Gizmologi.idGizmologi.id
  • NEWS
    NEWSShow More
    Starlink SpaceX Boost Mobile
    SpaceX Dikabarkan Incar Boost Mobile untuk Perluas Bisnis Starlink Mobile
    3 November 2026 14:13
    Apple
    Apple Dikabarkan Siapkan Tiga iPad Baru pada 2027, dari iPad Air OLED hingga iPad Pro M6
    3 November 2026 09:35
    nubia
    nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Gandeng nubia A77 5G
    2 November 2026 12:53
    Sam Altman
    CEO OpenAI Sam Altman Sebut RAM PC Sering Mubazir, Ini Alasan
    2 November 2026 11:02
    Binance dibobol
    Binance Dibobol USD 6,3 Miliar, Berawal dari Laptop Pegawai?
    2 November 2026 09:47
  • REVIEW
    REVIEWShow More
    Lenovo IdeaTab Plus
    Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
    Review Dune: Awakening
    Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
    The Blood of Dawnwalker
    Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
    ASUS ROG Azoth X
    Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
    realme16ProHarryPotterEdition
    Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
  • GADGET
    GADGETShow More
    Lenovo Yoga Tab Plus Gen 2 Front and Back with Pen
    Lenovo Siapkan Yoga Tab Gen 2 Series di Indonesia, Usung Layar 4K dan Fitur AI
    3 November 2026 10:15
    iOS 27
    Penyimpanan iPhone Berkurang 15GB Setelah Update iOS 27? Begini Cara Mengatasinya
    2 November 2026 15:00
    Xiaomi 18 Pro
    Xiaomi 18 Pro Series Siap Meluncur Global Bulan Ini, Baterai Diduga Lebih Kecil
    2 November 2026 14:00
    nubia
    nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Gandeng nubia A77 5G
    2 November 2026 12:53
    Nothing Headphone (1) Pro - V
    Nothing Headphone (1) Pro Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp6 Jutaan dengan Triple-Driver dan Desain Transparan
    31 Oktober 2026 16:57
  • PC
    PCShow More
    GEEKOM Indocomtech 2026
    GEEKOM Ramaikan Indocomtech 2026, Pamerkan AI Mini PC A9 Mega Berperforma Andal Serta Laptop Super Ringan
    31 Oktober 2026 13:35
    MacBook Pro PROLED
    Apple Rilis MacBook Pro PROLED, Membawa Layar Sentuh dan Profil Lebih Ringan
    29 Oktober 2026 11:15
    Logitech MX Master 4
    Logitech MX Master 4 Developer Edition Hadir dengan Desain Khusus Programmer
    28 Oktober 2026 14:09
    Acer Nitro V15
    Acer Nitro V15 Bisa Jadi Pilihan Laptop untuk Kerja dan Kuliah
    28 Oktober 2026 11:40
    MacBook Pro M6
    MacBook Pro M6 Meluncur, Apple Tambah Tenaga untuk AI Lokal
    28 Oktober 2026 09:10
  • GAMES
  • AUTO
  • MORE
    • Speed Test
    • Gizmopedia
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Interview
    • Apps
    • Opini
    • Versus
    • Awards
    • PRNEWSWIRE
Mesin pencari
Quick Link
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Reading: 81 Tahun Hari Bhakti Postel, Perjuangan Membangun Kedaulatan Konektivitas
Share
Font ResizerAa
Gizmologi.idGizmologi.id
Font ResizerAa
  • News
  • Review
  • Gadget
  • Gizmoplay
  • Automotive
  • Gizmotalk Podcast
Mesin pencari
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Follow US
  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire

Home » 81 Tahun Hari Bhakti Postel, Perjuangan Membangun Kedaulatan Konektivitas

Telco

81 Tahun Hari Bhakti Postel, Perjuangan Membangun Kedaulatan Konektivitas

Bambang Dwi Atmoko
By
Bambang Dwi Atmoko - Chief Editor
28 September 2026 10:03
Share
7 Min Read
Hari Bhakti Postel 81
SHARE
✨ Ikhtisar

Ketika masyarakat semakin bergantung pada jaringan seluler, serat optik, satelit, dan berbagai layanan digital, tantangannya bukan lagi mengambil alih sarana komunikasi, melainkan memastikan Indonesia mampu membangun, menguasai, dan memanfaatkan teknologi digital untuk kepentingan nasional.

