Jakarta, Gizmologi – Tesla kembali menunjukkan ambisinya di ranah teknologi silikon. Kali ini bukan soal kendaraan listrik, melainkan prosesor AI generasi terbaru yang diklaim akan menjadi tulang punggung sistem otonom dan pelatihan kecerdasan buatan perusahaan. Chip AI5 disebut sudah rampung dikembangkan dan siap masuk tahap produksi.
Langkah ini menarik karena Tesla tak lagi sepenuhnya bergantung pada satu mitra manufaktur. Produksi AI5 akan dibagi antara TSMC dan Samsung, sementara proyek superkomputer Dojo 3 yang sempat mandek kini kembali dihidupkan dengan pendekatan baru. Ini menandakan perubahan strategi yang cukup signifikan.
Namun di balik klaim performa tinggi dan efisiensi ekstrem, ada sejumlah tanda tanya. Mulai dari konsistensi performa lintas manufaktur hingga tantangan integrasi teknologi pengemasan chip skala besar yang belum pernah benar-benar diuji di pasar.
Baca Juga: Membuka CES 2026, Samsung Perkenalkan TV Micro RGB 130 Inci Pertama di Dunia!
AI5: Performa Setara NVIDIA, Konsumsi Daya Jauh Lebih Rendah

Menurut Elon Musk, chip AI5 mampu menyamai performa arsitektur NVIDIA Hopper, bahkan dua unit AI5 disebut setara dengan satu prosesor Blackwell. Yang paling mencolok, AI5 diklaim hanya membutuhkan daya sekitar 150 watt, jauh di bawah NVIDIA H100 yang bisa menembus 700 watt.
Efisiensi ini dicapai dengan pendekatan yang sangat spesifik. Tesla menghilangkan subsistem grafis umum dan mengoptimalkan arsitektur chip murni untuk pemrosesan neural network. Meski menjanjikan, pendekatan ini juga membuat AI5 kurang fleksibel dibanding GPU konvensional yang lebih serbaguna.
Dojo 3 Bangkit dengan Intel

Kebangkitan Dojo 3 juga tak kalah menarik. Intel kini berperan sebagai mitra utama untuk pengemasan dan pengujian, menggunakan teknologi EMIB yang memungkinkan penggabungan banyak chip tanpa interposer wafer penuh. Pendekatan ini dinilai lebih cocok untuk modul Dojo berukuran besar.
Samsung disebut akan memproduksi chip pelatihan D3 berbasis proses 2 nm, sementara Intel fokus di tahap packaging. Meski terdengar ideal di atas kertas, koordinasi lintas vendor selalu membawa risiko, terutama dalam hal yield, biaya, dan waktu produksi.
Dengan rencana agresif untuk AI6 dan AI7 dalam siklus desain sembilan bulan, Tesla jelas bermain cepat. Pertanyaannya, apakah kecepatan ini bisa diimbangi stabilitas dan konsistensi, atau justru membuka celah baru di eksekusi teknologi mereka.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



