alexa
Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review Razer Orochi V2: Mouse Gaming Ringan & Fleksibel

Bagi Gizmo friends yang terbiasa mengoperasikan komputer terutama desktop PC, mungkin lebih familiar dengan tetikus atau mouse dibandingkan mereka yang lebih banyak bekerja menggunakan laptop. Terbiasa menggunakan touchpad, saya tak merasakan banyak benefit gunakan aksesori tambahan tersebut. Sampai akhirnya mendapat kesempatan untuk mencoba Razer Orochi V2.

Salah satu mouse terbaru Razer satu ini hadir dengan klaim yang cukup menarik perhatian saya, sebagai gaming mouse nirkabel yang sangat ringan. Saya pribadi memang bukanlah seorang gamer, namun dari tampilan dan fitur-fitur yang ditawarkan, nampaknya Razer Orochi V2 bakalan cocok untuk lebih banyak kalangan. Dan memang benar adanya.

Lewat perangkat aksesori satu ini, saya jadi bisa mengerti kenapa cukup banyak pengguna laptop yang masih gunakan mouse. Berikut ulasan selengkapnya.

Desain

Razer Orochi V2

Razer memilih untuk merancang mouse nirkabel satu ini lebih sederhana. Tanpa tambahan lampu RGB yang menarik perhatian, Razer Orochi V2 tampil understated dengan warna hitam doff di seluruh bodinya. Kesan gaming mungkin sedikit timbul dari logo Razer-nya saja, itupun bakal tersembunyi ketika digunakan.

Sejatinya, mouse gaming Razer satu ini juga hadir dalam warna putih. Bagian atas atau tutupnya bisa dikustomisasi lewat Razer Customs—ada di situs resminya, namun sepertinya aksesori seperti ini bakal susah didapat di Indonesia. Dirancang simetris dan ringan, desainnya dibuat agar pas untuk beragam jenis kebiasaan penggunaan.

Razer Orochi V2

Saya sendiri memiliki telapak yang besar, dan meski dimensi Razer Orochi V2 tergolong kecil, masih nyaman-nyaman saja digunakan. Razer sendiri hadirkan desain seperti ini dari hasil riset mendalam, sehingga tak heran bila mulai dari tombol klik, peletakan ibu jari dan telapak belakang, semua berhasil ditopang dengan nyaman.

Karena ramping, mouse ini juga mudah diselipkan ke dalam tas. Dan tak usah khawatir menyoal berat; hanya sekitar 59 gram saja tanpa baterai (65 gram dengan baterai AAA atau 72 gram pakai baterai AA), paling ringan yang pernah saya gunakan. Jadi tidak merasa beban untuk membawanya ke mana-mana.

Konektivitas

Razer Orochi V2

Inilah yang menjadi salah satu fitur unggulan dari Razer Orochi V2. Kamu bisa menyambungkannya ke perangkat seperti desktop PC maupun laptop dengan berbagai cara. Selain lewat USB adapter, juga bisa dengan Bluetooth Low Energy (BLE). Masing-masing memiliki keunggulannya sendiri-sendiri.

Dengan adapter HyperSpeed 2.4GHz, perangkat akan menjadi lebih responsif dan akurat untuk tiap gerakannya. Sementara bila kamu sedang gunakan laptop yang tak memiliki port USB-A (seperti Yoga Slim 7i Carbon, misalnya), tak perlu repot-repot pakai dongle. Cukup gunakan mode sambungan Bluetooth saja, yang bisa diatur lewat switch pada bagian bawah bodinya.

Adapter tersebut juga bakal tersimpan rapih di dalam mouse. Cukup membuka tutup bodi bagian atasnya, dan kamu bakal mendapat akses ke penyimpanan adapter serta dukungan dua ukuran baterai berbeda. Tak ada masalah ketika menggunakan salah satu dari keduanya. Konektivitas Bluetooth sudah cukup reliabel untuk kebutuhan bekerja sehari-hari.

Baterai

Razer Orochi V2

Sebelumnya, telah disebutkan bila mouse gaming ringan ini memiliki dua slot baterai dengan ukuran berbeda. Lagi-lagi, Razer berikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna. Kamu bisa memilih untuk gunakan baterai AAA maupun AA sesuai kebutuhan. Tapi tidak bisa menggunakan keduanya secara bersamaan, ya.

Untuk daya tahan yang maksimal, tentunya lebih baik gunakan baterai AA. Dengan begitu, klaim durasi pemakaian mouse ini bisa mencapai 950 jam lewat konektivitas Bluetooth. Kalau pakai adapter USB, turun sekitar setengahnya, yaitu kisaran 425 jam. Sementara untuk baterai AAA, bakal turun sekitar sepertiga dari masing-masing durasi.

