Jakarta, Gizmologi – Setelah berhasil menang di Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025, RunSight, kacamata AI yang dikembangkan tim Labmino dari Universitas Indonesia melaju ke global. Perangkat canggih ini lahir dari empati terhadap pelari dengan gangguan penglihatan.
Perjalan RunSight ke global juga tak mudah. Mereka telah melewati seleksi tingkat regional dan global dan terpilih menjadi salah satu dari sepuluh tim terbaik dunia SFT Global Ambassador.
Tim Labmino juga berkesempatan untuk membawa solusi mereka ke panggung internasional. Berikut fitur kacamata AI RunSight yang menarik perhatian.
Baca Juga: Samsung Hadirkan Galaxy A07 5G, Andalan Baru Kelas Menengah dengan Harga Terjangkau!
Fitur RunSight yang Berguna Bagi Pelari dengan Gangguan Penglihatan

“Kehadiran Tim Labmino sebagai perwakilan Indonesia menjadi pengakuan dunia atas pendekatan inovasi yang berangkat dari konteks lokal dan dirancang dengan pemahaman nyata terhadap kebutuhan penggunanya,” ujar Harry Lee, President Samsung Electronics Indonesia.
Teknologi AI atau akal imitasi mengubah cara berkomunikasi, berkarya, dan menyelesaikan berbagai hambatan dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya. Samsung memandang AI sebagai pendamping yang bekerja secara alami untuk membantu manusia.
Perubahan ini ikut membentuk ekspektasi baru terhadap pengalaman digital. Teknologi diharapkan bekerja konsisten, responsif, dan menyatu dengan keseharian, sehingga dukungannya terasa tanpa perlu banyak perhatian.

Menurut Harry, AI akan berperan sebagai bagian dari lingkungan yang mendukung kehidupan sehari-hari. Perannya terasa melalui pengalaman yang lebih sederhana dan relevan bagi berbagai latar belakang pengguna.
“Di Indonesia, kami selaraskan teknologi AI dengan kebutuhan dan cara penggunaan yang beragam. Kami percaya bahwa setiap terobosan AI harus memiliki tujuan agar kehidupan menjadi lebih baik, lebih kaya, dan lebih bermanfaat,” ungkap Harry.
Dengan kepercayaan tersebut dan makna hadirnya RunSight membuatnya maju menjadi pemenang. RunSight dirancang untuk memberikan panduan suara real-time agar pengguna dapat berlari dengan lebih aman dan percaya diri.

Solusi ini menunjukkan bagaimana pemanfaatan AI yang tepat dapat membuka akses dalam ruang olahraga, sekaligus menjawab kebutuhan komunitas yang selama ini kurang terlayani oleh inovasi teknologi. Perjalanan Tim Labmino ini bisa menginspirasi kita bahwa ide yang tebersit dari pengalaman sehari-hari dan kebutuhan yang kerap terabaikan bisa berdampak nyata.
SFT membuka ruang bagi anak muda Indonesia untuk mengembangkan ide yang berangkat dari pengalaman nyata, sekaligus membangun keterampilan digital dan pemanfaatan AI untuk menjawab tantangan di masyarakat tempat mereka bertumbuh. Program ini dirancang sebagai proses belajar yang mendorong eksplorasi, kolaborasi, dan pematangan ide hingga siap memberi dampak.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