Karena itu, Angga Raka melihat bentuk perjuangan di bidang komunikasi saat ini tidak lagi sama seperti 1945. “Hari ini bentuk perjuangannya berubah, kita tidak lagi mengambil alih sarana komunikasi, tapi saat ini memastikan Indonesia mampu membangun, menguasai dan memanfaatkan kemajuan digital untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Angga.

Bagi dirinya, keberadaan Hari Bhakti Postel tetap penting sebagai bentuk penghargaan terhadap orang-orang yang pernah terlibat dalam perjuangan tersebut. “Saya ini Korps Irian Barat PTT, penerus AM PTT untuk pembebasan Irian Barat. (Peringatan) ini baik sekali, kami merasa tetap diingat padahal dunia semakin maju,” ujarnya.

Jika pada 1945 perjuangannya adalah mengambil alih sarana komunikasi, maka pada era digital tantangannya adalah membangun konektivitas yang luas, mengembangkan ekosistem teknologi, serta memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membangun dan memanfaatkan teknologi tersebut.

Basic summary

Delapan puluh satu tahun lalu, perjuangan mempertahankan kedaulatan Indonesia juga berlangsung melalui sarana komunikasi. Pada 27 September 1945, para pemuda mengambil alih Jawatan Pos, Telegrap, dan Telefon (PTT) di Bandung dari tangan Jepang.

Kini, bentuk perjuangan tersebut telah berubah. Ketika masyarakat semakin bergantung pada jaringan seluler, serat optik, satelit, dan berbagai layanan digital, tantangannya bukan lagi mengambil alih sarana komunikasi, melainkan memastikan Indonesia mampu membangun, menguasai, dan memanfaatkan teknologi digital untuk kepentingan nasional.

Contents
  • Dari merebut PTT ke membangun teknologi digital
  • Konektivitas menjadi fondasi aktivitas digital
  • Rangkaian Kegiatan Hari Bhakti Postel
  • Perjuangan yang terus berganti bentuk

Pesan tersebut menjadi salah satu benang merah dalam peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 yang digelar di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Minggu (27/9/2026). Upacara dipimpin Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Angga Raka Prabowo dan dihadiri pelaku industri telekomunikasi dan pos serta para veteran. Tahun ini, Hari Bhakti Postel mengusung tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat.”

Dari merebut PTT ke membangun teknologi digital

Hari Bhakti Postel Gedung Pos Indonesia
Gedung Pos Indonesia di Bandung

Hari Bhakti Postel berakar dari peristiwa 27 September 1945 ketika para pemuda dari Angkatan Muda Pos Telegrap dan Telepon (AMPTT) mengambil alih Jawatan PTT di Bandung. Pada masa awal kemerdekaan, pos, telegrap, dan telepon merupakan sarana komunikasi strategis. Penguasaan terhadap infrastruktur tersebut menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kedaulatan negara yang baru berdiri.

More Read

Paket Internet
Kolaborasi First Media-XL Axiata Hadirkan Paket Internet Dalam dan Luar Rumah
Capai SKLO, Jaringan 5G Indosat Siap Hadir di Indonesia
Kominfo Uji Publik Implementasi e-SIM di Indonesia

Delapan dekade kemudian, lanskap komunikasinya berubah total. Masyarakat kini mengandalkan konektivitas untuk berkomunikasi, bekerja, belajar, bertransaksi, mengakses layanan pemerintah, hingga menjalankan bisnis. Infrastruktur yang menopangnya pun berkembang dari jaringan telepon dan telegrap menjadi jaringan seluler, fiber optik, satelit, dan berbagai infrastruktur digital lainnya.

