Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Pantau PSBB, Jakarta dan Jabar Manfaatkan Data Waze

0 778

Aplikasi navigasi yang satu ini sangat bermanfaat tak hanya untuk navigasi, melainkan juga untuk mengetahui kabar terbaru seputar apa yang sedang terjadi di jalanan. Ya, siapa yang tak mengenal Waze, terutama bagi Gizmo friends yang rutinitasnya sering berkendara. Dengan komunitas yang saling berkontribusi, pengendara dapat mengetahui situasi terbaru di rute perjalanan yang akan kita lalui.

Untuk menyikapi situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini, Waze telah bekerja sama dengan beberapa otoritas perencanaan kota di Indonesia, dalam penerapan kebijakan pemerintah mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kini Waze for Cities telah digunakan oleh Jakarta Smart City (JSC) serta Jabar Digital Service (JDS).

Waze for Cities sendiri adalah program gratis yang berfungsi untuk berbagi data dua arah, mengenai informasi lalu lintas yang tersedia di publik. Fungsinya untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan kemacetan di kota masing-masing. JSC dan JDA adalah dua dari lebih 1.500 mitra global yang telah gunakan data program gratis tersebut, untuk urai kemacetan dan membuat perencanaan keputusan lebih baik.

Baca juga: Waze Jadi Aplikasi Favorit Pengendara Selama Ramadan dan Mudik Lebaran

JSC Gunakan Data Waze for Cities untuk Evaluasi Ganjil-Genap

waze for cities

Ketika wabah pandemi melanda, data dari Waze telah digunakan untuk evaluasi kebijakan PSBB yang dipaparkan langsung kepada Bupati atau Walikota, mengandung informasi terkait penurunan tingkat kemacetan dan beberapa area yang mengalami penutupan jalan.

JSC sendiri menggunakan data dari Waze for Cities untuk evaluasi kebijakan lalu lintas ganjil genap, membantu monitor titik-titik kemacetan dinas perhubungan secara semi-otomatis, dan menemukan rute yang tak dijangkau oleh jaringan MRT. Dengan begitu, JSC bisa mengidentifikasi dan berikan rekomendasi daerah yang perlu dijangkau TransJakarta atau lainnya, dan memaksimalkan pilihan transportasi umum yang aman selama pandemi.

Serupa dengan JSC, JDS adalah Unit Pelaksana Pengelola Layanan Digital, Data dan Informasi Geospasial yang beroperasi di bawah Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat. Setiaji, ST, M.Si, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat turut menjelaskan manfaat menjadi mitra Waze for Cities Data.

Waze for Cities Data membantu kami menanggapi masalah dengan cepat dan membuat keputusan di saat krisis. Oleh karena itu, kami melihat bahwa platform ini akan terus berguna bagi kami kedepannya,” jelas Setiaji lewat sebuah rilis yang diterima Gizmologi (20/7). Ia menambahkan, pemantauan volume kendaraan di jalan kini jauh lebih mudah dan nyaman, tak perlu mengerahkan petugas di lapangan.

Waze for Cities Juga Digunakan Untuk Analisis Pola Kemacetan

Selain itu, Juan Intan Kanggrawan selaku Head of Data & Analytics Jakarta Smart City ungkapkan hal serupa dalam menilai data Waze. “Data Waze memungkinkan kami menelaah dan menganalisis pola kemacetan lalu lintas tertinggi di Jakarta, kemudian mengubah gagasan-gagasan menjadi tindakan untuk kota yang lebih baik lagi.”

Menutup rilis, Marlin R. Siahaan, Country Manager Waze Indonesia menerangkan jika data real-time Waze sediakan sumber daya yang sangat penting bagi mitranya, terutama dalam penerapan PSBB. “Melalui wawasan data Waze yang kuat, kami sangat senang dapat membantu JSC dan JDS dalam mengelola lalu lintas dan membuat perencanaan kota yang baik,” tutup Marlin.