Jakarta, Gizmologi – Microsoft dan DeepSeek secara mengejutkan melakukan ekspansi bersama, dan bisa dikatakan Microsoft membantu DeepSeek untuk meng-ekspansi model AI mereka untuk mendapatkan kinerja yang lebih amksimal. Sebelumnya, DeepSeek telah sukses di ranah mobile, dan kini, dengan dukungan penuh dari Microsoft, model AI ini mendapatkan tempat di Azure AI Foundry. Hal ini memungkinkan para pengembang untuk menguji dan membangun aplikasi berbasis cloud menggunakan model DeepSeek R1.
Kehadiran Microsoft dan DeepSeek menandai langkah besar dalam pengembangan AI lokal di perangkat komputer. Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan menghadirkan versi distilled dari model R1 ke perangkat Copilot+ PC. Langkah ini memperluas jangkauan DeepSeek, sekaligus memberikan pilihan lebih banyak bagi pengguna yang ingin menjalankan AI canggih di perangkat mereka sendiri.

Model pertama yang diperkenalkan oleh Microsoft dan DeepSeek adalah DeepSeek-R1-Distill-Qwen-1.5B, yang memiliki 1,5 miliar parameter. Dalam waktu dekat, model dengan kapasitas lebih besar, yaitu 7B dan 14B, akan segera tersedia. Model-model ini bisa diunduh langsung melalui Microsoft AI Toolkit, memberikan fleksibilitas lebih kepada pengguna untuk memilih model yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Baca Juga: Mengenal DeepSeek, Kompetitor Baru ChatGPT
Optimalisasi Model AI Microsoft dan DeepSeek untuk Kinerja Maksimal

Agar model AI DeepSeek dapat berjalan dengan optimal di berbagai perangkat, telah melakukan sejumlah penyesuaian teknis. Salah satu tantangan utama dalam menjalankan AI pada perangkat konsumen adalah bagaimana memanfaatkan prosesor dengan efisien. Oleh karena itu, Microsoft mengoptimalkan model ini agar bisa bekerja secara sinergis dengan CPU dan NPU (Neural Processing Unit).
Dalam implementasinya, operasi yang membutuhkan akses memori tinggi akan dijalankan di CPU, sementara proses komputasi intensif seperti blok transformer akan ditangani oleh NPU. Dengan optimasi ini, Microsoft dan DeepSeek berhasil mencapai kecepatan respons pertama dalam 130 milidetik dan tingkat pemrosesan hingga 16 token per detik untuk perintah singkat (kurang dari 64 token). Ini berarti pengalaman pengguna menjadi lebih responsif dan efisien.
Selain itu, dengan adanya model distillation atau penyulingan model, DeepSeek dapat bekerja lebih baik di perangkat dengan spesifikasi lebih rendah. Meskipun model hasil distilasi memiliki kapasitas yang lebih kecil dibandingkan versi penuh yang memiliki 671 miliar parameter, pendekatan ini memungkinkan AI untuk berjalan langsung di perangkat pengguna tanpa memerlukan perangkat keras khusus yang mahal.
Integrasi Microsoft dan Masa Depan DeepSeek

Keputusan Microsoft untuk menambahkan DeepSeek ke dalam ekosistemnya menunjukkan bahwa raksasa teknologi ini tidak membatasi diri hanya pada satu mitra AI. Meskipun Microsoft memiliki investasi besar dalam OpenAI dan sering menggunakan model GPT dalam layanan mereka, langkah ini menunjukkan bahwa mereka terbuka untuk berbagai solusi AI.
Kini, pengguna yang lebih tertarik dengan AI lokal dapat mengunduh Microsoft AI Toolkit untuk VS Code terlebih dahulu. Melalui platform ini, pengguna bisa mengakses dan menguji model AI langsung di perangkat mereka. Dengan ketersediaan model seperti “deepseek_r1_1_5”, pengguna bisa merasakan kecanggihan AI tanpa perlu terhubung ke cloud.
Kehadiran DeepSeek dalam ekosistem Windows juga membuka peluang baru bagi pengembang dalam menciptakan aplikasi berbasis AI. Dengan adanya pilihan model yang lebih ringan namun tetap canggih, semakin banyak perangkat yang dapat memanfaatkan teknologi ini. Microsoft tampaknya ingin memastikan bahwa AI bisa diakses oleh lebih banyak orang tanpa bergantung pada infrastruktur cloud yang mahal.
Dengan berbagai inovasi yang dilakukan, kolaborasi antara Microsoft dan DeepSeek berpotensi membawa perubahan besar dalam cara AI digunakan di berbagai perangkat. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa dunia AI terus berkembang, dan perusahaan teknologi besar terus mencari cara untuk membuatnya lebih mudah diakses oleh semua orang.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




