Jakarta, Gizmologi โย Ericsson dalam laporan terbaru Mobility Report, mengungkapkan peluang bisnis 5G yang bisa dimanfaatkan oleh penyedia layanan komunikasi. Terdapat empat area peluang bisnis 5G yang sedang diupayakan oleh penyedia layanan komunikasi di seluruh dunia untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
Ericsson Mobility Report kali ini bertajuk โBusiness Review 2024โ, laporan edisi khusus bisnis kedua dari Ericsson Mobility Report yang sudah ada sebelumnya. Hingga saat ini, sekitar 290 jaringan 5G telah diluncurkan secara komersial, di mana lebih dari 40 di antaranya menawarkan layanan berdasarkan teknologi 5Gย standaloneย yang lebih canggih. Seperti yang disampaikan dalam Ericsson Mobility Report November 2023, langganan 5G global telah mencapai 1,6 miliar, yang merupakan 18 persen dari seluruh langganan seluler.
โHal penting bagi penyedia layanan untuk mencapai pertumbuhan yang menguntungkan adalah dengan memanfaatkan kemampuan jaringan 5G yang terus berkembang untuk menciptakan keunggulan-keunggulan baru,โ ujar Fredrik Jejdling, Executive Vice President and Head of Networks, Ericsson.
Baca Juga:ย Ericsson 5G Innovation Center Dukung Percepatan Transformasi Teknologi di Indonesia
Empat Peluang Bisnis 5G yang bisa Dimanfaatkan Penyedia Layanan Komunikasi

Laporan Ericsson Mobility Report membahas bagaimana penyedia layanan komunikasi berevolusi, atau bercita-cita untuk berevolusi, dalam hal penawaran layanan, penanganan peluang pendapatan baru, dan transformasi bisnis mereka. Laporan jugaย menunjukkan bahwa penyedia layanan komunikasi di seluruh dunia saat ini menawarkan atau mengeksplor layanan dan model go-to-market ke berbagai tingkat keterlibatan dan kematangan di empat area.
Keempat area yang bisa dijadikan peluang bisnis 5G adalah pertama Enhanced Mobile Broadband (eMBB). Ini merupakan teknologi yang memungkinkan transmisi data dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dengan versi yang lebih unggul dan efisien dari broadband seluler 4G. Teknologi ini memberikan manfaat dan efisiensi operasi jaringan dengan kapasitas hingga 10 kali lebih banyak. Sehingga meningkatkan efisiensi energi lebih dari 30 persen dibandingkan dengan 4G, yang pada dasarnya berfungsi sebagai perangkat operasional yang lebih efisien, memberikan nilai yang lebih besar per dolar yang diinvestasikan.
Peluang bisnis 5G selanjutnya ialah memanfaatkanย Fixed Wireless Access (FWA) dan Wireless WAN. Akses broadband berkecepatan tinggi tanpa kabel ini menargetkan segmen perumahan dan perusahaan yang menawarkan kumpulan peluang bagi penyedia layanan dengan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) yang lebih tinggi dibandingkan dengan layanan broadband seluler tradisional. Berdasarkan laporan ini, Fixed Wireless Access (FWA), berkontribusi sekitar 20-25 persen dari pertumbuhan pendapatan saat ini.
Penyedia layanan komunikasi juga bisa memanfaatkan peluang solusi konektivitas yang berbeda. Termasuk peluang jaringan privat untuk perusahaan atau pemanfaatan pembagian jaringan dari 5G standalone (SA) publik untuk menawarkan layanan yang berbeda kepada konsumen atau perusahaan. Perkembangan dari peluang-peluang ini digarisbawahi oleh fakta bahwa secara global terdapat lebih dari 40 penyedia layanan telah memulai penggelaran jaringan 5G standalone (SA).

Peluang bisnis 5G yang terakhir bagi para pelaku industri ialah mendorong inovasi dan pertumbuhan ekosistem. Seperti jaringan yang dapat diprogram (jaringan API) untuk menawarkan eksplorasi peluang baru yang memungkinkan pengembang aplikasi untuk berinovasi dalam skala besar. API menawarkan insentif finansial bagi penyedia layanan, yaitu diskon 10-30 persen yang mereka terima untuk membeli atau menyediakan langganan aplikasi dalam jumlah yang besar.
Selain membahas potensi bisnis dari broadband seluler yang ditingkatkan untuk penyedia layanan komunikasi yang telah menawarkan layanan ini, laporan ini juga mendokumentasikan keberhasilan Fixed Wireless Access (FWA) yang terus meningkat sebagai sarana untuk memfasilitasi broadband ke rumah di market seperti Amerika Serikat.
Laporan ini juga membahas peran utama 5G dalam mengakselerasi produktivitas industri. Sebuah studi kasus 5Gย logisticsย melaporkan peningkatan produktivitas sebesar 20 persen dan belanja modal yang lebih rendah sebesar 15 persen dibandingkan dengan Wi FI.
Lalu diketahui jaringan privat 5G sekarang sedang digunakan dalam skala besar untuk program digitalisasi yang diupayakan oleh perusahaan. Sebuah survei dari Ericsson terhadap jaringan privat di 15 negara dan 10 industri menunjukkan bahwa pemanfaatan awal yang utama adalah pekerja yang terhubung, peralatan yang akan berfungsi secara autonomous, dan sensor.
Agar para pelaku bisnis dapat mencapai potensi penuh 5G dan menjawab berbagai kasus penggunaannya, kemampuan monetisasi 5G harus berkembang bersama dengan implementasi jaringan 5G. Pembuatan layanan yang fleksibel dalam menciptakan peluang bisnis 5G memerlukan eksperimen, adaptasi cepat, dan respons yang tanggap.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