Karena itu, Angga Raka melihat bentuk perjuangan di bidang komunikasi saat ini tidak lagi sama seperti 1945. “Hari ini bentuk perjuangannya berubah, kita tidak lagi mengambil alih sarana komunikasi, tapi saat ini memastikan Indonesia mampu membangun, menguasai dan memanfaatkan kemajuan digital untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Angga.

Pernyataan tersebut menempatkan kedaulatan konektivitas bukan sekadar persoalan memiliki jaringan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan Indonesia membangun dan memanfaatkan teknologi digital untuk kepentingan masyarakat dan negara.

Konektivitas menjadi fondasi aktivitas digital

Perubahan tersebut membuat pembangunan infrastruktur konektivitas memiliki cakupan yang semakin luas. Jaringan telekomunikasi tidak lagi hanya menjadi sarana untuk melakukan panggilan atau mengirim pesan. Konektivitas menjadi lapisan dasar bagi berbagai aktivitas digital, mulai dari layanan publik, pendidikan, kesehatan, perdagangan, hingga ekonomi digital.

Karena itu, pemerataan konektivitas juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Angga Raka mengatakan pemerintah akan terus mendorong industri ICT dan digital agar berkembang sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat terhubung dan memperoleh manfaat dari layanan digital serta telekomunikasi.

Di titik ini, makna kedaulatan konektivitas menjadi lebih luas dibanding sekadar pembangunan jaringan. Infrastruktur yang tersedia harus dapat dimanfaatkan masyarakat, sementara ekosistem industrinya juga perlu terus berkembang.

Peran tersebut tidak hanya berada di tangan pemerintah. Operator telekomunikasi, perusahaan infrastruktur, vendor teknologi, asosiasi industri, hingga berbagai pelaku ekosistem digital memiliki peran masing-masing dalam membangun konektivitas.

Rangkaian Kegiatan Hari Bhakti Postel

Hari Bhakti Postel 81 Bandung

Perubahan lanskap industri juga terlihat dari rangkaian kegiatan Hari Bhakti Postel ke-81. Selain upacara puncak, peringatan tahun ini diisi dengan Konferensi dan Pameran Transformasi Digital Indonesia (DTI-CX), Fun Walk APJATEL, turnamen esports Mobile Legends ASPIMTEL, Mini Soccer Menkomdigi Cup, serta kegiatan donor darah.

Beragam kegiatan tersebut mempertemukan pelaku dari sektor yang berbeda di dalam ekosistem ICT dan digital. Bagi industri, ruang kolaborasi semacam ini penting karena pembangunan konektivitas tidak berlangsung melalui satu entitas. Infrastruktur digital merupakan hasil dari rantai ekosistem yang melibatkan regulator, penyelenggara jaringan, penyedia infrastruktur, perusahaan teknologi, hingga pengguna.

Ketua Umum Panitia Hari Bhakti Postel ke-81, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan rangkaian peringatan tahun ini melibatkan komunitas ICT dan digital serta masyarakat luas dan generasi muda. Menurutnya, pelaku industri konektivitas digital perlu terus mendorong inklusivitas agar manfaat layanan telekomunikasi dan digital dapat dirasakan secara lebih luas dan merata.

Ada sisi lain dari peringatan ke-81 yang menunjukkan semakin jauhnya Indonesia dari generasi yang mengalami langsung sejarah perjuangan Postel. Sukirman, 84 tahun, merupakan salah satu veteran yang hadir dalam upacara tersebut. Ia mengatakan anggota Korps Veteran Karyawan Postel kini tinggal 16 orang, sementara ketika organisasi tersebut dibentuk pada 1969 jumlah anggotanya masih lebih dari 500 orang.

