Telkomsel Maksimalkan Spektrum 2,3GHz untuk Layanan 5G di Indonesia

Jakarta, Gizmologi – Operator seluler Telkomsel akan memaksimalkan spektrum frekuensi radio 2,3GHz, yang saat ini digunakan untuk menggelar layanan 5G komersial. Mereka pun berkomitmen untuk memaksimalkan layanan 4G dan 5G.

Vice President Radio Access Network Engineering and Project Telkomsel, Akhmad Madces, mengatakan pihak siap manjakan pelanggan dengan internet ngebut, terutama jaringan 5G yang belum lama ini diperkenalkan ke publik.

“Telkomsel akan memaksimalkan spektrum andalan 2,3GHz,” kata Akhmad, pada saat sesi diskusi di Huawei Mobile Broadband Forum 2021, Kamis (14/10).

Telkomsel mendapatkan tambahan spektrum frekuensi radio sebesar 20MHz pada pita frekuensi 2,3GHz setelah lelang awal tahun ini. Menurut Akhmad, setelah penataan ulang, frekuensi tersebut akan mereka gunakan untuk memaksimalkan layanan 4G dan 5G.

Operator seluler ini juga berupaya mengembangkan layanan 5G pada spektrum 2,3GHz dan berkomitmen memberikan kecepatan 1GBps untuk penggunanya. Salah satu potensi layanan yang mereka lihat bisa menggunakan spektrum 2,3GHz adalah Wireless To The X, yang semakin berkembang karena pandemi virus corona.

“Pasar (WTTX) akan tumbuh selama pandemi COVID-19 karena banyak pengguna yang harus bekerja dari rumah,” kata Akhmad.

Tantangan Layanan 5G

Telkomsel 5G Experience Center

Telkomsel menjadi operator seluler pertama Indonesia yang menggelar layanan 5G komersial. Ketersediaan layanan 5G Telkomsel saat ini masih terbatas untuk titik tertentu di beberapa kota di Indonesia, termasuk diantaranya Jakarta, Makassar dan Solo.

Setelah meluncurkan layanan 5G, Telkomsel juga dihadapkan pada ketersediaan gawai yang sudah mendukung jaringan radio generasi terbaru ini. Mengingat tak sedikit smatphone 5G yang sudah dijual, bahkan sebelum operator seluler meluncurkan layanan internet generasi ke-lima tersebut.

Hal ini pula yang membuat sejumlah vendor masih mengunci jaringan 5G untuk gawai yang sudah diluncurkan di Indonesia. Meski begitu sebagian besar smartphone keluaran terbaru, kini sudah bisa digunakan untuk menangkap sinyal 5G.

Telkomsel mengharapkan tahun depan, semakin banyak perangkat yang mendukung 5G dengan harga terjangkau. Menurut mereka, rerata pendapatan per pengguna (ARPU) layanan seluler di Indonesia termasuk yang terendah di dunia.

“Pada intinya refarming ini (kecepatan internet Telkomsel) lebih cepat lagi karena kapasitasnya lebih besar lagi. 5G saat ini masih berbarengan dengan 4G, jadi alokasi ini buat 5G lebih lowong dengan tambahan spektrum,” pungkasnya

Tinggalkan komen


Bagi 10 responden terpilih, berhak mendapatkan
saldo e-wallet masing-masing senilai Rp100 ribu.