Jakarta, Gizmologi – Hadirnya kendaraan seperti mobil listrik yang semakin populer, membuat permintaan akan kehadiran penyedia layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terus meningkat. Terutama di kota-kota besar, termasuk DKI Jakarta di mana pemilik mobil listrik punya benefit tersendiri untuk bisa melalui peraturan ganjil genap. Untuk itu, Terra Charge sebagai penyedia layanan SPKLU, siap ekspansi besar-besaran dalam waktu dekat.
Bila Gizmo friends belum familiar, Terra Charge sendiri merupakan SPKLU yang didukung langsung oleh PT PLN (Persero). Sehingga walaupun baru hadir ke Tanah Air sejak tahun lalu, kini sudah ada cukup banyak pusat pengisian daya yang sudah bisa digunakan, tersebar di berbagai pulau dengan total lebih dari 1800 unit. Pertumbuhannya sendiri mencapai 5 kali lebih cepat, dan sudah menjadi 1 dari 3 SPKLU terbesar di Indonesia.
Berasal dari Jepang, perusahaan Terra Charge sendiri sejatinya dimulai dari produksi sepeda listrik maupun tuktuk listrik (e-tuktuk). Keahlian dalam hadirkan kendaraan listrik, dimanfaatkan untuk mengembankan SPKLU yang modern, bisa memberikan pengisian daya dalam kecepatan yang variatif menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah berbeda.
Toru Tokushige, CEO dan founder Terra Charge, mengatakan bila pihaknya sangat senang untuk terus berekspansi dan ingin mencapai SPKLU nomor satu di Indonesia, lewat berbagai solusi pengisian daya canggih sekaligus mendukung negara menuju mobilitas listrik. “Kami yakin dapat memberikan nilai tambah yang luar biasa kepada pelanggan kami, dan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan.”
Baca juga: Harga Mobil Listrik VinFast VF e34, Bisa dengan Baterai Sewa Mulai Rp1 Jutaan Per Bulan
Hadirkan Beragam Jenis AC & DC Charger Sesuai Kebutuhan

Debut sejak Oktober 2023 lalu, kini setidaknya Terra Charge telah memiliki sekitar 20 karyawan untuk bisnisnya di Indonesia, dan mendapatkan funding langsung dari kantor pusat di Jepang. Saat ini stasiun SPKLU milik Terra Charge sendiri telah tersebut di berbagai wilayah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Mulai dari wilayah pemukiman seperti apartemen, sampai rest area. Dengan spesifikasi pengisian daya yang berbeda-beda.
Menariknya, dalam pemaparan langsung, Terra Charge sebutkan bila saat ini ada lebih banyak mobil Jepang yang berada di Indonesia, dibandingkan di negara asalnya tersendiri. Situasi tersebut, dan prediksi Indonesia sebagai top 4 GDP di 2040, membuat alasan mengapa perusahaan asal Jepang ini memutuskan untuk hadir dan lakukan ekspansi secara masif di Indonesia.

Membawa kualitas Jepang, pengisi daya dari Terra Charge tersedia dalam bentuk DC Charger maupun AC Charger, dengan daya kisaran 60-180kW serta 7,5-22kW untuk masing-masing jenis. Terra Charge memberikan solusi yang lengkap, di mana untuk pengisian daya di lokasi seperti apartemen, mungkin tidak membutuhkan daya terlalu cepat. Berbeda seperti rest area tol di mana konsumen lebih ingin mengisi daya EV secara instan.
Menyesuaikan pernyataan dari menteri ESDM yang sebutkan ingin ada setidaknya 32 ribu pengisi daya EV untuk mendukung 2 juta kendaraan listrik, Terra Charge menargetkan setidaknya 1000 pengisi daya sepanjang 2025. Hal ini juga sejalan dengan target pencapaian Net Zero Emission di tahun 2050.
Terra Charge Juga Tawarkan Kemudahan Penggunaan

Selain ekspansi, Terra Charge juga bakal terus memperkenalkan solusi pengisian daya kendaraan listriknya dengan beragam keunggulan. Fitur utama yang ditawarkan adalah kemudahan untuk memasang dan memperbaiki perangkat (penting untuk AC charger), pusat kontak yang beroperasi selama 24 jam, serta penggunaan yang mudah berkat rancangan insinyur pribadi dari perusahaan.
Cara menggunakan SPKLU milik Terra Charge pun tergolong mudah. Melalui aplikasi yang tersedia di smartphone, pengguna bisa mencari lokasi terdekat, memarkirkan kendaraan mereka, dan cukup melakukan scan QR langsung dari smartphone. Setelah itu, cukup pilih waktu pengisian atau kWh yang ingin didapat, dan bisa memulai pengisian daya mobil listrik.
Aplikasi Terra Charge tentunya juga bisa menampilkan status pengisian daya kendaraan secara real-time, dan pengguna bisa menghentikan proses pengisian kapan pun. Kemudian bakal ditampilkan laporan rangkuman pengisian daya, lengkap beserta biaya yang dikeluarkan dalam sesi charging tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




