Opensignal: Telkomsel Memakai Spektrum 3G untuk Mempercepat 4G dan Implementasi 5G

Jakarta, Gizmologi – Telkomsel merupakan operator telekomunikasi pertama yang telah menggelar layanan jaringan 5G secara komersial di Indonesia. Dengan adanya layanan ini, jaringan yang terdahulu tidak begitu saja diabaikan.

Hal ini mengingat adanya akses yang tidak memadai terhadap spektrum 5G di Indonesia. Ya, menurut Kementerian Kominfo, negeri ini hanya mengalokasikan sekitar sepertiga spektrum dari apa yang dibutuhkan untuk mendukung penyebaran 4G dan 5G.

Itulah sebabnya para operator di Indonesia memanfaatkan kepemilikan spektrum yang ada dengan menggunakan kembali sebagian atau seluruh spektrum yang saat ini digunakan untuk jaringan 3G dan 4G. Seperti yang diungkap lewat kajian Opensignal yang diterima Gizmologi, Jumat (24/9/2021) yang menyebutkan bahwa berbagai operator telah memakai spektrum 3G untuk mempercepat 4G dan implementasi 5G di masa depan.

Sebagai objek dari kajian tersebut adalah Telkomsel, di mana Opensignal memahami pendekatan yang dilakukan operator ini dan dampaknya terhadap pengalaman seluler penggunanya. Dalam kajian yang bertitel “Telkomsel is Boosting Capacity for 4G, by Refarming 3G” terdapat beberapa hal yang terungkap, di antaranya sebagai berikut:

  • Telkomsel mulanya mengandalkan tiga saluran downlink 5 MHz pada Band 1 (pita frekuensi 2100 Mhz) untuk menyediakan layanan 3G di 40 kota terbesar di Indonesia. Namun, selama delapan bulan terakhir, operator ini telah menggunakan kembali atau menata ulang sebagian besar spektrum tersebut untuk meningkatkan kapasitas jaringan 4G. Saat ini, untuk jaringan 3G hanya mengandalkan saluran downlink 5 MHz.
  • Telkomsel telah memperbarui dua dari tiga saluran downlink 5 MHz dari 3G ke 4G di 10 kota, yaitu Bandung, Tangerang, Sukabumi, Malang, Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta untuk Pulau Jawa, Palembang untuk Pulau Sumatera, serta Denpasar dan Mataram untuk Kepulauan Sunda Kecil.
  • Pada akhir bulan Agustus 2021, Telkomsel telah menggunakan kembali 10 MHz (2×5 MHz) di 35 dari 40 kota, di antaranya Jakarta, Tasikmalaya, Balikpapan, Ambon, dan Jayapura. Medan, Makassar, Palangka Raya, Tarakan, dan Gorontalo adalah satu-satunya pengecualian, di mana operator Operator ini tetap menggunakan spektrum 15 MHz pada pita frekuensi 2100 MHz untuk jaringan 3G.
  • Melihat perubahan pengalaman seluler pengguna antara bulan Januari hingga Agustus, pengguna Telkomsel di 40 kota yang disebutkan di atas mengalami peningkatan kecepatan unduh rata-rata pada jaringan 4G sebesar 16,8%.
  • Pada bulan Agustus, Kecepatan Unduh rata-rata pada jaringan 4G adalah 21,6 Mbps dan pada bulan Januari hanya 18,5 Mbps. Hal itu menunjukkan bahwa penataan ulang spektrum, di antara faktor lainnya, berkontribusi positif terhadap pengalaman seluler pengguna.
  • Kecepatan unduh rata-rata pada jaringan 3G tidak mengalami perubahan yang signifikan antara bulan Januari 2021 hingga Agustus 2021 (secara absolut). Hal itu menunjukkan bahwa 5 Mhz spektrum Band 1 cukup bagi Telkomsel untuk mendukung jaringan 3G.

Tantangan Sama, Pendekatan Berbeda

Smartfren Wi-Box 4G

Opensignal juga mengungkapkan, bahwa Telkomsel dan kompetitornya melakukan pendekatan yang berbeda dalam memanfaatkan spektrum yang ada. Operator ini telah memperbaharui spektrum Band 1 untuk menambah kapasitas penggunaan 4G dan menggunakan spektrum baru pada Band 40 (2,3 GHz) untuk meluncurkan 5G.

Sedangkan Smartfren berencana untuk menggunakan spektrum baru pada Band 40 demi meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, juga memperluas jangkauannya ke luar wilayah operasional yang telah ada saat ini.

Namun, tidak begitu dengan XL yang tidak mendapatkan spektrum baru dan akan memakai teknologi Dynamic Spectrum Sharing (DSS) pada spektrum 1800 MHz dan 2100 MHz untuk 5G. Kemudian untuk Indosat meluncurkan 5G pada 1800 MHz dan menandatangani perjanjian untuk usulan meger dengan 3, di mana Nokia dan 3 telah bekerja sama dalam menyebarkan teknologi DSS untuk jaringan 3G dan 4G.

Harus diakui, ketika Indonesia sedang melangkah menuju adopsi 5G, sebagian besar masyarakat masih bergantung pada jaringan 3G. Artinya, para operator menghadapi tantangan dalam mematikan jaringan 3G sepenuhnya dan menggunakan kembali spektrum 3G tersebut untuk mengefisiensi teknologi 4G saat ini dan 5G untuk kemudian hari.

Dalam hal ini, Opensignal melihat langkah memigrasikan para pengguna 3G ke 4G dan memperbaharui spektrum 3G akan berdampak positif pada pengalaman seluler pengguna secra keseluruhan.

Tinggalkan komen