Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Ingin Menjadi Platform Distribusi Konten Nomor 1 di Indonesia, UC News Targetkan 10.000 Artikel Per Hari

UC News telah mengubah visi perusahaan dan berfokus kepada penciptaan serta pendistribusian konten, automisasi, konsumsi dan monetisasi.

0 2.146

Telah menjadi penguasa internet di China, Alibaba melebarkan sayapnya ke negara-negara potensial. Indonesia dan India adalah dua negara besar yang menjadi fokus pengembangannya. Pada Januari yang lalu, perusahaan ini telah mengumumkan investasi sebesar Rp 400 Miliar selama dua tahun ke depan di Indonesia dan India. Dana ini telah diatur untuk mengembangkan konten yang diciptakan oleh pelanggan (user generated) dengan potensi yang sangat besar di Indonesia, melalui platform distribusi berita dan konten UC News miliknya.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai lanskap pengguna internet di Indonesia, bulan ini  Xiaopeng He, Pendiri UCWeb dan Presiden dari Alibaba Mobile Business Group, didampingi oleh Jack Huang, Presiden Bisnis Luar Negeri UCWeb mengunjungi Jakarta. Mereka bertemu dengan investor serta pencipta konten untuk memperkuat fokus perusahaan dalam bidang agregasi dan distribusi konten digital di Indonesia. UCWeb saat ini juga tengah mempersiapkan peluncuran program We-Media generasi terbaru yang akan diluncurkan pertengahan Maret ini.

Jack Huang mengatakan pihaknya selalu memposisikan diri sebagai perusahaan yang berfokus pada teknologi dan produk, serta mendedikasikan diri untuk terus menambah konten lokal di tiap negara. Untuk memenuhi permintaan tersebut, UC News telah mengubah visi perusahaan dan berfokus kepada penciptaan serta pendistribusian konten, automisasi, konsumsi dan monetisasi.

“Kami akan bermitra dengan beberapa media terpercaya di Indonesia, untuk menyediakan konten yang lebih akurat. Serta merangkul penerbit konten independen untuk menciptakan konten yang unik dan menarik di Indonesia,” ujar Jack Huang.

Sementara itu Xiaopeng He mengungkapkan keputusan tersebut dibuat untuk mengikuti tren saat ini. Di mana dulu di era Yellow Pages, pengguna akan membuka halaman Indeks untuk menemukan judul dari informasi yang mereka inginkan secara manual. Namun, ke depannya, sudah punya mesin pencari (search engine), sehingga pengguna akan mengetik hal yang ingin diketahui dan mesin ini akan melakukan pengecekan kepada seluruh data dan informasi yang dibutuhkan.

“Saat ini, kita memasuki era dimana mesin dapat mempelajari jenis informasi yang Anda butuhkan dan sukai, dan konten ini akan didistribusikan secara otomatis kepada Anda. Bisnis kami akan mengarah ke pendekatan seperti ini,” ujar Xiaopeng, yang seolah membuka tabir bahwa fitur baru UC We-Media yang akan diluncurkan memiliki kemampuan mesin pencari yang handal.

Dijelaskan lebih lanjut, penerbit konten independen merupakan fokus utama untuk mewujudkan misi ini dan menjadi alasan di balik program UC We-Media. Melalui wadah ini, distribusi konten kepada pembaca yang tepat dapat dilakukan secara efisien melalui teknologi Big Data.

We-Media bekerja dengan fondasi “Keuangan, Layanan dan Traffic” menyediakan mekanisme yang terintegrasi secara baik bagi penerbit independen,blogger, dan KOL untuk mendapatkan keuntungan secara finansial dan meningkatkan popularitas. Bagi pemula dan pencipta konten niche, program ini menawarkan metodologi yang lebih mendalam, membantu untuk menarik pengiklan dan pembaca.

Jack Huang menambahkan, pertumbuhan penerbit independen dan pencipta konten di Indonesia, didukung oleh pertumbuhan konsumsi konten digital dan konten individu yang tinggi. Hal ini menunjukkan semangat masyarakat Indonesia untuk berbagi berita melalui berbagai jenis konten seperti artikel, video, meme, seri komik serta serial cerita.

“Tujuan kami adalah untuk membuat UC We-Media menjadi platform nomor 1 untuk layanan pembuatan dan distribusi konten di Indonesia dan India. Kami merencanakan untuk menambah 30.000 penerbit individual, blogger dan KOL pada platform kami di tahun 2017, dengan menemukan talenta-talenta tersembunyi dan juga menggandeng pencipta konten yang sudah dikenal, untuk menciptakan lebih dari 10.000 artikel untuk UC News, setiap harinya,” ungkap Jack.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan UC News tentang tren dan konsumsi konten digital di Indonesia pada akhir tahun 2016, terjadi kenaikan yang signifikan pada konsumsi konten berita di paruh akhir 2016, dengan kenaikan sebesar 307% pada kuartal 4 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Durasi membaca juga meningkat sebesar 206% pada periode yang sama. Selain itu, lebih dari 50%penggguna internet juga telah menggunakan media sosial sebagai sumber utama untuk mendapatkan berita.