Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Kolaborasi Facebook dan Alita Perluas Jaringan Fiber Optik di Indonesia

0 101

Facebook bukan sekadar layanan media sosial. Namun telah berkembang menjadi ekosistem digital yang menyediakan berbagai keperluan penggunanya. Bahkan, raksasa teknologi besutan Mark Zuckerberg ini juga masuk ke sektor infrastruktur dengan mendirikan Facebook Connectivity.

Mereka ingin membawa lebih banyak orang online ke internet yang lebih cepat. Untuk mewujudkan isi tersebut, Facebook Connectivity menjalin kerja sama dengan ratusan mitra di seluruh dunia. Untuk kemudian mengeksplorasi cara-cara baru untuk menghadirkan internet yang cepat dan andal.

Di Indonesia, Facebook Connectivity bermitra dengan Alita, sebuah perusahaan lokal yang menyediakan solusi ICT end-to-end. Keduanya berkolaborasi membangun jaringan infrastruktur fiber optik di Indonesia. Kemitraan ini disebut sejalan dengan komitmen Facebook untuk menghadirkan layanan internet yang lebih baik dengan meningkatkan konektivitas bagi lebih dari 10 juta masyarakat Indonesia.

Tom Varghese, Manajer Kebijakan Publik, Konektivitas dan Akses di Facebook untuk Asia Pasifik menjelaskan bahwa Facebook Connectivity selalu mencari peluang untuk bekerjasama dengan mitra lokal di seluruh dunia, termasuk di antaranya Alita untuk di Indonesia. “Kami percaya bahwa pembangunan jaringan fiber optik merupakan bagian penting dari upaya penyediaan koneksi internet yang lebih cepat untuk lebih banyak orang,” ujar Tom.
Baca juga: Begini Panduan Facebook untuk Menanggapi Coronavirus

Infrastruktur Facebook Connectivity dan Alita

Facebook Connectivity AlitaInfrastruktur ini akan meningkatkan kapasitas dan jangkauan geografis akses internet ke tempat-tempat yang belum menerima layanan tersebut, dan juga menciptakan layanan yang lebih terjangkau bagi pelanggan. Investasi ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan inklusi digital melalui infrastruktur Palapa Ring.

Teguh Prasetya, Direktur Utama PT Alita Praya Mitra, mengatakan bahwa dukungan dari Facebook Connectivity memungkinkan pihaknya untuk membangun jaringan fiber optik sepanjang 3.000 km. Hal ini guna memperluas akses internet dengan kecepatan tinggi dalam skala nasional, termasuk di Bali, Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

“Kami fokus membangun akses fiber optik di seluruh provinsi tersebut untuk membantu operator, penyedia jasa internet, dan penyedia jasa lainnya dalam memberikan layanan konektivitas kelas dunia kepada masyarakat,” ujar Teguh.

Alita merupakan perusahaan penyedia jaringan infrastruktur netral dengan lisensi jaringan tertutup berskala nasional. Seiring meningkatnya permintaan terhadap koneksi yang lebih cepat dan stabil, akses fiber optik saat ini menjadi kebutuhan utama operator telepon seluler untuk dapat memberikan layanan berkualitas tinggi dan menghadirkan layanan 5G di Indonesia.

Saat ini, Alita memiliki akses fiber optik sepanjang lebih dari 3.000 km di 40 kota dari 6 provinsi, antara lain: Denpasar, Bandung, Cilegon, Cirebon, Malang, Manado, Semarang, Serang, Solo, Surabaya, dan Tegal.

Alita dan Facebook akan menanamkan investasi untuk ketersediaan dan efisiensi distribusi serat backhaul yang lebih baik di Indonesia. Alita akan sepenuhnya memiliki, membangun, memelihara, dan mengoperasikan jaringan fiber green field dan menyediakan kapasitas besar untuk operator jaringan seluler dan penyedia jasa internet. Facebook akan memberikan dukungan untuk proses perencanaan jaringan fiber tersebut.

“Melalui kemitraan ini, kami dapat mendukung 56 kota di 8 provinsi pada akhir tahun 2021. Alita akan terus mengembangkan infrastruktur jaringan akses telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan para penyedia layanan telekomunikasi dan ICT di seluruh Indonesia,” ungkap Teguh.

Reaksi Kemenkominfo

Sementara itu Ismail, Direktur Jenderal Sumber EDaya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo menyambut baik kerja sama tersebut. Ia berharap kerja sama ini diharapkan memperhatikan wilayan yang belum memiliki akses internet. “Kerja sama Facebook Connectivity dan Alita ini melengkapi puzzle-puzzle infrastruktur yang sudah dibangun oleh operator,” ujar Ismail.

Ia berharap, begitu proyek pengembangan infrastruktur selesai, jaringan ini terbuka untuk operator manapun dengan tarif yang kompetitif. Ismail mengingatkan Facebook memiliki tanggung jawab sosial dengan membawa akses internet cepat ke banyak daerah di Indonesia. “Jangan sampai ada internet cepat justru menimbulkan masalah baru bagi industri telekomunikasi di Indonesia, misalnya penyebaran hoaks yang makin luas,” pungkasnya.