inti, dan serangan siber berbasis AI yang melonjak sebesar 327%, jauh melampaui kemampuan pertahanan tradisional.
“Seiring persaingan antar model, lonjakan token, dan agen bertindak secara otonom, aplikasi akan menjadi semakin cerdas dan berjalan di platform terpadu. Jaringan juga akan menjadi berbasis AI, berfungsi sebagai tulang punggung agen cerdas. Huawei sedang membangun jaringan konvergen yang berpusat pada AI, bekerja sama dengan mitra untuk menyediakan fondasi jaringan bagi pelanggan pemerintah, keuangan, internet, dan industri lainnya yang memberikan transmisi efisien tinggi dan tanpa kehilangan data, serta pengalaman aplikasi yang sangat cepat. Hal ini mempercepat kecerdasan industri dan membentuk masa depan yang lebih terhubung dan cerdas untuk kawasan Asia-Pasifik.” ungkap Zac Chow, Vice President of Huawei Asia Pacific Enterprise Sales Dept.
Baca juga: HUAWEI Indonesia Beri Sinyal Kehadiran Flagship Terbaru Pura 90s Series
Solusi Huawei Terkait Keamanan Baru untuk UKM Asia Pasifik

Perusahaan membeberkan peningkatan yang signifikan, beberapa angka teknis yang diungkap pun cukup konkret. Hyper-Converged Fabric milik Huawei mencapai throughput jaringan di atas 98% sekaligus meningkatkan kecepatan inferensi token per detik sebesar 20%, sementara switch komputasi Xinghe AI mampu reboot hanya dalam 5 detik berkat iFlashboot 2.0. Dari sisi keamanan WAN, QKD quantum security board yang bisa dipasang langsung di router memangkas belanja modal hingga lebih dari 60% dibandingkan solusi konvensional yang membutuhkan perangkat eksternal terpisah.
Untuk keamanan kampus perusahaan, identifikasi endpoint berbasis AI clustering mencapai akurasi 95% dalam mengidentifikasi terminal pasif, sementara 80% gangguan jaringan bisa diselesaikan secara otomatis dalam 30 detik menggunakan algoritma multi-objective reinforcement learning, menjadikannya solusi otonomi jaringan pertama di industri ini. Sementara itu sisi keamanan AI, riset menunjukkan 71% perusahaan di Asia-Pasifik memandang AI sebagai kekhawatiran keamanan data utama, sementara 81% sudah pernah mengalami insiden keamanan API, mendorong Huawei menghadirkan firewall AI tiga lapis dengan kemampuan deteksi ancaman tidak dikenal pada akurasi 95%, dua kali rata-rata industri.
Huawei juga meluncurkan lebih dari 20 produk jaringan eKit baru yang dirancang khusus untuk UKM, termasuk AR580 sebagai gateway konvergen aman untuk kantor, S630 sebagai switch all-optical 10GE, serta AP637H dan DF10 sebagai portofolio produk pendeteksi kamera tersembunyi, semuanya memberikan peningkatan signifikan dalam keamanan dan performa untuk skenario seperti kantor cerdas, toko ritel, pendidikan, dan hotel. Summit ini juga menghasilkan dua dokumen putih bersama mitra industri: Huawei AI Firewall Technology White Paper dan High-Quality 10 Gbps AI Campus Technical and Standard White Paper.
“Huawei telah meningkatkan Solusi Jaringan Cerdas Xinghe (Xinghe Intelligent Network Solution) dengan paradigma baru berupa ‘Konektivitas yang Aman dan Cerdas.’ Pertama adalah peningkatan kecerdasan, yang memperluas penerapan AI melampaui sekadar operasi dan pemeliharaan (O&M) hingga mencakup keseluruhan jaringan. Kedua adalah peningkatan keamanan, yang beralih dari pertahanan titik tunggal menuju perlindungan menyeluruh (end-to-end) dengan memadukan jaringan dan keamanan secara mendalam. Melalui peningkatan arsitektur ini, kami bertekad membangun fondasi konektivitas yang kokoh bagi setiap perusahaan di era Agentic AI serta membantu setiap industri untuk terus maju secara stabil di tengah gelombang AI,” pungkas John Cai, Vice President of Huawei Data Communication Product Line.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

