alexa

Twitter Ujicoba Fitur Shop Module, Bawa Fungsi Mirip E-Commerce

San Francisco, Gizmologi – Platform media sosial tempat para penggunanya mengirim kicauan singkat, Twitter terus melakukan uji coba dengan menghadirkan beragam fitur baru untuk penggunanya. Setelah sebelumnya menghapus Fleets, kini ditambahkan sebuah fitur baru yang disebut “Twitter Shop Module”, mungkinkan pengguna berbelanja.

Platform yang pertama kali ditemukan sejak tahun 2006 ini memang sedang berusaha mengejar ketertinggalan, secara rutin gulirkan opsi tambahan untuk penggunanya. Mulai dari Twitter Spaces sampai Fleets (yang sebentar lagi bakal hilang), Twitter ingin agar platform-nya juga bisa diikuti oleh perputaran uang.

Baca juga: Ikuti Reddit, Twitter Sedang Ujicoba Opsi Upvote & Downvote

Beragam cara telah dihadirkan meski hanya sebatas regional. Seperti menampilkan opsi pembayaran digital dalam profil akun, membuat Twitter Spaces berbayar, dan yang terbaru kali ini adalah Shop Module. Sesuai namanya, tambahan ini mungkinkan pengguna untuk berbelanja langsung dari aplikasi.

Shop Module Tingkatkan Potensi Belanja Dalam Platform Twitter

Twitter Shop Module

Seperti yang kita tahu, platform media sosial lain telah lebih dulu memungkinkan para pemilik akun untuk melihat kategori barang, harga sampai melakukan pembelian. Ya, Facebook menjadi salah satu yang pertama, yang kemudian diikuti oleh Instagram. Fitur ini bisa dibilang praktis, dan tentu dapat meningkatkan waktu aktif pengguna Twitter.

Tentu, karena jadi lebih banyak hal yang bisa dilakukan di dalam aplikasi praktis, sehingga tak perlu berpindah ke browser atau e-commerce tertentu. Twitter sendiri memang telah mencoba untuk melihat potensi berbelanja di dalam platform-nya sejak awal tahun. Dan Shop Module ini merupakan bentuk pertama yang berhasil diwujudkan.

Hadir sebagai program pilot, Twitter Shop Module tampil menjadi sebuah fitur yang ditujukan khusus untuk akun resmi yang berjualan produk. Mereka nantinya dapat tampilkan daftar barang di profil, sembari membuat twit atau utas terkait barang tersebut agar potensi pembeliannya lebih tinggi.

Berbentuk carousel, daftara barang bisa digulirkan ke kanan. Sementara untuk detilnya, Shop Module bakal gunakan peramban (browser) bawaan untuk informasi produk lebih lanjut dan pembelian, tetap di dalam aplikasi Twitter. Karena masih dalam tahap pengujian, fitur ini baru tersedia untuk beberapa merek saja.

Opsi Belanja Shop Module Baru Tampil Untuk Sejumlah Pengguna

Twitter Shop Module

Karena masih masa uji coba pertama, belu, semua pengguna bisa menikmati atau menjajalnya. Pasalnya, Shop Module ini baru tersedia untuk mereka yang berada di Amerika Serikat. Tidak hanya itu, juga hanya spesifik bagi yang gunakan aplikasi Twitter dalam perangkat iOS, serta menggunakan bahasa Inggris.

Sama seperti Fleets, Twitter ingin uji cobakan fitur Shop Module ini secara langsung kepada penggunanya. Dengan begitu, bisa dinilai kerja fitur tersebut dengan real-time, apakah meningkatkan dampak hingga melakukan pembelian produk dan lainnya. Twitter juga baru saja membentuk Merchant Advisory Board khusus, perdalam kerjasama dengan pihak lain untuk seriusi bagian ini.

Kehadiran Shop Module juga selaras dengan adanya Professional Profiles yang juga diluncuran tahun ini. Berikan komponen modular, Twitter bisa menarik lebih banyak jenis bisnis mulai skala kecil hingga besar. Tawarkan akses ke profil yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan, untuk berikan hasil bisnis lebih positif.

Tinggalkan komen