Jakarta, Gizmologi – Pekan lalu, realme baru saja mengadakan acara peluncuran global dari flagship killer terbarunya, realme GT 6, yang juga secara bersamaan hadir di Indonesia dengan harga Rp7 jutaan. Selain peluncuran produk, realme juga menegaskan komitmennya sebagai brand yang siap mempopulerkan AI lebih jauh, terutama bagi para anak muda.
2024 merupakan tahun di mana berbagai brand mencoba untuk lebih banyak integrasikan kemampuan AI pada perangkatnya, mulai dari smartphone, tablet, hingga laptop. Mulai dari Samsung dengan Galaxy AI, hingga Apple yang akhirnya memperkenalkan Apple Intelligence yang siap debut mulai musim panas mendatang. Berbeda dengan keduanya, realme siap hadirkan AI ke semua segmen harga smartphone.
Pada 21 Juni lalu, realme menggelar sebuah forum diskusi bermitra dengan AIESEC, membahas bagaimana kecerdasan buatan dapat membantu para anak muda untuk mengubah gaya hidup digital mereka. Dalam diskusi tersebut, disebutkan bila smartphone bakal menjadi perangkat utama yang lebih banyak memanfaatkan AI untuk aktivitas harian.
Baca juga: Apple Intelligence: Membaca Strategi Apple untuk Bersaing dengan Galaxy AI
AI Generatif Punya Peran Besar, Bermanfaat Untuk Keperluan Edukasi

Dalam topik diskusi yang turut dihadiri oleh Mouldie Satria dari Sobat Hape, dibahas bagaimana perkembangan AI telah mencapai inovasi mutakhir, menciptakan integrasi antar perangkat termasuk dengan cloud, IoT, hingga robotika. Generasi muda pun bakal merasakan benefit dari AI secara signifikan, tidak hanya untuk meningkatkan kreativitas, namun juga penyelesaian masalah kompleks sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan.
Menurut Francis Wong, Head of Product Marketing realme, smartphone bakal menjadi platform utama dalam adopsi aplikasi AI, sebagai perangkat yang paling umum digunakan untuk berinteraksi dengan AI bagaimana pun pengembangannya. “Kami berharap, semua perusahaan besar AI akan berkolaborasi dengan produsen smartphone dalam berbagai implementasi untuk memperluas basis pengguna mereka dan mengomersialkan model-model mereka melalui perangkat seluler,” jelasnya lewat sesi diskusi yang berlangsung di Milan (21/6).

Tren fitur AI di smartphone saat ini umumnya fokus pada tiga bidang utama, yakni pemrosesan gambar, asisten cerdas, dan kemampuan pemrosesan multibahasa. Dalam arti lain, AI berperan sebagai penghubung yang cepat antara manusia dengan dunia yang semakin cerdas. Serupa dengan ketika jaringan data 4G hadir dan mengubah industri seluler, memfasilitasi penggunaan smartphone secara lebih luas.
Lebih spesifik, AI generatif juga memiliki peran penting dalam perkembangan industri smartphone. Di mana mampu memberikan pengalaman interaksi lebih intuitif, personal, dan efisien, untuk mengarah pada revolusi baru dalam pengalaman pengguna. Batasan yang ada saat ini ada pada penggunaan jaringan internet, atau mengharuskan sebuah perangkat memiliki NPU powerful untuk pemrosesan lokal (on-device).
Dalam sesi diskusi, juga disebutkan bagaimana AI telah bermanfaat dalam proses pembelajaran. Di mana siswa bisa memanfaatkan kamera smartphone untuk mengambil catatan dari papan tulis atau slide, lalu diubah menjadi teks untuk tinjauan lebih lanjut. Meningkatkan efisiensi pembelajaran, sekaligus memberikan siswa lebih banyak waktu untuk hal lain seperti berpikir kritis dan berpartisipasi dalam diskusi di kelas.
Visi realme dalam Populerkan AI di Masa Depan

Siap untuk populerkan fitur AI dalam smartphone, realme telah memulainya dengan menghadirkan realme GT 6 yang memiliki sejumlah kemampuan AI eksklusif, termasuk AI Smart Loop yang bisa memahami konteks pengguna dan menampilkan informasi baru sesuai yang dibutuhkan. Ke depannya, disebutkan bila realme akhirnya siap hadirkan dua seri GT terbaru setiap tahunnya, tak lagi satu angka untuk satu tahun, mengikuti langkah realme Number Series.
Melalui teknologi Next AI, realme berkomitmen untuk membuat AI lebih populer di kalangan generasi muda. Sehingga tidak hanya di GT Series, ke depannya realme siap menyematkan kemampuan AI secara menyeluruh, termasuk Number Series bahkan C Series. Di mana realme kini telah mendirikan Next AI Lab dan meluncurkan “AI+UI Popularizer Plan.”
Tentu realme tidak sendiri—brand dengan perkembangan tercepat di dunia satu ini bakal menggandeng sejumlah mitra untuk mengembangkan fitur-fitur AI lebih unggul. Beberapa di antaranya termasuk Google, Qualcomm, hingga Microsoft, supaya bisa memberikan fitur AI yang mudah dan nyaman bagi para pengguna muda.
“Ini baru tahap pertama. Namun, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, perangkat seluler mungkin tidak lagi menyerupai bentuknya saat ini. Sebaliknya, mereka bisa menjadi perangkat kecil yang mampu memahami seluruh niat kita dan berkomunikasi dengan kita seperti asisten pribadi. Terlepas dari bagaimana bentuk dan fungsi perangkat seluler berkembang, peran smartphone AI pada dasarnya tetap sama, dengan fokus pada desain yang berorientasi pada manusia dan melayani pengguna akhir,” tutup Francis Wong.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




