Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Huawei Kerahkan Upaya Tanggap Darurat Perbaiki Jaringan Akibat Gempa di Lombok

0 101

Berbagai operator komunikasi merespons cepat paska gempa berkekuatan 7 skala Richter di Lombok akhir pekan lalu. Tak terkecuali upaya tanggap darurat Huawei yang dilakukan untuk memulihkan jaringan telekomunikasinya yang sempat terganggu akibat bencana alam ini.

Upaya tanggap darurat Huawei ditempuh dengan mengerahkan teknisinya yang berpengalaman untuk mengembalikan kinerja jaringannya bagi pelanggan di Lombok dan sekitarnya yang terkena dampak gempa tersebut.

“Sejak bencana gempa mengguncang Lombok pada Minggu, kami terus mendukung upaya pemulihan jaringan telekomunikasi milik operator seluler. Kami menyadari pentingnya fungsi infrastruktur telekomunikasi dalam setiap aktivitas manajemen bencana, kata GM Area Jateng, Jatim, Balinusra Huawei Indonesia, Syarbeni.

“Huawei mengerahkan 16 teknisi senior yang terlibat dalam 49 tim guna membantu pemulihan jaringan operator yang terdampak,” imbuh Syarbeni.

Pasca Gempa di Lombok
Matinya listrik menyebabkan jaringan telekomunikasi terganggu. Foto oleh gulalives.co

Menurut Syarbeni, saat bencana gempa terjadi, sebanyak 542 titik base tranceiver station (BTS) dari 1.133 BTS yang didukung Huawei di Pulau Lombok mengalami gangguan atau tidak berfungsi akibat pasokan listrik yang sempat terganggu. Kondisi tersebut telah menjadikan beberapa jaringan operator telekomunikasi tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.

Baca juga: Salip Apple, Huawei Kini Menjadi Produsen Smartphone Terbesar ke-2 di Dunia

Sebagai upaya tanggap darurat Huawei, koordinasi internal secara intensif dan komunikasi dengan pihak operator terkait pun dilakukan. Upaya tanggap Huawei lainnya adalah dengan membentuk satuan tugas bencana alam dan menerapkan sistem pelaporan berkala atas kondisi dan stabilitas jaringan yang terdampak gempa.

“Dalam waktu 96 jam, sebanyak 502 BTS sudah dapat dipulihkan. Kondisi per hari ini, 92,6 persen jaringan sudah beroperasi secara normal. Meski demikian, kami tetap melakukan pantauan secara berkala sebagai upaya mengantisipasi dampak serta risikogempa susulan,” kata Syarbeni.

Syarbeni menjelaskan teknologi real-time monitoring Huawei dapat membantu operator dalam memantau kondisi dan memastikan stabilitas jaringan dengan mudah, sekaligus membantu upaya pemulihan yang diperlukan dengan cepat agar layanan komunikasi yang disediakan oleh operator telekomunikasi bagi pelanggannya dapat kembali berjalan normal.

Pada Minggu (5/8/2018), terjadi gempa pada pukul 18:46:35 WIB dengan kekuatan 7 lalu gempa susulan terakhir berkekuatan 6,2 SR kembali terjadi pada Kamis pukul 12.25 WIB, demikian menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Hingga Kamis pagi (9/8), BMKG mencatat telah terjadi 355 kali gempa susulan di sekitar lokasi awal gempa. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pun masih memberlakukan periode tanggap darurat hingga Sabtu (11/8/2018).