XLSMART mempercepat ekspansi jaringan 5G di Indonesia. Perusahaan menaikkan target cakupan layanan 5G menjadi 101 kota/kabupaten pada akhir 2026, dari target sebelumnya 88 kota/kabupaten.
Perubahan target tersebut datang bersamaan dengan kenaikan panduan capitalized capex 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun. Tambahan belanja modal tersebut akan digunakan antara lain untuk pengoperasian lebih dari 265 ribu BTS, perluasan layanan 5G, serta pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
Hingga semester pertama 2026, layanan 5G XLSMART telah hadir di lebih dari 50 kota, dengan dukungan sekitar 15 ribu BTS 5G. Dalam paparan perusahaan, jaringan tersebut telah mencakup sekitar 23% populasi nasional.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan peningkatan target ekspansi 5G dilakukan setelah perusahaan melihat peluang untuk memperluas jaringan lebih jauh pada tahun ini.
“Kemarin ada yang mengeluh Smartfren, coverage terbatas, keluar kota sedikit hilang, keluar pulau hilang, hari ini kita nyatakan, hal itu tidak ada lagi. Hari ini Smartfren tiga kali lipat lebih luas dan lebih kuat sinyalnya dibanding sebelumnya,” ujar Merza, saat media gathering XLSmart di Surabaya (4/9).
Menurut Merza, pada 2026 jaringan 5G XLSMART melalui layanan XL telah menjangkau lebih dari 50 kota. Target yang sebelumnya ditetapkan 88 kota pada akhir tahun kemudian dinaikkan menjadi 101 kota. “Tahun 2026, Smartfren yang menjadi bagian dari XLSMART kini dengan sinyal 5G telah menjangkau lebih dari 50 kota, yang tadinya akhir tahun rencana mau menambah 88 kota, tapi karena melihat opportunity, target akhir tahun menjadi 101 kota,” ujar Merza.
Pernyataan tersebut menandai perubahan target ekspansi yang cukup signifikan. XLSMART kini perlu menambah sekitar 50 kota/kabupaten atau lebih dari cakupan yang telah dicapai pada semester pertama untuk mencapai target 101 kota pada akhir tahun.
Capex XLSMART Naik Rp5 Triliun

Ekspansi tersebut juga mendapat dukungan dari perubahan rencana belanja modal perusahaan. XLSMART menaikkan panduan capitalized capex 2026 menjadi Rp20 triliun, dibandingkan rencana awal Rp15 triliun. Dalam paparan perusahaan, tambahan capex tersebut antara lain diarahkan untuk mendukung pengoperasian lebih dari 265 ribu BTS, ekspansi 5G, serta pemanfaatan spektrum baru di pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Kenaikan capex sebesar Rp5 triliun, atau sekitar 33,3% dibandingkan panduan awal, menjadi salah satu sinyal bahwa pengembangan jaringan menjadi bagian penting dari agenda XLSMART pada paruh kedua 2026.
Perusahaan menyebut investasi tersebut juga digunakan untuk mempercepat sejumlah investasi jaringan yang sebelumnya dijadwalkan pada tahun berikutnya. Implementasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, perkembangan trafik, kesiapan infrastruktur, dan karakteristik setiap wilayah.
Kenaikan investasi jaringan berlangsung ketika trafik data terus bertumbuh. Dalam materi yang dipaparkan XLSMART, total trafik data pada H1 2026 mencapai 7.934 PB, dengan pertumbuhan sekitar 19% secara tahunan. Pendapatan perusahaan yang ditampilkan dalam paparan mencapai Rp24,03 triliun, tumbuh 26% secara tahunan.
Perusahaan juga menyebut 5G telah memberikan kontribusi sekitar 27% terhadap pertumbuhan trafik. Sementara itu, pengalaman pengguna 5G dalam materi presentasi disebut mencapai 2,5 kali dibandingkan 4G. Angka-angka tersebut menjadi konteks bagi keputusan XLSMART untuk meningkatkan investasi jaringan. Pertumbuhan trafik tidak hanya membutuhkan perluasan cakupan, tetapi juga kapasitas tambahan di wilayah dengan konsumsi data tinggi.
Frekuensi 700 MHz untuk Cakupan, 2,6 GHz untuk Kapasitas
Salah satu perubahan penting dalam pengembangan jaringan XLSMART adalah tersedianya spektrum baru pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Kedua pita tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Spektrum 700 MHz lebih sesuai untuk mendukung perluasan cakupan dan penetrasi sinyal, sedangkan 2,6 GHz dapat menyediakan kapasitas yang lebih besar untuk kawasan dengan trafik tinggi.
Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, mengatakan implementasi kedua spektrum tersebut akan dilakukan secara bertahap. “Implementasi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz kami lakukan secara bertahap dan terukur. Prioritas diberikan kepada wilayah yang membutuhkan perluasan jangkauan serta kawasan dengan pertumbuhan trafik data tinggi,” ujar Shurish.
Pendekatan tersebut membuat ekspansi 5G tidak semata-mata mengejar jumlah kota. Penggunaan spektrum juga perlu disesuaikan dengan karakteristik trafik dan kebutuhan konektivitas di masing-masing wilayah.
Bagi pelanggan di wilayah dengan cakupan yang masih terbatas, pita 700 MHz dapat membantu memperluas jangkauan sinyal. Sementara di kawasan dengan kepadatan pengguna tinggi, tambahan kapasitas dari 2,6 GHz dapat menjadi salah satu komponen untuk menangani pertumbuhan trafik.
XLSMART Miliki 15 Ribu BTS 5G, Target 101 Kota

Hingga semester pertama 2026, XLSMART mencatat sekitar 15 ribu BTS 5G yang beroperasi dan jaringan 5G telah hadir di lebih dari 50 kota. Perusahaan kemudian menaikkan target akhir tahun menjadi 101 kota/kabupaten. Secara keseluruhan, XLSMART menargetkan pengoperasian lebih dari 265 ribu BTS pada 2026. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari jaringan yang melayani kebutuhan konektivitas pelanggan XL dan Smartfren setelah integrasi kedua bisnis tersebut.
Perusahaan juga mencatat hasil pengukuran Speedtest Intelligence pada semester pertama 2026. Melalui layanan XL, jaringan XLSMART meraih empat penghargaan Ookla, yakni Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience di Indonesia.
Namun, ekspansi jaringan tetap menjadi pekerjaan yang berbeda dari pencapaian dalam pengukuran performa. Penghargaan menggambarkan performa yang terukur pada periode tertentu, sementara perluasan ke 101 kota akan membutuhkan pembangunan dan optimalisasi infrastruktur di lokasi-lokasi baru.
Memasuki paruh kedua 2026, XLSMART menyatakan fokus pengembangan akan mencakup peningkatan pengalaman pelanggan, optimalisasi spektrum, perluasan 5G dan ekosistemnya, serta penguatan layanan digital dan kolaborasi.
Dengan target baru tersebut, 101 kota/kabupaten menjadi angka yang patut dipantau hingga akhir tahun. Tantangannya bukan hanya seberapa cepat XLSMART menambah lokasi 5G, tetapi juga bagaimana tambahan spektrum dan investasi Rp20 triliun tersebut diterjemahkan menjadi peningkatan cakupan, kapasitas, dan pengalaman jaringan bagi pelanggan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

