Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

XL Home Pow Siap Mengakhiri Kemubaziran Berlangganan TV Kabel di Indonesia

Pelanggan hanya perlu menonton apa yang memang jadi favoritnya dengan biaya yang lebih murah.

Memanfaatkan layanan broadband fiber optic yang dimilikinya, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) akhirnya merilis produk inovatif yang bisa membawa hiburan tanpa batas ke dalam rumah. Bertitel XL Home Pow layanan ini merupakan aksi jemput bola atas perubahan perilaku pemirsa TV di Indonesia.

Seperti diketahui, menonton TV adalah aktivitas paling populer di Indonesia. Bahkan sebuah studi yang dilakukan AIA dengan judul Healthy Living Index 2016 menyebutkan bahwa sebanyak 34% orang dewasa di Indonesia menonton TV untuk menghilangkan stres. Angka ini lebih tinggi dibandingkan 15 negara Asia Pasifik lainnya yang rata-rata hanya 15%.

Ya, menonton TV memang sebuah hiburan yang paling murah dan mudah. Tidak heran, dari sini juga terindikasi bahwa orang Indonesia menghabiskan waktu hampir 4 jam setiap harinya untuk menonton TV.

Saking gemarnya berada di depan pesawat TV, tidak heran jika TV kabel atau TV berlangganan merupakan sarana yang diyakini bisa memuaskan dahaga akan hiburan yang lengkap di rumah. Berdasarkan data yang dilansir Katadata, setidaknya pada tahun 2017 terdapat sebanyak 7,1 juta pelanggan TV kabel di Indonesia. Angka ini menunjukan tren meningkat sebanyak 1 juta pelanggan untuk setiap tahunnya mulai dari tahun 2010.

Saya sendiri ingat betul, ketika pertama kali berlangganan jaringan Astro TV di tahun 2008. Waktu itu saya sudah merasa jika tayangan TV lokal di Indonesia sudah tidak merepresentasikan kesukaan saya sebagai pemirsa TV karena sudah mulai bermunculan sinetron-sinetron yang ceritanya melecehkan akal.

Karena tergiur dengan banyaknya channel yang ditawarkan, saya memilih paket yang paling lengkap. Bayangkan saja, untuk segmen entertainment saja selain MTV ada V Channel, Fashion TV, E!, dan sebagainya. Padahal, sehari-hari saya hanya nonton MTV, itu pun juga kalah bersaing dengan HBO yang jadi pilihan utama saya, sementara untuk kategori ini sudah ada channel-channel lain seperti MAX, Star Movie, dan sebagainya (beberapa di antaranya sudah ganti nama). Padahal, soal biaya berlangganan bisa dibilang cukup mahal pada masanya.

Seiring waktu, kesibukan saya semakin padat. Jangankan untuk memenuhi waktu 4 jam sehari untuk menonton TV seperti orang Indonesia kebanyakan, satu jam pun saya kadang tidak sempat. Jadi tidak heran jika saya hampir tidak punya tayangan serial favorit, karena enggan dikejar-kejar waktu untuk menontonnya. Bernapas saja kadang tidak sempat, apalagi nonton TV? Begitu batin saya setiap hari.

Beruntung kini zamannya video streaming dan video on-demand. Jadi sesibuk apa pun, saya masih bisa sempat menonton apa pun yang ingin saya tonton. Perlahan saya mulai beralih, lebih banyak akses aplikasi semisal NetFlix dan iFlix daripada menonton channel konvensional seperti HBO dan sejenisnya. Terus apa kabarnya TV berlangganan saya (tentunya bukan Astro TV lagi)? Ya, paling tidak saya masih bisa memanfaatkan layanan internetnya. Tapi, apakah itu bukan berarti mubazir? Berlangganan banyak channel, tapi tidak ditonton?

Nah, ini dia hal yang ingin dimanfaatkan XL Axiata dengan XL Home Pow! sebagai produk terbarunya. Menurut Dave Ulmer, Head XL Home Entertainment & Marketing, XL Pow memang dihadirkan sebagai alternatif hiburan di rumah yang lebih terjangkau.

