Layanan cek nomor HP via NIK dapat membantu masyarakat memeriksa nomor terdaftar, tetapi malah dipakai oleh orang tak bertanggung jawab untuk mengakses data orang lain.
Terkait cek nomor HP via NIK ini, XLSMART mengungkap fasilitas itu dihentikan sementara setelah ditemukan penyalahgunaan.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menjelaskan persoalan tersebut dalam sesi tanya jawab dengan media pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Media Experience Update 5G Yogya-Solo.
Menurut Merza, orang yang mengetahui Nomor Induk Kependudukan (NIK) seseorang dapat menggunakan layanan itu untuk melihat nomor telepon yang terhubung dengan identitas tersebut.
“Sekarang kita matikan lagi, semua operator, karena ternyata cek nomor HP via NIK ini disalahgunakan,” kata Merza.
Pernyataan itu muncul saat banyak pengguna smartphone mengeluhkan, identitas mereka telah dipakai tanpa izin ketika hendak melakukan registrasi.
Cek Nomor HP via NIK Digunakan untuk Buka informasi Nomor Pengguna
Merza menyoroti peredaran data identitas dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Salah satunya, kita menyerahkan KTP saat menginap di hotel atau pengisian nomor identitas dalam formulir undian.
Menurut penjelasannya, ketika data tersebut digunakan pada fasilitas pengecekan, informasi nomor HP terkait dapat ikut terlihat. Akses cek nomor HP via NIK semacam ini menjadi persoalan ketika dilakukan oleh orang tidak berhak.

“Padahal itu adalah data pribadi harus dilindungi,” ujar Merza dihadapan awak media. Ia menyampaikan, operator sedang membahas cara melindungi data konsumen sebelum membuka kembali akses.
Walau masih belum mengungkap secara detail sudah sejauh mana rencana tersebut, pembahasan saat ini berfokus pada mekanisme yang dapat memastikan pengguna layanan memang berhak melihat informasi tersebut.
Ia juga belum memaparkan metode verifikasi yang akan digunakan. Ia juga tidak menyebut jumlah kasus penyalahgunaan maupun jumlah pelanggan yang terdampak saat layanan cek nomor HP via NIK ini disalahgunakan.
Layanan Cek Nomor HP via NIK Dibuka Kembali?

Dalam sesi tersebut, Merza tidak menyebut nama platform, alamat situs, atau tanggal penghentian layanan cek nomor HP via NIK. Jadwal pengaktifan kembali juga belum diumumkan.
Persoalan yang dijelaskan Merza berkaitan dengan akses terhadap keterkaitan NIK dan nomor telepon. Ia tidak memaparkan insiden pembobolan sistem atau bukti kebocoran basis data operator.
Kebutuhan pelanggan untuk memeriksa penggunaan identitas tetap menjadi pertanyaan yang belum terjawab. Dalam sesi yang sama, Merza belum merinci jalur pengganti bagi masyarakat yang ingin memeriksa atau menangani nomor yang didaftarkan tanpa izin.
XLSmart: Jaringan 5G Sudah Jangkau 23 Wilayah di Jateng dan DIY

XLSMART mengungkap telah memperluas jangkauan jaringan 5G mereka di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di mana operator telekomunikasi itu menggunakan pendekatan 5G Blanket Coverage.
Dalam sesi Media Experience Update 5G Yogya-Solo, Kamis (15/10/2026), XLSmart mengumumkan jaringan 5G miliknya telah menjangkau 23 kota dan kabupaten di kedua provinsi, termasuk kawasan Yogyakarta dan Solo.
Perluasan jaringan tersebut didukung lebih dari 9.600 BTS 5G yang tersebar di Jawa Tengah dan DIY, dengan catatan pertumbuhan trafik data internet sebesar 17 persen di wilayah Jogja–Solo dalam satu tahun terakhir, seiring meningkatnya penggunaan layanan digital oleh masyarakat.
Pengembangan jaringan ini mencakup sejumlah wilayah seperti Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, hingga Kota Surakarta.
XLSMART Perluas Cakupan 5G dengan Blanket Coverage

Dalam paparannya pendekatan 5G Blanket Coverage ini ditujukan untuk menghadirkan cakupan jaringan lebih menyeluruh di suatu wilayah. Melalui pendekatan ini, perusahaan ingin memperluas akses 5G agar tidak hanya tersedia di lokasi tertentu.
Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan perluasan jaringan tersebut juga mempertimbangkan peningkatan kapasitas dan kualitas konektivitas di kawasan memiliki aktivitas masyarakat tinggi.
“Pengembangan jaringan diarahkan ke berbagai lokasi, mulai dari kawasan pendidikan, permukiman, pusat perdagangan, transportasi, hingga destinasi wisata,” katanya.
Di Yogyakarta, beberapa kawasan menjadi perhatian XLSMART mencakup Malioboro, Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Candi Prambanan, Jogja Expo Center (JEC), dan Stadion Kridosono. Sementara di Solo, pengembangan jaringan mencakup kawasan Stasiun Solo Balapan, Stadion Manahan, dan Pura Mangkunegaran.
Untuk mendukung cakupan tersebut, XLSMART mengoperasikan sekitar 35.100 BTS di Jawa Tengah, termasuk lebih dari 8.000 BTS 5G. Adapun di DIY, perusahaan memiliki lebih dari 5.100 BTS, termasuk lebih dari 1.300 BTS 5G.
Secara keseluruhan, XLSMART mengklaim infrastrukturnya di kedua provinsi telah mencapai lebih dari 40.000 BTS, termasuk lebih dari 9.600 BTS 5G.
Meski begitu, jumlah BTS dan luasnya wilayah yang masuk cakupan tidak secara langsung menunjukkan kualitas koneksi sama di setiap lokasi.
“Pengalaman pelanggan tetap dapat dipengaruhi oleh kondisi jaringan setempat, perangkat yang digunakan, hingga kepadatan pengguna,” papar Shurish.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

