Jakarta, Gizmologi โย Ancaman Ransomware atau ancaman serangan siber lainnya telah membuat organisasi hingga individu merugi. Ancaman ransomware yang paling banyak dilakukan bersumber dari kelompok LockBit.
Menurut Trend Micro Incorporated, kelompok tersebut bertanggung jawab atas sekitar 25% dari semua kebocoran data yang disebabkan oleh ancaman ransomware yang diperkirakan sebesar 25% pada 2023. Ancaman ransomware ini menyebabkan kerugian milyaran dolar bagi ribuan korban di dunia selama empat tahun terakhir.
Ransomware adalah salah satu ancaman siber paling serius yang dihadapi perusahaan saat ini, dikenal karena mengganggu aktivitas sekolah, rumah sakit, pemerintah dan bisnis, serta membahayakan infrastruktur penting nasional. Melalui itu semua ransomware menghasilkan uang haram untuk beberapa kelompok penjahat siber kecil. Pada tahun lalu, para korban membayar lebih dari $1 miliar kepada kelompok ini dan afiliasi mereka.
Baca Juga:ย Kaspersky Ingatkan Ancaman Dunia Maya Bagi Perempuan
Trend Micro Bantu Basmi Ancaman Ransomware dari Kelompok LockBit

Trend Micro berkesempatan untuk ikut membantu mitra penegakan hukum global membasmi kelompok mega-ransomware LockBit dan menghancurkan rencana malware jangka panjang mereka.ย Melalui penyusupan, Trend Micro telah mencegah dirilisnya produk malware terbaru dari kelompok ini dan secara otomatis memasang perlindungan untuk pelanggan Trend Micro, bahkan sebelum kelompok itu selesai menguji produk mereka.
โKami merasa terhormat bahwa threat intelligence kami telah memberikan value yang unik bagi penegakan hukum global dalam misi bersama untuk menjadikan dunia lebih aman,โ ucapย Robert McArdle, pemimpin di tim peneliti kejahatan siber Trend Micro dan kolaborator di Federal Bureau of Investigation (FBI) dan National Crime Agency (NCA).
Berbagai detail di balik operasi pembasmian LockBit terungkap, termasuk penyitaan mata uang kripto, penangkapan dan pendakwaan, pemberian sanksi, dan pemberian dukungan teknis kepada para korban. Operasi ini mengambil alih situs LockBit yang bocor, mengungkap informasi dan identitas pribadi anggota kelompok ini, serta detail pekerjaan mereka sebelumnya.
Trend Micro menjelaskan, tindakannya ini bertujuan menjadikan kelompok ancaman ransomware ini tidak diterima dan tidak dipercaya lagi di dunia kejahatan siber dan dengan demikian bisnis tersembunyinya lumpuh. Ada juga beberapa hal yang dihasilkan oleh Trend Micro karena operasi penangkapan kelompok LockBit ini.

Yaitu, proteksi dini dari Trend Micro yang dikatakan telah membantu pelanggan melawan LockBit-NG-Dev. Perusahaan juga membuat netralisasi terhadap ransomware yang berpotensi produktif. Alat tersebut mencegah penggunaannya di perusahaan-perusahaan yang mungkin akan dijalankan oleh para pelaku di masa depan.
Perusahaan keamanan siber ini juga hadirkan operasi penegakan hukum yang diharapkan akan mengakhiri riwayat LockBit. Trend Micro juga ingin menetapkan tolak ukur baru untuk kolaborasi internasional dalam hal penegakan hukum dan kemitraan privat.
Sebelum mengurusi LockBit, Trend Micro pernah mengamanan pengguna Microsoft di dunia dari kerentanan yang sangat mengkhawatirkan. Adapun dari kasus pembasmian kelompok LockBit terdapat beberapa pesan yang tersampaikan kepada insider atau pelaku kejahatan siber lainnya.
โKini, insider tidak akan cukup naif untuk berasumsi bahwa upaya itu akan menghapuskan kelompok kejahatan tersebut, tapi kita tahu bahwa tidak ada penjahat waras yang mau terlibat dengan kelompok ini lagi,โ terang McArdle.
Walaupun LockBit tak diragukan lagi merupakan operasiย ransomwareย terbesar dan paling berdampak di dunia, disrupsi ini menandakan bahwa semua penjahat yang terkait dengannya harus mempertimbangkan kembali secara mendalam setiap keterlibatan dan kerja sama mereka dengan kelompok tersebut, yang meningkatkan risiko mereka menjadi target operasi penegakan hukum.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