“Ini adalah jawaban bagi mereka yang menginginkan internet super cepat dan layanan TV yang sesuai kebutuhan. Jadi masyarakat tidak perlu membayar saluran TV yang tidak pernah ditontonnya. Selama ini kan banyak pelanggan TV berbayar yang berlangganan banyak channel dengan tarif bulanan yang mahal, tapi justru hanya beberapa yang justru ditonton,” jelasnya.

Lalu apa bedanya XL Home Pow dengan TV kabel berlangganan kebanyakan? Prinsipnya hampir sama, namun yang dihadirkan mengacu pada teknologi berbasis Android. Hal ini dikarenakan, XL Axiata ingin menggarap pengguna layanan dan ekosistem Google yang saat ini menguasai platform mobile.

Related Posts
1 daripada 315

Jadi begitu terinstal dengan kabel HDMI ke pesawat TV, maka pengguna masuk ke laman XL Home Pow yang berisi konten-konten hiburan gratis, baik itu video on-demand yang berbasis aplikasi seperti iFlix, NetFlix, YouTube, Google Play Movies, CatchPlay, Spotify, hingga live channel TV yang biasanya dimiliki tayangan TV kabel berlangganan, seperti Sports Illustrated, Time, Fox News, NBA, Al JAzeera, dan sebagainya.

Untuk kategori-kategori konten yang ditawarkan juga terbilang lengkap, meliputi entertaiment (TV & Movies), Sports, Health, Wellness, Food, hingga tayangan khusus anak yang di-bundle dalam KidzMode.

“Dengan KidzMode, pengguna bisa dengan tenang meninggalkan remote TV kepada anaknya, karena dia hanya bisa menonton tayangan yang sesuai usianya,” tambah Dave.

Optimis Bakal Laris

Nah, XL Home Pow siap datang ke rumah-rumah (untuk sementara Jabodetabek) mulai tanggal 2 Mei ini. Harga berlangganan yang ditawarkan Rp 300 ribu, sudah termasuk set-up box TV Android (semacam dekoder), akses internet fiber optic 300 Mbps tanpa batas, hingga ribuan konten-konten film, TV, game, dan sebagainya.

Menurut Abhijit Navalekar, Direktur Corporate Strategy & Business Development XL Axiata, pihaknya yakin layanan XL Home Pow akan diterima baik di masyarakat Indonesia. Berpegang teguh pada hasil survei Nielsen yang menyebutkan bahwa perilaku menonton TV di Indonesia sudah mulai beralih ke streaming, dia yakin akan banyak orang Indonesia di kisaran usia 25-35 tahun akan berlangganan layanan ini.

Hal ini senada dengan hasil studi dari Akamai Technologies dan Kadence International yang menyebutkan bahwa kebiasaan menonton TV orang Indonesia ternyata hampir setara dengan menonton video streaming. Menurut studi tersebut, durasi menonton TV orang Indonesia mencapai 7,8 jam per minggu, beda tipis dengan durasi menonton video straming yang mencapai 7,7 jam.

“Di usia millenal seperti ini, mereka adalah orang yang sibuk dengan karir, sehingga tidak mungkin teratur menonton TV. Jadi layanan streaming adalah pilihan mereka dalam mencari hiburan alternatif,” tandasnya.

Apalagi, saat ini XL sudah mengantongi sebanyak 53,5 juta pelanggan untuk layanan telko. Dengan angka sebanyak ini tentu akan sedikit mudah bagi XL Home Pow dilirik mereka.

“Kami menargetkan akan ada sekitar 10-20% pelanggan XL yang akan berlangganan XL Home Pow. Tapi sebenarnya saya sih inginnya mereka semua berlangganan,” harap Abhijit sembari melepas tawa.

Jadi, bagi kalian yang mungkin punya kesibukan yang sama dengan saya, tapi masih fakir hiburan, sepertinya XL Home Pow bisa jadi hiburan alternatif yang murah. Lalu, seperti apakah pengalaman dalam menggunakan layanan ini? Tunggu kabar selanjutnya ya, Gizmolovers!