Pengguna jadi bebas memilih. Meski perbedaannya tak terlalu signifikan, bila ingin bobot yang paling ringan, bisa gunakan baterai AAA. Tidak bisa diisi ulang, memang, namun dengan dua pilihan, bakal dengan mudah menggantinya menjadi kapasitas kembali penuh.

Oh ya, terkait indikator pemakaian, Razer tak sediakan indikator yang mendetil. Alias hanya berupa logo baterai kecil di dalam aplikasi Razer Synapse. Setidaknya, saat kapasitas baterai tinggal 5%, indikator pada bagian atas bakal mengedipkan warna merah, berikan tanda saatnya ganti baterai.

Fitur

Razer Orochi V2 - Razer Synapse 3
Lewat Razer Synapse 3, pengguna bisa kustomisasi masing-masing tombol yang ada pada Razer Orochi V2.

Lewat software Razer Synapse 3, kamu dapat mengganti fungsi dari masing-masing tombol yang ada pada perangkat. Secara total ada enam tombol di permukaan Razer Orochi V2; klik kiri dan kanan, scroll wheel, tombol di bawahnya (yang secara default dapat digunakan untuk atur DPI), serta dua tombol tambahan di sebelah kiri bodi.

Selain bisa diatur sesuai dengan keperluan, perangkat ini telah memiliki ‘memory profile’ di dalamnya. Dengan begitu, meski sudah dikustomisasi, pintasan bakal tetap sama walaupun saat disambungkan ke perangkat lain tanpa Razer Synapse.

Dinamakan “HyperSpeed”, kecepatan bukanlah satu-satunya unggulan yang ditawarkan. Adapter tersebut juga mendukung fitur untuk hubungkan komputer ke beberapa perangkat lainnya. Misal, bila kamu gunakan Orochi V2 dan keyboard Black Widow Pro V3, adapter yang diperlukan hanya satu saja. Termasuk dengan aksesori Razer lain yang sudah mendukung HyperSpeed.

Performa

Razer Orochi V2

Desain yang nyaman diimbangi pula dengan sensor optik 5G yang punya akurasi tinggi. Spesifikasi teknisnya meliputi dukungan sampai 18,000 DPI, serta IPS hingga 450. Mulai dari tombol klik hingga scroll wheel-nya memang nyaman dan presisi, meski bukan yang paling senyap, namun mantap saat digunakan.

Razer menggunakan bahan terbaru, generasi kedua yang diklaim lebih tahan lama, tidak bakal berubah performanya meski digunakan sampai 60 juta klik sekalipun. Dan dengan mouse feet bermaterial 100% PTFE (polytetrafluoroethylene), bakal cocok dan tetap akurat untuk digunakan pada berbagai jenis permukaan.

Razer Orochi V2
Razer Grip Tapes bisa ditempelkan ke permukaan yang diinginkan untuk tingkatkan kenyamanan penggunaan.

Namun untuk kenyamanan dan akurasi tinggi, Razer juga sediakan aksesori tambahan yang bisa dibeli secara terpisah seperti Razer Sphex V3. Dan untuk pengguna yang memiliki kecenderungan jari dan telapak basah seperti saya, juga bisa tambahan Universal Grip Tape agar lebih nyaman dan anti selip.

Kesimpulan

Razer Orochi V2

Dengan harga yang tergolong terjangkau, Razer Orochi V2 mampu berikan banyak keunggulan, tak hanya sekadar mouse yang cocok untuk main game. Desainnya yang ringan cocok buat kamu yang punya mobilitas tinggi, sementara fleksibilitasnya bakal tingkatkan kepraktisan sambungan ke beragam jenis laptop.

Desainnya yang tak terlalu mencolok membuatnya cocok untuk penggunaan di kondisi profesional sekalipun. Tak hanya untuk gamer, kreator konten juga bisa rasakan benefit dari akurasi tinggi yang diusung oleh HyperSpeed, plus pintasan yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan masing-masing pengguna. Overall, paket lengkap nan cocok untuk banyak kalangan.

Spesifikasi Razer Orochi V2

Jenis sensor: Razer 5G
Sensitivitas: 100 – 18000 DPI
Polling rates: 125, 500 1000 Hz
Jumlah tombol: 6 (bisa di-custom)
LED Zones: –
Kabel: –
Konektivitas: USB-A (2.4GHz HyperShift) & Bluetooth 5.1
Dimensi: 108 x 60 x 38mm
Berat: 59 gram, 65 gram (dengan baterai AAA), 72 gram (dengan baterai AA)
Mouse feet: 100% PTFE
Switch type: 2nd-gen Razer Mechanical
Switch lifecycle: Up to 60 million clicks
Harga: Rp1,099 juta

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.