Rata-rata usia anggota yang tersisa juga telah berada di atas 80 tahun. Sukirman pernah terlibat dalam perjuangan pembebasan Irian Barat pada 1961–1963 sebagai bagian dari Korps Veteran Karyawan Postel. Bagi dirinya, keberadaan Hari Bhakti Postel tetap penting sebagai bentuk penghargaan terhadap orang-orang yang pernah terlibat dalam perjuangan tersebut. “Saya ini Korps Irian Barat PTT, penerus AM PTT untuk pembebasan Irian Barat. (Peringatan) ini baik sekali, kami merasa tetap diingat padahal dunia semakin maju,” ujarnya.

Semakin sedikitnya jumlah veteran membuat dokumentasi sejarah menjadi semakin penting. Sebab, teknologi komunikasi yang digunakan masyarakat saat ini berdiri di atas perjalanan panjang yang dimulai dari infrastruktur yang jauh lebih sederhana.

Perjuangan yang terus berganti bentuk

Delapan puluh satu tahun setelah pengambilalihan Jawatan PTT, Indonesia berada dalam situasi yang sangat berbeda. Persoalannya bukan lagi siapa yang menguasai kantor telepon atau jaringan telegrap, tetapi bagaimana Indonesia memastikan masyarakat dapat terhubung dan memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi digital. Itulah yang menjadi konteks tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat” dalam Hari Bhakti Postel ke-81.

Perjuangan di bidang komunikasi memang berganti bentuk mengikuti perkembangan teknologi. Namun, kebutuhan dasarnya tetap sama: memastikan sarana komunikasi yang strategis dapat mendukung kepentingan masyarakat dan negara.

Jika pada 1945 perjuangannya adalah mengambil alih sarana komunikasi, maka pada era digital tantangannya adalah membangun konektivitas yang luas, mengembangkan ekosistem teknologi, serta memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membangun dan memanfaatkan teknologi tersebut.

Dengan demikian, Hari Bhakti Postel bukan hanya momentum untuk mengingat peristiwa 27 September 1945. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa kedaulatan konektivitas merupakan pekerjaan yang terus berjalan seiring perubahan teknologi.

Author
c613c8b42d749d9405bf2c02971a901dbb91a98862f8f510463583c1ff5136e6?s=80&d=mm&r=g

Bambang Dwi Atmoko

Chief Editor Gizmologi. Tech journalist & blogger. Mobile photography enthusiast. Living in dangerously beautiful Indonesia.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tri: Peserta Penerima Bantuan Kuota Belajar Meningkat 20%
Tri Buka Layanan Digital 3Store di Kantor Pusat Indosat
Upaya Qualcomm Jembatani Kesenjangan Digital Lewat Jaringan 5G di Indonesia
Demi 4G, Telkomsel Matikan Layanan 3G Secara Bertahap di 2022
Indosat Catat Laba Bersih Rp2,7 Triliun di 1H 2024
TAGGED:Angga Raka PrabowoHari Bhakti Postel ke-81Komdigi
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Bluesky Email Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Cry0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Surprise0

Latest Stories

Starlink SpaceX Boost Mobile
SpaceX Dikabarkan Incar Boost Mobile untuk Perluas Bisnis Starlink Mobile
News
Lenovo Yoga Tab Plus Gen 2 Front and Back with Pen
Lenovo Siapkan Yoga Tab Gen 2 Series di Indonesia, Usung Layar 4K dan Fitur AI
Gadget
Apple
Apple Dikabarkan Siapkan Tiga iPad Baru pada 2027, dari iPad Air OLED hingga iPad Pro M6
News
iOS 27
Penyimpanan iPhone Berkurang 15GB Setelah Update iOS 27? Begini Cara Mengatasinya
Smartphone Tips

Latest Review

Lenovo IdeaTab Plus
Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
Review Dune: Awakening
Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
The Blood of Dawnwalker
Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
ASUS ROG Azoth X
Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
realme16ProHarryPotterEdition
Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
Gizmologi.idGizmologi.id
Follow US
© 2025 Gizmologi by PT Konten Cipta Kreatif. All Rights Reserved.

Our Family: Gadgetdiva - Otodiva - Traveldiva

  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire
Memuat Komentar...
icon gizmologi icon gizmologi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?