Jakarta, Gizmologi โ Penelitian terbaru menemukan tren curhat ke AI (kecerdasan buatan) sedang ramai di kalangan pengguna Indonesia selama liburan. Fenomena ini terjadi kepada pengguna golongan generasi-Z dan milenial.
Penelitian Kaspersky terbaru menunjukan aktivitas penggunaan AI selama liburan. Riset ini dilakukan secara global termasuk Indonesia.
Sebagai alat, AI harusnya digunakan sebagai asisten belanja atau perencanaan yang andal. Namun, siapa sangka AI bisa juga memberikan dukungan emosional juga?
Baca Juga: Kaspersky Peringatkan Wabah Penipuan di Momen Belanja 11.11 Tahun Ini
Tren Curhat ke AI di Indonesia di Angka 31%

Kaspersky telah melakukan survei untuk mengetahui bagaimana orang memanfaatkan AI untuk memaksimalkan waktu luang mereka dan menyederhanakan persiapan liburan. Perusahaan juga menyoroti potensi ancaman siber yang terkait dengannya.
Dari hasil survei tersebut menunjukan popularitas AI pada musim liburan 2025/2026 cukup tinggi, dengan 74% peserta survei berencana menggunakan AI ke dalam aktivitas liburan mereka. Di antara pemilih tersebut banyak generasi muda, dengan 86% responden berusia 18-34 tahun.
Di antara banyaknya tanggapan, yang menarik ialah tren curhat ke AI. Secara global, 29% dari peserta survei menggunakan AI selama liburan, dengan pengguna Indonesia memiliki persentase lebih tinggi (31%) untuk ini.
Tren ini banyak dimanfaatkan dari mereka ketika sedang tidak bahagia dan AI mampu menawarkan bantuan emosional. Generasi Z dan milenial menunjukkan minat terbesar untuk curhat ke AI, dengan 35% responden. Sedangkan untuk generasi yang lebih tua, berusia 55 tahun ke atas, memilih mempertimbangkan curhat ke AI saat kesal berjumlah 19% responden.

Selama liburan, selain responden curhat ke AI, ada juga aktivitas lain yang dilakukan. Penelitian menyebutkan AI selama liburan digunakan untuk mencari resep (56%) atau restoran dan akomodasi (54%).
Selain itu, AI juga digunakan untuk bertukar pikiran, dengan 50% dari peserta survei mencari bantuan AI untuk bertukar pikiran tentang ide hadiah, cara merayakan, atau kiat-kiat dekorasi Natal dan Tahun Baru.ย
Generasi muda menunjukkan minat yang tinggi pada AI sebagai perencana anggaran (50%), sementara orang yang lebih tua (55+) kurang antusias untuk membiarkan kecerdasan buatan mengelola pengeluaran mereka (31%). Mereka yang lebih tua, lebih memilih untuk menggunakan AI untuk mencari resep (59%) dan menghasilkan ide hadiah (41%).
Di balik semua manfaat dari AI, Kaspersky tetap mengingatkan keamanan siber kepada pengguna. Biasanya, alat AI modern memungkinkan pembeli saat liburan untuk menemukan penawaran yang sesuai dengan preferensi individu dan batasan anggaran hanya dengan beberapa klik.

Sangat disarankan bagi pembeli untuk memeriksa semua tautan yang diberikan oleh AI sebelum mengkliknya, karena tautan tersebut mungkin berisi konten berbahaya atau phishing. Untuk mengurangi risiko ini, para ahli keamanan siber merekomendasikan penggunaan solusi keamanan yang dilengkapi dengan alat deteksi phishing berbasis AI.
Sedangkan untuk curhat ke AI juga tidak bisa dianggap aman. Kaspersky mengingatkan untuk pengguna meninjau kebijakan privasi alat AI yang digunakan.
Lalu cobalah untuk menghindari berbagi informasi yang bersifat sangat pribadi seperti identitas atau keuangan dengan chatbot AI. Kaspersky juga mengingatkan jika ingin curhat ke AI, pilihlah layanan AI dari perusahaan terkemuka dengan rekam jejak privasi dan keamananย
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



